Diana Sambut Baik Laporan ICW Kepri ke KPK dan Mabes Polri | SWARAKEPRI.COM
BATAM

Diana Sambut Baik Laporan ICW Kepri ke KPK dan Mabes Polri

Terkait Dugaan Suap Rp 200 Juta dari Disdik Batam kepada Diana Titik Windayati

BATAM – swarakepri.com : Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Diana Titik Windayati(DWT) menyambut baik adanya laporan dari Indonesia Corruption Watch(ICW) Kepri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dan Mabes Polri terkait dugaan suap sebesar Rp 200 juta yang diterimanya dari dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Yahya(YH) untuk meloloskan anggaran di Dinas Pendidikan Batam tahun 2013.

Kalau sudah memang dilaporkan ke KPK atau Mabes Polri justru lebih bagus….kan kita semua menggunakan azas praduga tak bersalah. Biar proses hukum yang memutuskan,” ujar Diana melalui pesang singkat SMS kepada swarakepri, Senin(26/8/2013) pukul 15.12 WIB.

Diana juga menegaskan agar semua pihak nantinya bisa menghargai proses hukum yang akan berjalan. “Jangan kita diadili sebelum perkara itu ada,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya Indonesia Corruption Watch(ICW) Kepri melaporkan dan menyerahkan bukti rekaman pembicaran antara YH(oknum dinas pendidakan batam) dan DWT(Sekretaris Komisi IV DPRD Batam) terkait dugaan suap dan gratifikasi sebesar Rp 200 juta untuk meloloskan anggaran di Dinas Pendidikan Kota Batam Tahun 2013 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) pagi tadi, Kamis (22/8/2013).

“Laporan dan Barang bukti rekaman pembicaraan suap antara YH dan DWT sudah sudah diterima oleh bagian penerimaan laporan dan bukti atau dokumen di Kantor KPK,” ujar Sekretaris ICW Kepri, Rudi Sirait lewat sambungan telepon.

Menurut Rudi isi dari rekaman suap tersebut membicarakan tentang penyuapan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Batam terhadap Komisi IV DPRD Batam untuk meloloskan anggaran Tahun 2013.

YH sendiri berperan sebagai pejabat yang diperintahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Muslim Bidin untuk “mengamankan” anggota dewan. Sementara DWT berperan untuk memfasilitasi anggota Komisi IV lainnya.

Dalam rekaman tersebut, kata Rudi YH terungkap bahwa selama ini Dinas Pendidikan Kota Batam sudah saling bekerjasama untuk merampok uang APBD Kota Batam. ” Dinas Pendidikan sudah ada kesepakatan dengan dewan untuk meloloskan anggaran 2013,” jelasnya.

Kesepakatan yang disebutkan dalam rekaman tersebut adalah permintaan 10 item proyek di Dinas Pendidikan oleh anggota Komisi IV DPRD Batam. 10 proyek yang sudah disepakati tersebut oleh DWT kemudian minta diganti dengan uang cash senilai Rp 200 juta.

“10 hari kemudian YH menyerahkan uang senilai Rp 200 juta tersebut kepada DWT untuk memfasilitasi ke anggota dewan lainnya. Uang yang seharusnya diserahkan ke anggota dewan lainnya ternyata tidak diserahkan DWT,” jelas Rudi.

(redaksi)

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top