Conti Chandra dan JPU Ajukan Banding | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

Conti Chandra dan JPU Ajukan Banding

Palu-Hakim/ist

Terkait Putusan Hakim di Pengadilan Negeri Batam  

BATAM – swarakepri.com : Conti Chandra didampingi penasehat hukumnya mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam pada kasus dugaan penggelapan dalam jabatan di Hotel Batam City Condotel(BCC), Kamis(6/8/2015) siang.

Hal ini dibenarkan oleh Humas Pengadilan Negeri Batam, Cahyono ketika dikonfirmasi swarakepri.com, Kamis(6/8/2015) sore diruang kerjanya.

“Benar, tadi siang(Kamis,red), terdakwa bersama PH nya telah mengajukan banding,” ujarnya.

Cahyono mengatakan Jaksa Penuntut Umum(JPU) juga telah mengajukan banding tidak lama setelah pengajuan banding dari Conti Chandra.

“Terdakwa dan JPU sama-sama banding,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Ketua Majelis Hakim, Khairul Fuad didampingi Budiman Sitorus dan Alfian dalam putusannya menyatakan terdakwa Conti Chandra terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan dipidana selama dua tahun dipotong masa tahanan.

“Barang bukti tetap terlampir dalam berkas perkara,” kata Fuad.

Fuad juga mengatakan bahwa penggelapan uang penjualan 11 unit apartemen BCC sebesar Rp 14.361.287.790 yang didakwakan JPU terhadap Conti Chandra prematur karena belum pernah dilakukan audit.

“Coretan tangan tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti. Dakwaan tersebut belum saatnya diajukan dan prematur dalam masalah ini,” tegasnya.

Terkait dugaan penggelapan akta 3,4,5 dalam dakwaan JPU, Fuad mengatakan bahwa dengan terbitnya akta-akta tersebut, telah terjadi pengalihan saham.

“Akta 3,4,5 merupakan akta autentik yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang dan belum pernah dibatalkan, sehingga akta itu sah,” terangnya.

Dikatakannya bahwa hingga saat ini akta-akta itu masih ada dan belum pernah dibatalkan, kecuali nanti ada putusan Hakim yang membatalkan akta-akta tersebut.

“Selama belum ada putusan Hakim, maka itu adalah akta autentik,”ujarnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
18 Comments

18 Comments

  1. Hendrik jigo

    7 August 2015 at 8:36 am

    Berita ini semakin membingungkan ,,sebentar milik cipta akta 2345 ,,itu sah
    Kemarin berita cipta belum beli
    Mana yg benar ??????
    Tahukah Rud ,,,hakim sudah di caci maki oleh masyarakat ,,eee ee h gak tahu milik cipta secara syah “”””
    Jangan buat berita ,meyesat kan pembaca

  2. yap

    7 August 2015 at 8:39 am

    waw, hebat kali kasus ini, setau saya dalam cerita yang telah saya baca bahwa TIDAK PERNAH ADA PEMBAYARAN dalam akta tersebut.
    waawwww jangan-jangan penulis ini nampak belangnya untuk menyokong ke Tjipta, yang tidak sesuai dengan berita – berita sebelumnya yang ngepro ke Conti

  3. Kusmayadi

    7 August 2015 at 9:36 am

    Main kayu semua …
    Sekarang ini berita hangat hangat taik ayam
    Kalau sudah bertelur ya telur nya diambil ayam nya dipotong
    Bagaimana mungkin orang tak bayar tapi akta nya syah ,,telur busuk namanya ..nanti seperti kasus medan

  4. Lalok

    7 August 2015 at 10:35 am

    Siapa yg benar
    Hakim yg benar ????
    Conti c yg benar?????
    Tjipta f yg benar??????
    Menurut tulisan si rud yg benar awalnya conti c. Kemudian vonis menurut si rud hakim yg benar
    SetelH dibenarkan hakim dgn jual beli telah terjadi [syah] walau tidak disertai pembayaraan [uang ]
    Maka menurut hakim telah berpindah hak ke tjipta ,,maka semua telah menjadi hak nya tjipta Ok lah pendapat hakim amat dangkal ,,,selamat lah buat tjipta f untuk pertama kalinya di negri uni .
    Penjahat telah dibenar kan hakim khairul fuad ,,,yg sorang ahli hukum membuat suatu hukum. rimba

  5. Suherman

    7 August 2015 at 10:49 am

    Kalau hakim sama jaksa berpihak pada uang macam mana hukum mau ditegakan? Baik tutup ajalah sidangnya, cuma sandiwara yg diperlihatkan aja, kita2 ini cuma penonton yg di bogok2 in aja, elok nonton filim bokep lagi pada nonton sandiwara tak jelas

  6. Pedi

    7 August 2015 at 2:23 pm

    Jijik nya melihat pemerkasa kasus ini
    Siapa si yg tak ada pri kemanusian .sampai sampai

  7. Johson

    7 August 2015 at 3:46 pm

    Jadi kesimpolan conti nahan surat tjipta
    Yaaaaa tak habis mikir ya ,,kenapa harus ditahan suratnya bro
    Ya ada apa akta cipta ditahan
    1 apa mau minta uang 2 kali
    2 apa cipta bayar ke conti
    3 apa ini jebakan cipta
    4 kenapa cipta tidak menunjukan bukti beli
    5 kenapa conti tidak mau menyerahkan ke cipta
    6 kenapa hakim jatuhkan keputusan conti bersalah
    7 kenapa hakim nyatakan sudah ada peralihan ha
    8 kenapa hakim menyatakan syah milik cipta
    9 kalau emang cipta benar hakim harusnya tegas
    10. Hakim haruslah adil dalam mengambil keputusan kalau emang nya cipta pinya ya putuskan gedung bcc kepunyaan cipta segera …”……………………..

  8. darwin

    7 August 2015 at 6:52 pm

    saksi ahli sdh menyatakan fakta2 transaksi tdk sah,tak pernah jd rujukan jaksa,hakim,nyata2 aroma suap mulai dr persidangan awal2 dari suplier sampe notaris nampak sdh diatur sedemikian rupa mengkadali conti sbg korban,sandiwara msh berlangsung

  9. Ompong

    7 August 2015 at 6:53 pm

    Tjipta mau dimana lg kamu berlindung .pun akan dikejar sebagai penjahat kerah putih

  10. Mamang

    7 August 2015 at 8:36 pm

    Fuad mengatakan tellah terjadi pengalihan saham saham ,apa ini ,,sedangkan wartawan mengatakanbelum ada pembayaran …
    Kharul fuad itu PKI

  11. yunan

    7 August 2015 at 10:46 pm

    pilkada pjbt pd sibuk,mpe urusan pengadilan brutal mcm ini takda yg peduli,jahat bener jdkan hukum dan alat ngr mcm anjing herder , tjipta n kroni takkan bs napas lega hujatan ,caci sgl penjuru masy n publik sdh jdkan dia oknum tionghoa plng licik dibumi batam

  12. Jengkol

    8 August 2015 at 7:47 pm

    Budiman sitorus dan alvian tak lama lg di cokok KPK
    Duo manusia Ulok ini harus dibasmi dari bumi ini

  13. ratno

    10 August 2015 at 11:33 am

    sampai mana kasus ini disidang pengadilan negeri tlh mempertontonkan hukum sbg alat kuasa mafia,suap takbs bungkam fakta realita,cepat atau lambat terkuak dalang dan penerima bancakan uang panas bcc

  14. lesmana

    11 August 2015 at 11:56 am

    khairul sdh foya2 cicipi suap tjipta,penggantinya aro ini msh diuji reputasinya apakh ngiler jg cipratan uang panas bcc

  15. fahrul

    12 August 2015 at 6:14 pm

    bgm pakwartawan klanjutan britanya apa sdh ada akhir sandiwara pengadilan ini

  16. gondo

    13 August 2015 at 5:14 pm

    napsu setan tjipta meluluhlantakkan supremasi hukum btam,smua makan suap aparat bejat mpe tutup mata,hati,hargadiri

  17. pramono

    15 August 2015 at 8:11 pm

    kasus yg bertele2 makin nampak rekayasa yg diotako cipta pukimarta,mau sampe mana menikmati uang pasa hasil rampasan,masyarakat tak kan diap menyorot dan menghakimi scr moral dan mental

  18. pramono

    15 August 2015 at 8:16 pm

    kasus yg bertele2 makin nampak rekayasa yg diotako cipta pukimarta,mau sampe mana menikmati uang pasa hasil rampasan,masyarakat tak kan diam menyorot dan menghakimi scr moral dan mental

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + thirteen =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top