Astaga, Terdakwa Beberkan Dugaan Suap di Ruang Sidang | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

Astaga, Terdakwa Beberkan Dugaan Suap di Ruang Sidang

BATAM – swarakepri.com : Terdakwa kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga(KDRT), Nurbatias membeberkan adanya dugaan suap yang dilakukan oleh saksi pelapor dan pengacaranya berinisial RWH pada kasus yang KDRT Psikis membelitnya saat ini.

Kepada Ketua Majelis Hakim Sarah Louis dan Hakim Anggota Arif Hakim, Nurbatias menyampaikan pernah mendengar percakapan saksi pelapor dan pengaaranya RWH terkait sejumlah uang yang telah dikeluarkan pelapor  untuk mengurus perkara ini.

“Saat bertemu di Pengadilan Agama pada perkara nafkah anak. Saya mendengar pengacara saksi pelapor mengatakan terkait sejumlah uang yang telah dikeluarkan pelapor kepada Jaksa yang menangani perkara ini,” ujar Nurbatias saat mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu(16/9/2015) siang.

Menanggapi pengakuan terdakwa tersebut, Sarah Loius menegaskan bahwa permasalahan tersebut sebaiknya di laporkan ke pihak berwajib.

“Kalau ada isu seperti itu, laporkan saja pak, tegasnya.

Jaksa Penuntut Umum, Triyanto ketika dikonfirmasi seusai persidangan membantah pengakuan terdakwa yang menyebutkan adanya dugaan suap kepada Jaksa dan Hakim.

“Tidak ada itu,” ujarnya singkat.

Sementara itu terdakwa Nurbatias didampingi penasehat hukumnya Suherman menjelaskan bahwa percakapan pelapor dan pengacaranya didengarkan terdakwa saat bertemu di di pintu masuk Pengadilan Agama Batam sebelum mengikuti persidangan nafkah anak dengan pelapor yang juga mantan isterinya.

“Tenang saja bu Shinta(pelapor,red), orang ini(terdakwa,red) pasti masuk penjara. Kalau tidak masuk, berhenti saya jadi pengacara. Untuk apa ibu banyak keluar uang untuk Jaksa dan Hakim,” ujar Nurbatias menirukan perkataan pengacara pelapor.

Terkait pengakuan terdakwa tersebut, Suherman mengaku akan melaporkan pengacara RWH tersebut ke Badan Kehormatan PERADI Pusat atas dugaan pelanggaran etika advokat.

“Kita akan melapor ke Dewan Kehormatan PERADI Pusat agar ijin pengacara tersebut dicabut,” tegasnya.

Untuk diketahui Nurbatias didakwa JPU dengan pasal 45 ayat 2 KUHP Jo Pasal 7 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (red/AMOK )

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + eight =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top