Ahok Kembali Diperiksa, Ini Penjelasan Kabareskrim Polri | SWARAKEPRI.COM
HUKUM

Ahok Kembali Diperiksa, Ini Penjelasan Kabareskrim Polri

JAKARTA – Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menjelaskan pemeriksaan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok terkait dugaan penistaan agama dilakukan guna mempertajam beberapa keterangan yang disampaikan Ahok pada 20 Oktober yang lalu.

 

Ari Dono mengatakan ada beberapa poin yang akan diminta diperjelas termasuk konteks di mana Ahok menyampaikan pernyataannya tersebut.

 

“Jadi, ada beberapa poin yang harus kita pertajamkan dan kita dalami. Apa sih sebenarnya konteksnya dia (Ahok) melakukan ucapan atau pernyataan seperti itu. Itu harus kita pertajam,” ujar Ari Dono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/11/2016).

 

Menurut dia, hal ini dilakukan agar tidak terjadi salah tafsir terkait pernyataan Ahok tersebut. Pasalnya, keterangan Ahok kemudian akan ditanyakan lagi ke ahli yang dipanggil oleh penyidik.

 

“Supaya nanti tidak ada salah tafsir. Karena yang dikatakan oleh si terlapor, nanti akan kita pertanyakan kembali ke si ahli,” ungkap dia.

 

Lebih Lanjut, Ari Dono mengatakan bahwa pemeriksaan Ahok dilakukan di Mabes Polri
dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban. Menurut dia, kantor Bareskrim di Kementerian Kelautam dan Perikanan, terlalu sempit untuk media dan masyarakat yang lain.

 

“Sudah kita bisa lihat sendiri dari akibat kemarin. Maka dari beberapa perkantoran di sana terganggu, tidak nyaman, sehingga kita tahu diri. Mabes polri yang pinjam ruangan (di Kantor KKP), kita kembali ke satuan saja. Untuk pemeriksaan yang bisa mengganggu kemanan dan ketertiban, kita lakukan di sini (Mabes Polri). Untuk kasus ini, untuk selanjutnya, kita akan laksanakan pemeriksaan di Mabes Polri,” terang Ari Dono.

 

BERITA SATU

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − two =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

To Top