Diskotik Planet Diduga “Ladang Uang” Oknum Aparat Hukum di Batam | SWARAKEPRI.COM
BATAM

Diskotik Planet Diduga “Ladang Uang” Oknum Aparat Hukum di Batam

Satu Institusi penegak hukum diduga terima upeti Rp 100 juta per bulan

BATAM – swarakepri.com : Bisnis hiburan malam khususnya diskotik yang menyajikan narkotika dan minuman keras sebagai menu utama makin tumbuh subur di Batam. Bisnis haram yang dikuasai mafia kakap ini nyaris tidak pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum yang ada di Batam. Meskipun pernah dilakukan razia gabungan di beberapa diskotik yang ada, aparat hukum hanya “berani” memproses pemakai dan kurir narkotika saja, sementara bandar dan pengelola diskotik hingga saat ini masih kebal hukum.

Mandulnya kinerja aparat penegak hukum, rendahnya sikap kritis dari elemen masyarakat dan lemahnya pengawasan dari Pemerintah Kota Batam semakin memperkokoh eksistensi para mafia narkoba yang selama ini begitu leluasa menjalankan bisnis haramnya di Batam.

Meskipun sering dianggap klise, tudingan bahwa aparat penegak hukum telah dibungkam dengan uang setoran(upeti) dari para pengelola diskotik untuk mengamankan bisnis haram tersebut semakin sulit dibantah.

Salah satu petugas keamanan Hotel Planet Holiday yang berada di kawasan Nagoya Batam beberapa hari lalu menjawab tudingan tersebut dengan pengakuan yang mencengangkan. Ia mengungkapkan bahwa seluruh institusi aparat penegak hukum yang ada di Batam diberikan upeti hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya oleh pengelola diskotik planet. Hotel Planet Holiday sendiri memiliki tiga diskotik di Batam yakni Diskotik Planet Ozon(planet 1), Planet 2(Newton) dan planet 3(HH Club).

Tidak hanya dalam bentuk upeti, pengelola diskotik planet menurutnya juga memberikan service lainnya yakni dengan menanggung biaya hotel dari para tamu dari institusi penegak hukum yang ada.

“Semua penegak hukum di Batam semua dapat jatah, termasuk wartawan juga. Tidak usah munafiklah,” ujarnya.

Dengan enteng ia mencontohkan bahwa saat digelarnya MTQ Nasional di Batam beberapa waktu lalu, para petinggi Polri dan pejabat tinggi lainnya mendapat pelayanan menginap gratis di Hotel Planet Holiday.

Diberitakan sebelumnya peredaran narkoba masih dilakukan secara terang-terangan di berbagai diskotik Batam, Kepulauan Riau. Aparat penegak hukum Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi(BNNP) Kepri tidak berkutik dan tetap membiarkan peredaran narkotika tersebut.

Narkoba jenis ekstasi beraneka jenis masih tetap dijual seperti kacang goreng bagi penikmat dunia gemerlap(dugem) di Batam tidak terkecuali para remaja, pejabat bahkan aparat penegak hukum sendiri.

Kinerja Kepolisian dan BNNP Kepri dalam memberantas peredaran narkoba di Batam yang selama ini sering diberitakan media massa belakangan ini atas keberhasilannya menggagalkan penyelundupan narkoba ke Batam berbanding terbalik dengan fakta dilapangan yakni bebasnya peredaran narkoba di berbagai diskotik yang ada di Batam.

Adanya dugaan bahwa oknum petinggi Kepolisian di Kepri dan oknum petinggi BNNP Kepri telah disuap oleh para mafia narkoba yang bercokol di berbagai diskotik di Batam semakin tidak terbantahkan. Empuknya uang suap dari mafia narkoba ini sudah membutakan para oknum aparat penegak hukum ini meskipun akibatnya sangat fatal yakni rusaknya generasi muda yang mengkonsumsi narkoba. (TIM,2)

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × one =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top