Conti Chandra : Dakwaan JPU Salah dan Keliru | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

Conti Chandra : Dakwaan JPU Salah dan Keliru

Sidang Conti Chandra/rudi

Sidang Kasus Penggelapan di Hotel BCC Batam

BATAM – swarakepri.com : Muhammad Rum SH selaku Penasehat Hukum terdakwa Conti Chandra pada kasus dugaan penggelapan dalam jabatan di Hotel Batam City Condotel(BCC) mengatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memenuhi syarat materil sebagaimana yang tertuang dalam pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP.

“Dakwaan JPU tidak jelas dan kabur karena dalam menyusun dakwaan tidak berurutan dan tidak lengkap sehingga dengan sengaja mengaburkan posisi terdakwa selaku Direktur Utama dan pendiri PT Bangun Megah Semesta,”
kata Rum saat membacakan eksepsi atau keberatan dalam persidangan, siang tadi, Kamis(28/5/2015) di Pengadilan Negeri Batam.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam dakwaan JPU, terdakwa seolah-olah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan operasional perusahaan, sedangkan saksi Tjipta Pudjiarta dijadikan komisaris utama yang mana terdakwa diharuskan melaporkan kegiatan perusahaan kepada saksi.

“JPU juga tidak menguraikan secara jelas dan rinci tentang fakta-fakta yang sebenarnya. JPU hanya menitikberatkan kepada perbuatan terdakwa yang diancam pidana dalam pasal 374 dan 372 KUHP, sehingga seolah-olah terdakwa benar-benar melakukan perbuatan pidana tersebut,” terangnya.

Rum mengatakan bahwa dakwaan JPU juga tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap karena tidak menguraikan dengan jelas dan cermat kapan dan dari siapa hasil penjulan 11 unit apartemen BCC sebesar Rp 7.712.594.929 dikuasai serta tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya oleh terdakwa dan untuk apa uang tersebut digunakan.

“Dalam dakwaan JPU juga tidak jelas dan tidak lengkap tentang siapa penjual dan pembeli apartemen serta berapa harga penjualan masing-masing unit apartemen BCC,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa JPU juga tidak cermat dalam mendakwa Conti Chandra atas penguasaan sisa uang hasil penjualan apartemen BCC. Terdakwa sudah menjelaskan bahwa seluruh hasil penjualan 11 apartemen habis dibayarkan untuk membayar hutang kepada kontraktor dan suplier.

“Dakwaan JPU salah dan keliru karena saat penjualan 11 unit apartemen terdakwa menjabat sebagai Direktur Utama serta pemilik tunggal saham PT Bangun Megah Semesta,” jelasnya.

Rum juga mengatakan bahwa berdasarkan bukti yang nantinya akan diperlihatkan terdakwa, dakwaan JPU telah salah dan keliru mendakwa Conti Chandra dalam pasal 374 dan 372 KUHP karena perkara ini bukanlah perkara pidana melainkan perkara perdata.

“Tidak ada penggelapan yang dilakukan terdakwa baik penggelapan dalam jabatan maupun penggelapan biasa karena tidak ada yang dirugikan dalam PT Bangun Megah Semesta.

Dengan salah dan kelirunya JPU mendakwa Conti Chandra, menurut Rum seharusnya terdakwa dibebaskan dari seluruh dakwaan JPU.

“Kami mohon Majelis Hakim menerima eksepsi dari terdakwa, menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum, menyatakan dakwaan JPU salah dan keliru dan menyatakan terdakwa haruslah dibebaskan dari seluruh dakwaan JPU,” pungkasnya.

Seusai mendengarkan pembacaan eksepsi dari penasehat hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Khairul Fuad didampingi Budiman Sitorus dan Alfian selaku Hakim Anggota menunda persidangan hingga hari Senin tanggal 1 Juni 2015 mendatang dengan agenda mendengarkan tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa.

Diberitakan sebelumnya Terdakwa Conti Chandra menjalani sidang perdana kasus dugaan penggelapan dalam jabatan di PT Bangun Mega Semesta(BMS) atau Hotel Batam City Condotel(BCC), Conti Chandra, siang tadi, Senin(18/5/2015) pukul 14.00 WIB di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Batam.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum(JPU) Aji Satrio Prakoso menjerat terdakwa dengan pasal 374 KUHP subsider pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

“Terdakwa tanpa seizin PT Bangun Mega Semesta atau saksi Tjipta Pudjiarta selaku Komisaris telah menguasai uang hasil penjualan 11 unit apartemen Batam City Condotel yang merupakan uang atau aset yang seharusnya
menjadi milik PT BMS dan menguasai dokumen perusahaan berupa akte jual beli saham nomor 3, nomor 4 dan nomor 5 dari Notaris Anly Cenggana,” jelas Aji dalam dakwaannya.

Aji juga mengatakan bahwa akibat perbuatan terdakwa, PT BMS menderita kerugian sebesar Rp 7.712.594.929.

“Perbuatan terdakwa juga membuat saksi Tjipta Pidjiarta selaku komisaris dan pemegang saham PT BMS tidak dapat menguasai bukti kepemilikan saham PT BMS yang telah dibelinya,” terangnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
16 Comments

16 Comments

  1. Kadafi

    28 May 2015 at 11:39 pm

    Bodoh tjipta f ujiarta sudah membeli tapi tidak bisa mengusai akta kepemilikan ,apa benar tjipta sudah membeli dgn cara wajar ato dengan jurus kerah putih
    Kasus bcc tadi tidak menarik untuk diikuti di pahami akhirnya saya menarik kesimpulan kasus ini begitu besarnya keinginan tjipta untuk menguasai dgn berbagai cara ,,,ini BEGAL BESAR HOTEL

  2. Nasution

    29 May 2015 at 5:09 am

    Pak wartawan bikin aja judul
    TJIPTA BERGRILYA DGN HUKUM !,,beberapa kali saya ikutin di pn seperti sangat janggal dgn kasus ini yg dikalangan pengusaha cina ,haiya ini perampok hotel lah pak ,yg dilakukan oleh sekelompok oknum lah ..maka gua pun tertarik kasus permpok ini

  3. Janmadi

    29 May 2015 at 7:00 am

    Hari saya baca tribun ,,kiranya tjipta itu pm bo ong
    Kenapa sih harus ambil hak orang lain yg bukan punya tjipta ,,yg kata nya tokoh lion,s club .buat orang jadi tak respek buat dia dan organisasinya

  4. Willy

    29 May 2015 at 7:09 am

    Oh dasar penipu besar ya benar juga apa yg di muat di pers ..dan juga dia gak perna bantah malah saya baca di satu media ,,,,,,,,judulnya saya gak pernah beli dari conti buat apa saya bayar ,,,setelah saya ikuti berita ini …eh kampret tjipta alias kerah putih di liputan hukum ,,,udah lah sadarlah Gaik tjipta tuhan akan mengampuni siapa yg sadar akan perbuatan yg bersalah

  5. Said

    29 May 2015 at 2:02 pm

    Nampak permain tidak mulus deh ,,tjipta banyak keluar hepeng untuk membeli oknum oknum baracuda ,,,ha ha ha memalukan deh

  6. Amt

    29 May 2015 at 2:07 pm

    Pak tjipta masih ingat kami karyawan lama ….gruop am. Kamu itu patut menerima karma Pembalasan dari tuhan kamu tidak manusia wi hidup aja di hutan balantara tjip
    dari karyawan bcc ……….”..”……..

  7. Yanto n

    29 May 2015 at 5:39 pm

    Sementara keberhasilan cipta untuk menguasai BCC hotel hampir mencapai 97% alias penguasaan semu seperti apa disampai ke PN bahwa sdr tjipta dapat menguasai hotel tetapi tidakdapat menguasai akta kepemilikan ,,,,kasihan juga tjipta f
    ARTINYA TIDAK ADA GADING YG TAK RETAK,,JUGA TIDAK ADA KEJAHATAN YG SUMPURNA ,,AKHIRNYA AKAN TERBONGKAR JUGA KEJAHATAN YG SAUDARA LAKUKAN ……….PEMBACA KASUS INI AKAN MENGIKUTI SAMPAI AKHIR PENGADILAN MEMUTUSKAN KASUS BCCC AKAN JADI SEJARAH KELAM ,,,,,KEMUNGKINGAN AKAN AKAN BUKUKAN BERSAMA TEMAN TEMAN KAMI MOHON INFORMASI KEPADA PENULIS YG LENGKAP ,,TERIMA KASIH YANTO N

  8. Jhn group

    29 May 2015 at 10:36 pm

    Kami para penghuni apartemen ,,,menyatakan saudara TJIPTA FUDKITA ADALAH PENIPU DAN MENIPU KAMI PARA PEMBELI APARTEMEN DI BCC HOTEL ,,,,,,,,,SAERTA MERUGIKAN PENGHUNI APARTEMEN DAN PEMBELI APARTEMEN

  9. Rafael costa

    30 May 2015 at 6:12 am

    Saya sebagai pembaca kasus bcc hotel ..menilai dari pemberitaan awal sampai hari ini menyimak /meyimpulkan inti berita tersebut adalah kasus penipuan yg dilakukan oleh pihak pembeli memakai trik trik untuk mendapat hotel dan dibantu oleh oknum NOTARIS KEPOLISIAN 2 yg haus uang ,,Disinilah letak ketertarik kasus bcc dan saya mengikuti berita2 swarakepri yg berani menulis cukup jelas tentan kedua ownernya baik conti c vs. tjipta f

  10. Pepeng

    30 May 2015 at 9:08 am

    Menurut berita 2 yg ada kesimpulan dari kepemikan saudara tjipta fud itu BODONG alias kalau ada keputusan pengadilan aka timbul pidana bagi yg bersangkutan serta hak hak hotel akan berpindah ke tangan conti c ,,,pertayaan saya untuk disampaikan lewat wartawan ke tjipta fd ,dasarnya tjipta bertahan di hotel bcc itu apa alasan nya ,apa dia tidak sadar bahaya hukum dari kasus tersebut ,kedua secara sadar dan tidak sadar TJIPTA FD ITU SUDAH MENDAPAT HUKUMAN DARI MASYARAKAT (( SANKSI SOSIAL ))) ketiga cap PENIPU KERAH PUTIH SUDAH TERSEMAT DI DADA TANDA KE BENCIAN MASYARAKAT …SOLUSI BUAT TJIPTA FD ,,,BAWA ANAK MENANTU DAN BINI SERTA DAYANG GUNGSI KE MEDAN …SAMPAI ADA NYA KEPUTUSAN HUKUM

  11. Amat

    30 May 2015 at 9:17 am

    Kami akan dukung kebenaran sampai kemanapun juga. Jangan coba coba membeli hukum lewat uang ato lewat psk ….kami sudah tahu dari awal kebeneran itu dipihak siapa ..tunggu saat pengungkap fakta akan bersama tim membuka tabir nya ,,,dan akan segera kami antar ke penjara kami berharap aparat berkerja profesional .,,,,,,

  12. Ali husin

    30 May 2015 at 11:35 am

    Bodong nya. penguasaan oleh Tjipta diakui oleh yg bersangkutan di pers adalah pengukuan pegambilan paksa dengan bantuan notaris tetapi tidak deksekusi dgn baik dan teliti,,,kemudian hari kita sebagai pembaca di online ,koran mengetahui bahwa ternyata masih ada akta akta syah dipegang ole cont c ,yg membuat tjipta tidak bisa tidur nyenyak kemudian mengunakan oknum2 yg bodoh untuk merekayasa kasus conti ,,,kemudian diketahui pers maka pecah lah harapan tjipta untuk memiliki bcc hotel
    .kata gus dur begitu aja susah ,,,,,,hahha ha

  13. Agus b

    30 May 2015 at 12:36 pm

    Tjipta dilihat dari sisi notariat seolah olah benar tapi dgn penguasaan bcc cukup meyulitkan dia ,,dasar tak punya etika serta karakter ingin menipu ,mulai lah kena batunya ,saya tak yakin tjipta bisa menang atas kasus conti biar lah kawan kawan kita hanya bisa melihat serta menkawal dari kasus ini supaya ke depan tidak ada tjipta tjipta lain yg berusaha dikepri khususnya ,,,jelas jelas mengaku tak beli ini yg membuat aku mengikuti kasus ini sampai selesai … Tjipta cerdik,,,pintar ,,,ponya penampilan menyakinkan terus terang dia saya kenal juga kok…kikir nya luar binasa

  14. Thamrin

    31 May 2015 at 7:31 am

    Nasehat untuk kasus Bcc ini ..bagi yg merasa belum milik di minta untuk besar hati keluar dari bcc walaupun segala cara kemenangan didepan mata,,conti yg dijadikan tersangka menurut pengamatan kami tidak ada bukti walaupun tjipta dgn segala daya untuk memperdaya mengiring conti ke ranah hukum dengan bantuan beberapa oknum polisi ,disidangkan pengadilan terbuka ,kami semakin yakin tjipta melakukan TRIK TRIK UNTUK MENDAPAT BCC SECARA TIDAK SYAH ,,,jorok kali cara tjipta mendapatkan bcc merusak per adapan yg ada dalam kehidupan manusia

  15. darman

    31 May 2015 at 3:13 pm

    enak ya tjipta mendapat hotel tanpa membayar ,,tentu dibantu oleh oknum 2 ,,,permasahan nya sekarang ini banyak modus modus yg sama seperti tjipta iini terjadi di kota kota besar apakah sdr tjipta merupakan sindikat kejahatan kerah putih yg ada di indonesia,,mohon para pejabat tinggi membasmi kejahatan yg sangatr rapi dan bernodalkan pengertian hukum …terma kasih

  16. Siluman BCC

    6 August 2015 at 11:29 am

    sebenarnya tjipta dan conti dua2nya pemilik BODONG… pemilik sebenarnya itu yah pemegang saham lainnya selain mereka berdua ini. karena kebaikan hati merekalah dan dengan kebesaran hati mereka makanya dua bodong ini bisa menguasai gedung setan BCC….

    yang buaya mau gigit ular dan ular pun membelit buaya…dua2nya sama2 pembohong dan rakus…

    salam dari bekas sekretaris pribadi pak CONTI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top