Bareskrim Polri Disebut Terbitkan SP3 Bodong | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

Bareskrim Polri Disebut Terbitkan SP3 Bodong

Alfonso Napitupulu SH/rudi

Terkait Kasus Tjipta Fudiarta Dkk yang Dilaporkan Conti Chandra

BATAM – swarakepri.com : Pengacara Conti Chandra, Alfonso Napitupulu mengatakan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus(Dit Tipideksus) Bareskrim POLRI telah menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara(SP3) bodong terkait dugaan tindak pidana penipuan dan atau memberikan keterangan palsu pada akta autentik dan atau penggelapan yang dilakukan Tjipta Fudjiarta dkk yang dilaporkan Conti Chandra bulan Juni 2014 lalu.

“Itu SP3 Bodong, itu(SP3,red) dikeluarkan karena Wakabeskrim dan Dir Tipideksus Bareskrim Polri mau pensiun,” ujar Alfonso kepada swarakepri.com, malam ini, Selasa(7/7/2015) lewat sambungan telepon.

Ia menegaskan SP3 yang dikeluarkan tersebut tidak memiliki dasar hukum karena mendasarkan pada gelar perkara tanggal 25 Mei 2015 dan 22 Juni 2015, sementara pada tanggal 1 Juli 2015 penyidik Dit Tipideksus Bareskrim Polri masih memeriksa Wie Meng di Hotel Planet Holiday Batam.

“Berarti kan aneh, SP3 dikeluarkan berdasarkan gelar perkara 25 Mei sama 22 Juni? sementara penyidik masih melakukan pemeriksaan tanggal 1 Juli? Itu Logikanya dimana?” terangnya.

Alfonso juga mengungkapkan dalam perkara tersebut Dr Muzakir selaku saksi ahli belum selesai diperiksa penyidik.

“Saksi ahli belum menyelesaikan pertanyaan penyidik,” jelasnya.

Terkait keluarnya SP3 tersebut, Alfonso mengaku telah mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Selasa(7/7/2015).

“Kami akan buktikan SP3 itu bodong, itu cuma karena mereka mau pensiun saja. Dari awal kan sudah jelas, ini hanya permainan kotor semua,” pungkasnya.

Untuk diketahui dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan Perkara(SP2HP) Dit Tipideksus Bareskrim Polri Nomor B/56/VII/2015/Dit Tipideksus kepada Conti Chandra selaku pelapor disebutkan bahwa dari hasil keterangan saksi/ahli, pemeriksaan barang bukti dan gelar perkara, penyidik belum mendapatkan fakta unsur melawan hukum tindak pidana.

Selain itu juga disebutkan bahwa perkara tersebut telah dihentikan penyidikannya karena bukan merupakan tindak pidana sesuai dengan Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan Nomor : S.Tap/55b/VII/2015/Dit Tipideksus tanggal 1 Juli 2015.

Saat berita ini diunggah, Bareskrim Polri belum berhasil dikonfirmasi terkait terbitnya SP3 atas perkara dugaan tindak pidana penipuan dan atau memberikan keterangan palsu pada akta autentik dan atau penggelapan yang dilakukan Tjipta Fudjiarta dkk yang dilaporkan Conti Chandra. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
8 Comments

8 Comments

  1. prasetyo

    8 July 2015 at 12:18 am

    kasus yg makin kelihatan bobroknya aparat penegak hukum,uang panas tjipta jadi sumber matinya hati nurani,masyarakat seperti disuguhkan tontonan kasus hukum yg menjijikkan,pada kemana hakim,jaksa,polisi,ikatan notaris,pengacara smuanya buta tuli sperti hidup dihutan dgn hukum rimbanya,runyam…runyamm

  2. meymey

    8 July 2015 at 12:54 am

    ciak kawan pa sodare dah biasa nih cipta makanya jd obrolan kedai kopi bcc semegah itu hsl rampasan jahat

  3. sukiat

    8 July 2015 at 12:59 am

    mau sampe kapan kasus ini sls,bikin bising batam,sidang brulang ulang smakin kotor siapa2 yg bermain….ayoo pak hakim ketok palu tunjukkan adilmu

  4. nonik

    8 July 2015 at 2:59 am

    britanya makin seru sj kasus bcc ini,photonya syaifudin,tjipta fujiarta mana nih

  5. Churcill

    8 July 2015 at 5:20 am

    Haha ha ha perang ni ye SImga VS harimau. Tadi saya baca swara kepri . POLAu. 1/3/4. VS . MEDAN. Yo taruh ambil mana seru nanti menang uang nya ambil di bcc aja ya

  6. Pepeng

    8 July 2015 at 6:34 am

    Eh eh Pepeng lagi lagi terkejut dari komisaris Bodong ,,tjipta fukjiata. .direktur utama bodong Winston ,,kredit bodong bank ekonomi,, surat kepemilikan bodong ,,skarang SP 3 tjipta juga bodong yg dikeluarkan oleh mabes polri. ,,,muak aku melihat kejahatan yg sangat rapi tapi aqharus ikuti berita ini karena sangat spesifik dalam hal kejahatan luar biasa luas dampaknya bagi kepri ini ,,tjipta tercatat dalam sejarah lisan di masyarakat batam ,,alias pahlawan tapi dalam hal kejahatan monyet putih

  7. dendi

    8 July 2015 at 3:41 pm

    sperti kota bodong yg gak punya aparat,hukum,ketaatan.batam….batam pada kmn wako,gub kotanya lg jd sorotan dunia

  8. keprinet

    8 July 2015 at 5:38 pm

    Wednesday , July 8 2015

    Conti: Kredit di Bank Ekonomi Ditilep
    Conti: Kredit di Bank Ekonomi Ditilep

    BATAM,Klik: Persoalan jual beli aset antara Conti Ch dan Tjipta Fudjiarta yang mulanya berurusan kredit di Bank Ekonomi Member HSBC akhirnya terungkap. Pasalnya, uang pinjaman atas nama direktur PT Bangun Megah Semesta (BMS) Conti Ch dicairkan secara sepihak oleh Bank Ekonomi kepada Tjipta Fudjiarta mengatasnamakan direktur PT BMS Toh York Yee Winston, yang berstatus warga Negara Singapura.

    Nama Toh York Yee Winston muncul belakangan, setelah ada perseteruan antara Conti Ch dengan Tjipta Fudjiarta. Untuk diketahui, diam-diam Tjipta Fudjiarta menunjuk Toh York Yee Winston agar memudahkan mencairkan kredit di Bank Ekonomi. Konon, praktek ini dianggap menyalahi Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan.

    “Conti jadi korban kejahatan oleh bank sendiri dan oleh Tjipta Fudjiarta. Conti yang mengajukan kredit atasnama Dirut PT BMS. Tetapi malah uangnya bukan dicairkan kepada Conti tetapi kepada Tjipta. Benar-benar bank telah menyalahi aturan perbankan. Aturan apa yang dipakai bank mencairkan uang milik orang kepada orang lain? Atas dasar apa?,” kata Alfonso Napitupulu, kuasa hukum Conti Ch, Rabu (8/7).

    Conti Ch mengaku kecewa atas apa yang dilakukan pihak Bank Ekonomi HSBC dengan memberikan uang pinjaman kepada orang lain yang bukan menjadi haknya. Akibat kejahatan yang dilakukan Bank Ekonomi itu, Conti Ch kehilangan asset.
    “ Koq bisa ya pihak Bank Ekonomi mencairkan uang dan memberikan kepada orang lain yang bukan mengajukan pinjaman. Ini gilah sekali pak. Uang nasabah dikasihkan ke orang, inikan sama saja mencuri dan merampok. Seharusnya bank lebih paham itu,” kata Conti.

    Seperti diketahui, Tjipta Fudjiarta pada tanggal 2 Desember 2011 membeli hotel BCC yang dalam kondisi sudah 80 persen proses pembangunan. Saat itu, Tjipta tidak hadir, tetapi menyuruh notaris Anly Cenggana untuk pihak Conti menandatangani surat jual beli tersebut. Surat jual beli tanpa adanya uang cash dan bukti pembayaran itu, lalu diklaim Tjipta kalau dirinya telah membeli saham hotel BCC secara lunas. (ale)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + five =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top