Bank Ekonomi Diduga Kucurkan Kredit Bodong Sebesar Rp 64 Miliar | SWARAKEPRI.COM
BISNIS

Bank Ekonomi Diduga Kucurkan Kredit Bodong Sebesar Rp 64 Miliar

Bank Ekonomi Member HSBC Group/ist

BATAM – swarakepri.com : Bank Ekonomi Member HSBC Group diduga telah mencairkan kredit bodong sebesar Rp 64.686.000.000 kepada Tjipta Fudjiarta yang mengaku sebagai Komisaris PT Bangun Megah Semesta(BMS) pada bulan Juli tahun 2012 lalu.

Ironisnya pencairan kredit puluhan miliar rupiah tersebut dikabulkan oleh Head of Region C Bank Ekonomi Wilayah Sumatera Edy Saputra meskipun Conti Chandra selaku Direktur Utama PT BMS telah menyurati Pimpinan Bank Ekonomi Cabang Batam saat itu untuk bantuan pengawasan agar tidak menyetujui pengajuan penambahan tanda tangan yang dilakukan Tjipta Fudjiarta.

Hal ini ditegaskan Kuasa Hukum Conti Chandra dari SN Partnership, Muhammad Rum SH, Jumat(10/7/2015) di Batam.

Rum mengatakan surat bantuan pengawasan yang dilakukan Conti Chandra sebelum pencairan pinjaman, ditanggapi Sunyoto Wijaya selaku Pimpinan Bank Ekonomi saat itu dalam suratnya nomor 503/SW/VI/2013 yang menyatakan akan tetap melanjutkan transaksi sesuai dengan kewenangan perseroan sesuai dengan anggaran dasar yang berlaku.

“Bank Ekonomi sangat gegabah mengambil kebijakan yang tidak didukung dengan fakta-fakta yang ada,” ujar Rum.

Rum menegaskan bahwa Bank Ekonomi telah mengambil kebijakan yang sangat keliru karena Tjipta Fudjiarta sampai saat ini belum pernah melakukan pembayaran atas saham di PT BMS kepada Conti Chandra.

“Akta Jual Beli saham nomor 2,3,4 dan 5 tanggal 2 Desember 2011 belum pernah dilihat, diteliti dan dianalisa oleh Bank Ekonomi” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam Akta Perjanjian fasilitas perbankan Tanggal 10 Juli 2012 yang diterbitkan Notaris Syaifudin disebutkan bahwa seluruh hutang pemegang saham yang ada dan yang timbul dikemudian hari terkecuali hutang pemegang saham atas pelunasan Term Loan(TL) Bank Panin sebesar Rp 60 Miliar wajib disubordinasikan.

Selanjutnya minimum kepemilikan saham atas nama Tjipta Fudjiarta adalah 70 persen dan debitur wajib mendapatkan persetujuan Bank Ekonomi atas penambahan fasilitas pinjaman kredit dari instansi keuangan lainnya.

Rum menambahkan lolosnya pinjaman yang diduga fiktif tersebut tidak terlepas dari peran Notaris Syaifudin yang bersedia menerbitkan akta perjanjian fasilitas perbankan meskipun tidak pernah melihat akta jual beli(AJB) saham PT Bangun Megah Semesta nomor 2,3,4,5 tanggal 2 Desember 2011.

“Notaris Syaifudin diduga telah kongkalikong dengan pihak Bank Ekonomi untuk memuluskan secara hukum pinjaman yang diduga fiktif tersebut,” jelasnya.

Head of Region C Bank Ekonomi wilayah Sumatera, Edy Saputra yang dikabarkan tergabung dalam satu organisasi tertentu dengan Tjipta Fudjiarta hingga berita diunggah belum berhasil dikonfirmasi terkait pengucuran kredit yang diduga fiktif tersebut.

Sementara itu Pimpinan Cabang Bank Ekonomi Batam, Samuel Muliadi ketika dikonfirmasi mengelak memberikan keterangan dan menganjurkan awak media ini untuk konfirmasi langsung ke kantor pusat Bank Ekonomi.

“Saya tidak bisa memberikan keterangan kepada wartawan. Silahkan konfirmasi ke kantor pusat saja,” ujarnya lewat sambungan telepon kepada swarakepri.com, Jumat(10/7/2015). (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
20 Comments

20 Comments

  1. Harianto

    12 July 2015 at 1:30 am

    A lamak istilah pers setelah winston I. Hotel sekarang bank ekonomi yg kredit nya di setujui edy saputra itu bodong

  2. Saryp

    12 July 2015 at 6:20 am

    Bau telur busuk merebak lagi ke bank ekonomi ,serta menambah nama nama keren ADA. PAK EDY SAPUTRA. SUNYOTO ,,SAMUEL MULYADI YG DISEBUT IKUT MEMBANTU CIPTA MENGELUARKAN KREDIT BODONG ,INI SAJARAH PERAMPOKAN HOTEL YG MELIBATKAN ORANG BANYAK ,
    LUAR BIASA CIPTA BISA MEMBAGI BAGI KUE RAMPASAN TERSEBUT DENGAN ADIL ,MEMPENGARUHI SAMPAI SEORANG HEAD REGIONAL MAU MENGELUARKAN UANG TERSEBUT
    KASUS BCC BANYAK SEKALI MELIBATKAN PENJABAT KEPOLISIAN ,,,PEMKO,,PENGUSAHA..PEJABAT BANK ,NOTARIS SAMPAI 2ORANG DAN KITA TIDAK KETAHUI MASIH BELUM MUNCUL,,INI YG SAYA BACA DARI KOMENTAR KAWAN KAWAN SEBUT LEMAH MENTAL …DAN SANGAT MENGEMPARKAN DI MASYAEAKAT KEPRI ,ENAK SIH BACA BERITA NYA BERSAMBUNG HA HA HA K

  3. Beng seng

    12 July 2015 at 7:07 am

    Sepertiya di swara kepri tempat mojok berita issu hot BCC ..yg saya heran berita tersebut kenapa bisa berkembang di swara kepri dan dapat mengali sumber sumber yg sangat dirahasiakan kalau boleh tahu sumber nya dari siapa ??? Apa ini sudah akurat soalnya menyangkut nama besar ,,nanti bisa bermasalah ,,,kalau ya akurat mantap sebab jarang jarang dapat berita yg bersambung dan brmutu tidak menoton bosan baca nya ,kalau sampai berita ini benar ,,memang seru ya ,tolong dituliskan riwayat aktor utama tjipta fujiarta serta keluarga nya dan riwayat korban conti candra dan yg terlibat aktor aktor top milai dari anli cengana–sarifudin–wakabagreskrim dkk—winston–i–pemilik I hotel–pejabat pemko ??–bank ekonomi —edi saputra jabatan nya apa —sunyoto–samuel mulyadi beperan sebagai apa ?—-ib santoso—ricardo fujiarta –jeni fujiarta apakah semua ini pelaku utama nya dari beralihan hotel ke tangan tjipta fujiarta ,,,kami sebagai pembaca belum tahu teknik berpindah tangan dari conti ke cipta apa ada unsur kekerasan atao hanya memakai hukum sebagai alat untuk merampas hak hak orang yg berhak ,terma kash berita ini sudah 2tahun saya amati tapi belum tahu inti atau cara cara mendapatka hotel tersebut

  4. Manuel

    12 July 2015 at 7:25 am

    Bank ekonomi berpredikat bank terjorok di tahun 2015 terus trang saya katakan jijik untuk nama nama yg disebutkan didalam berita tersebut pagar makan tanaman ,jabatan tinggi seperti edi saputra sudah keterlaluan seagai pimpiman bank..
    Tak ada beda dgn begal

  5. Suparjo rustam

    12 July 2015 at 9:09 am

    Sindikat internasonal membobol bank Ekonomi HSBC yg di bantu oleh pimpinana ekonomi sendiri mengerikan ya kasus nya conti ,vs. Tjipta siapakah di balik dari pengambil alihan bcc hotel tersebut ,,apakah tjipta bersama keluaga atau bersama aparatur yg nanti berhasil di bagi bagi bersama semua komponen yg turut serta ,, tjipta harusnya di pindahkan ke daerah lain ,,kepada aparatur kepri minta perhatian dalam kasus ini

  6. Domi

    12 July 2015 at 9:39 am

    Apa benar seorang pimpinan mau melakukan atau memberi kredit tanpa mengecek akta akta yg sebenarnya ,,dan notaris yg membuat perjanjian kredit juga gak tahu surat surat kepemilikan nya ,,pasti akan terbongkar permainan ini ,antara notaris pimpinan bank atau tjipta ,,benar suatu berita yg terangkat di online tapi cukup berani ,,,

  7. supyap

    12 July 2015 at 11:50 am

    hebat kali tidak ada surat bisa cair kredit tersebut, kalau gitu saya maulah pinjam uang di bank ekonomi biar cepat kaya tanpa modal sendiri, hahahahhah

  8. Andreno

    12 July 2015 at 12:46 pm

    Du bagaimana cipta fujia membuat skenario sampai pecah ,,skandal yg punya nilai untuk di ketahui oleh umum siapa dan apa peran masing masing dalam mengambil bcc hotel terus bagian apa saja yg di dapat oleh siperanan ,,dan kerugian bagaimana ,
    Menurut kami baca di batam pos dua tahun yg lalu gedung senilai 400miliar diperebutkan oleh pemegang saham .kenyataan berita terkini adalah perampasan oleh sdr cipta fujiata dkk .benarkah kejadian ini ,bagaimana cara nya sehingga cipta masih bercokol di bcc ,siapa beking dari penjahat satu ini ,kami menunggu infomasi selanjut nya

  9. Erick

    12 July 2015 at 1:35 pm

    Ha ha ha ha ketahuan semua bodong ,
    Siapa dalang di belakang bodong tersebut ,
    Apa tidak malu ,nama nama yg dicatat oleh kejadian bodong ini
    Diluar kebiasaan aja ,,terdapat mobil bodong ,,lucu ya lucu ya

  10. luki perdana

    12 July 2015 at 3:00 pm

    bener2 cialat mpe bank ekonomi bs dikibul hbs ma tjipta,dasyatt.smua kena ciprat

  11. Pepeng

    12 July 2015 at 6:56 pm

    Edy saputra memberikan kredit bodong
    Pak edy pepeng lg butuh kredit sih tar kalau pepeng dapat pepeng beri 50% buat pak Edy saputra dkk Pepeng cukup terima alakadarnya ,,
    Besok pepeng ajuin jgn ditolak lho pak Edy
    Salam Pepeng yg royalwan

  12. haryono

    13 July 2015 at 12:50 am

    smakin naampak fakta diswarakepri skandal ini mlibatkan perbankan jg,hancurrrr leburrr,gara2 tjipta pening dah smua nunggu giliran digilir kpk,hakim

  13. jhonmedan

    13 July 2015 at 12:57 am

    Edy
    Saputra
    h
    ead of

    pantaslah ikut kongsi jahat :ternyata eddy bank ekonomi Memulai karir di Bank Ekonomi sebagai Head
    of Region C pada bulan Maret 2012. Memperoleh
    gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas
    HKBP
    Nomensen
    Medan.
    • Eddy

  14. Dickson

    13 July 2015 at 6:34 am

    Swara tempat kongkow kongkow bank ekonomi .t bagaimana notaris syaifudin bisa mempunyai niat jahat niang ,memindah kan harta /asset. Conti ke Winston ,lalau ke Rikardo fujiata .menurut hemat kami adalah penipuan dilakukan Cipta berhasil baik sukses ,cuma sepandai pandai meyimpan telur busuk bau yg menyebar kemana mana bung ,,akan ketahuan serta hotel akan kembali ke Conti j,kami rasa kenafsuan Cipta untuk menguasai
    Bcc secara babi buta

  15. dion

    13 July 2015 at 6:05 pm

    conti akan bernafas lega,sgl caranya dgn melawan hak2nya menemui titik terang,slain dpt kmbl lg bcc ditangannya bs sj conti gugat balik sgl kerugian yg tak sdikit ini,tjipta dan kongsi jahatnya akan mempertanggungjawabkan sesuai fakta yg sdh jd konsumsi publik

  16. wiwin

    14 July 2015 at 5:41 am

    knp bank ekonomi klarifikasi,sprtnya mrk bs sj jerat tjipta dan bukamulut jg drpd reputasi hancur takdipercaya nasabah n masyarakat lg

  17. jonasjon

    14 July 2015 at 10:24 am

    betapa hukum mulai berpihak keconti,serta merta akan kembali bcc hotel ketangannya,fakta smkn terang tjipta berkongsi jahat dgn bank ekonomi dgn suap edi syahputra yg gelap mata takmikir reputasi bank ekonomi

  18. ekwan

    14 July 2015 at 8:39 pm

    oc kaligis sj kena tangkap,palagi cuma pengacara tjipta,siap2 sj tjipta,syaifudin,angli,edi syahputra n the gang nyusul,jpu aji jg was2 nih

  19. jonatan

    20 July 2015 at 6:56 pm

    runtuh kepercayaan masyarakat kalo bank yg menampung dana nasabah sj bs disupa untuk kejahatan, runyam bener otak kejahatan dibatam ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + two =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top