Ini Kronologis Dugaan Kredit Bodong di Bank Ekonomi | SWARAKEPRI.COM
BISNIS

Ini Kronologis Dugaan Kredit Bodong di Bank Ekonomi

Bank Ekonomi Member HSBC Group/ist

BATAM – swarakepri.com : Dugaan adanya kredit bodong sebesar Rp 74.686.000.000(sebelumnya disebut 64.686.000.000) yang dicairkan Bank Ekonomi Member HSBC Group kepada Tjipta Fudjiarta yang mengaku sebagai Komisaris PT Bangun Megah Semesta(BMS) bulan Juli 2012 lalu makin terang benderang.

Direktur Utama PT BMS Conti Chandra melalui Kuasa Hukumnya dari SN Partnership, Muhammad Rum SH mengungkapkan kronologis pengajuan kredit ke Bank Ekonomi yang dilakukan oleh Tjipta Fudjiarta kepada swarakepri.com, Jumat(10/7/2015) di Batam.

Rum mengatakan sekitar bulan juni 2012, Tjipta Fudjiarta bersama Edy Saputra selaku Head of Region C Bank Ekonomi dan Samuel Muliadi selaku RM Coorporate Banking bertemu Conti Chandra di restoran yang berada lantai 1 Hotel Batam City Condotel(BCC) untuk memuluskan pengajuan kredit di Bank Ekonomi.

“Saat pertemuan itu Conti Chandra telah mengatakan ke pihak Bank Ekonomi(Edy dan Samuel,red) bahwa Akta 2,3,4 dan 5 masih dipegangnya karena Tjipta Fudjiarta belum melakukan pembayaran,” jelas Rum.

Meskipun bukti kepemilikan saham Tjipta Fudjiarta pada Akta Jual Beli(AJB) nomor 2,3,4 dan 5 yang asli belum dilihat, diteliti dan dianalisa, sebulan kemudian kata Rum yakni pada tanggal 10 Juli 2012, Bank Ekonomi tetap mencairkan pinjaman kepada PT Bangun Megah Semesta(BMS) sebesar Rp 74.686.000.000

“Sadar telah melakukan kekeliruan, setelah pinjaman itu dicairkan, pihak Bank Ekonomi kemudian berupaya meminta akta-akta yang asli tersebut kepada Conti Chandra,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa upaya pihak Bank Ekonomi untuk meminta akta tersebut tidak pernah dipenuhi Conti Chandra karena Tjipta Fudjiarta belum melakukan pembayaran.

“Karena gagal meminta akta-akta itu, Tjipta Fudjiarta bersama Bank Ekonomi diduga melakukan jurus lain yakni bekerjasama dengan Notaris Syaifudin membuat akta RUPS illegal PT BMS tanggal 16 Mei 2013 untuk mengkudeta Conti Chandra dan mengangkat Toh York Yee Winston sebagai Direktur Utama,” terangnya.

Lebih lanjut Rum mengatakan bahwa setelah akta RUPS itu diterbitkan Notaris Syaifudin, urusan administrasi PT BMS di Bank Ekonomi dan di Hotel Batam City Condotel(BMS) diambil alih oleh Toh York Winston(dalam persidangan disebut belum punya IMTA sebagai Dirut PT BMS) yang telah diangkat menjadi Direktur Utama oleh Tjipta Fudjiarta.

Conti Chandra sendiri sejak saat itu tidak lagi memiliki akses di PT Bangun Megah Semesta(BMS) dan di Hotel BCC.

“Tjipta Fudjiarta, Edy Saputra dan Samuel Muliadi(Bank Ekonomi) serta Notaris Syaifudin diduga telah bersekongkol untuk mengkudeta Conti Chandra dari PT BMS,” paparnya. 

Namun demikian kudeta tersebut menurut Rum terburu-buru dan tidak sempurna karena Toh York Winston dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam terbukti belum memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing(IMTA) sebagai Direktur Utama PT BMS dari Kemenakertrans.

“Kudeta yang mereka lakukan tidak sempurna, di persidangan sudah terbukti Winston tidak punya IMTA sebagai Dirut PT BMS,” ujarnya.

Masih kata Rum, setelah setahun menjabat Direktur Utama di PT BMS, tahun 2014 lalu posisi Winston kemudian digantikan posisinya oleh Ricardo Fudjiarta hingga saat ini.

“Sampai saat ini, Tjipta Fudjiarta tidak memiliki bukti kepemilikan dan pembayaran saham di PT BMS,” tegasnya.

Saat berita ini diunggah, Head of Region C Bank Ekonomi Wilayah Sumatera, Edy Saputra belum berhasil dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya Bank Ekonomi Member HSBC Group diduga telah mencairkan kredit bodong sebesar Rp 74.686.000.000 kepada Tjipta Fudjiarta yang mengaku sebagai Komisaris PT Bangun Megah Semesta(BMS) pada bulan Juli tahun 2012 lalu.

Ironisnya pencairan kredit puluhan miliar rupiah tersebut dikabulkan oleh Head of Region C Bank Ekonomi Wilayah Sumatera Edy Saputra meskipun Conti Chandra selaku Direktur Utama PT BMS telah menyurati Pimpinan Bank Ekonomi Cabang Batam saat itu untuk bantuan pengawasan agar tidak menyetujui pengajuan penambahan tanda tangan yang dilakukan Tjipta Fudjiarta.

Hal ini ditegaskan Kuasa Hukum Conti Chandra dari SN Partnership, Muhammad Rum SH, Jumat(10/7/2015) di Batam.

Rum mengatakan surat bantuan pengawasan yang dilakukan Conti Chandra sebelum pencairan pinjaman, ditanggapi Sunyoto Wijaya selaku Pimpinan Bank Ekonomi saat itu dalam suratnya nomor 503/SW/VI/2013 yang menyatakan akan tetap melanjutkan transaksi sesuai dengan kewenangan perseroan sesuai dengan anggaran dasar yang berlaku.

“Bank Ekonomi sangat gegabah mengambil kebijakan yang tidak didukung dengan fakta-fakta yang ada,” ujar Rum.

Rum menegaskan bahwa Bank Ekonomi telah mengambil kebijakan yang sangat keliru karena Tjipta Fudjiarta sampai saat ini belum pernah melakukan pembayaran atas saham di PT BMS kepada Conti Chandra.

“Akta Jual Beli saham nomor 2,3,4 dan 5 tanggal 2 Desember 2011 belum pernah dilihat, diteliti dan dianalisa oleh Bank Ekonomi” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam Akta Perjanjian fasilitas perbankan Tanggal 10 Juli 2012 yang diterbitkan Notaris Syaifudin disebutkan bahwa seluruh hutang pemegang saham yang ada dan yang timbul dikemudian hari terkecuali hutang pemegang saham atas pelunasan Term Loan(TL) Bank Panin sebesar Rp 60 Miliar wajib disubordinasikan.

Selanjutnya minimum kepemilikan saham atas nama Tjipta Fudjiarta adalah 70 persen dan debitur wajib mendapatkan persetujuan Bank Ekonomi atas penambahan fasilitas pinjaman kredit dari instansi keuangan lainnya.

Rum menambahkan lolosnya pinjaman yang diduga fiktif tersebut tidak terlepas dari peran Notaris Syaifudin yang bersedia menerbitkan akta perjanjian fasilitas perbankan meskipun tidak pernah melihat akta jual beli(AJB) saham PT Bangun Megah Semesta nomor 2,3,4,5 tanggal 2 Desember 2011.

“Notaris Syaifudin diduga telah kongkalikong dengan pihak Bank Ekonomi untuk memuluskan secara hukum pinjaman yang diduga fiktif tersebut,” jelasnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
21 Comments

21 Comments

  1. bondan

    12 July 2015 at 3:22 pm

    mmng itikad jahat tjipta dah dr awal mencreate smua skandal ini,cuan gede dgn cara culas dia terapkan dgn gandeng banyak pihak agar terlindungi

  2. Mamang

    12 July 2015 at 3:53 pm

    Ampun notaris syaifudin menkudeta conti chandra ,,rakus kali notaris pengelap pajak bersama tjipta fujiarta menipu aset orang lain ,,lebih dari setan
    Mengerikan kasus bcc penuh tipu daya ,
    Eh tjipta jangan tipu tipu di kepri

  3. Syarif hidayatullah

    12 July 2015 at 4:00 pm

    Apa tjipta setiap saat di hujat sama masyarakat lama lama juga akan cau /lari dari kepri pak tjipta yg terhormat di clubs lion apa sih mau nya kamu mendingan lepas kembalikan serta minta aja maaf lalu pulang kampung pelihara ayam ,,,bebek ,dari pada hidup dalam sumpah /hujatan yg bertubi tubi anda yakin dan percaya bakal roboh /tumbang lalu akan timbul permasalahan dalam keluarga ,tidak ada artinya buat anak anak kamu sebab harta rampasan itu panas pak maaf ya pak tjipta

  4. Rio

    12 July 2015 at 4:02 pm

    Ngrumpi yo di bcc .seru deh bos bos kelakuan begal

  5. jefridin

    12 July 2015 at 4:02 pm

    syaifudin kliatan salah satu prancang skandal jijik ini,tergaransi tjipta dg berikan karungan uang segar buat bangun rumah diblakang kantornya,srakah bener idupnya

  6. kho pian tjuk

    12 July 2015 at 4:27 pm

    hayaaa lo tjipta bikin boong yg jijik matiii lah lo,kebuka smua kedok lo,anaklo jg,richardo ma bapak sama piciknya nrambas hak orang lain tanpa malu

  7. chaca

    12 July 2015 at 4:45 pm

    klakuan jahat memang sdh watak tjipta mpe nyeret apart,bank,hakim,jaksa

  8. Tandiono

    12 July 2015 at 6:49 pm

    Bank Ekonomi yg rentan terhadap kejahatan kerah putih ,sepertinya bobolnya kredit Bcc tersebut di bantu oleh head meneger regional wilayah dan di bantu oleh staf nya ,apa pangawasan pusat begitu lemah .ini faktor manusia yg iman tergoyang oleh tjipta dkk ,korban nya pemuka masyarakat ,yg tergiur lembaran merah merahan ..

  9. Hong li

    12 July 2015 at 10:18 pm

    Omong kosong kalau head regional sumatra edy saputra dan samuel mulyadi tidak mendapat anpau ,,mana mau dia mengeluarkan kredit tanpa mengetahui pemiliknya , konyol konyol pemberi kredit itu masih ada otak untuk berpikir ,,logika nya hilang

  10. sonny

    13 July 2015 at 12:16 am

    luluh lantak dunia perbankan batam gara2 klakuan manusia2 srakah tjipta,syaifudin,angli,winston,edi dan kroni,bankpun dibobol demi nafsu syetan bermuka duitpanas,ngrasain babak2 genting fakta2 digelar jd tontonan dan cacian masyarakat,mestinya ada pengadil yg makili Tuhan agar sengketa busuk ini lekas kelar

  11. Januar k

    13 July 2015 at 7:17 am

    Tjipta fudjiarta harus memberikan klarifikasi buat pers berita demi berita sudah bukan lagi menyudutan tjipta.tapi sudah mengarah kan ke konco konco tjipta seharusnya tjipta harus berjiwa kesatria dalam mengambil keputusan untuk tidak lagi melibatkan orang lain ,lalu masih juga diam aja sama dgn pengecut alias bener dalam hal melakukan penipuan /perampasan / kerah putih ,hak yg bukan jadi miliknya ,,kami dari anggota Lions club merasa malu atas perbuatan kejadian yg menghentak dalam organisasi kami ,,kami juga minta secara kesatria anda mundur /jgn mengatas namakan organisasi ,demekian kami mohon kesadaran anda sendiri (tahu malu bro)

  12. johansyah

    13 July 2015 at 11:59 am

    lionsclub acara amal seantero batam,terkotori ada tjipta otak dari megaskandal ini,menyeret banyak pihak,oknum,penegak hukum,ada jd bulan2nan nantinya tjipta krn tersangkutnya para pejabat,oknum berpengaruh, dibarter apalg tjipta pertggjwbkan smua?

  13. rio maulana

    14 July 2015 at 12:09 am

    siapa yg baik akan dpt kebaikan,yg merampas jg akan terhempas,cipta,conti,jg siapapun yg terlibat akan dptkan benih yg dia tabur,pengacara cipta bungkam,dungu macem takbs omong lg,conti mulai lega hak2nya kan kembali,penegakan hukum smakin kliatan dibatam ini mafia perkara gentayangan macem takda muka lg

  14. Jack me

    14 July 2015 at 7:16 am

    Jor jor jor an perbuatan tjipta fujiarta ,menghebohkan perbuatannya ,menjadi artis sebagai pelaku kejatahan dalam aktor cerita ini ,

    Teteapi harus kita akui bahwa tjipta fujiarta mempunyai talanta gan jaringan dalam perstiwa tersebut

    Apabila tjipta fujiarta berhasil mengambil bcc hotel dan meneruskan tahta kepada rikardo fujiarta ,, jenni fujiarta mala permaiin /perjuangan tim jaringan tersebut sama seperti flim layar lebar

    Catatan dari perjalan antara tjipta fujiarta dan kel berserta semua unsur yg terlibat baik yang beperan sebagai pembantu dalam pengambil alihan bcc hotel maupun yg perjuangkan kebenaran secara hakiki untuk hak hak conti chandra juga akan tercatat sebagai ceritera masyarakat selama bcc hotel berdiri

    Demekian lah saya sebagai pembaca mengikuti mengamati perkembangan kasus bcc hotel yg teramat rumit memakai atas nama hukum (celah)seta sdr tjipta menunjukan power kekuasaan besar untuk menekan siapa saja yg membantu sdr conti chandra

    Kepada semua penegak hukum baik polisi jaksa hakim dalam melihat kasus bcc hotel harus lah melihat secara keseluruhan dari awal sampai akhir cara cara tjipta fujiarta mendapatkan bcc terscara syah atau akal binakal ,

    Demekian jalannya cerita tersebut seperti layar lebar flim hongkong ,,,kami juga menharap kejadian tersebut di flimkan dengan aktor utama tjipta dan conti besrta yg terlibat didalam catatan berita yg ada . Terimah semoga kita bisa menkoreksi diri kita semua

  15. hermasyah

    14 July 2015 at 11:00 am

    hukum bener2 runtuh jk tak terusut dgn tuntas skandal ini, pihak conti smakin terang pemilik sah bcc,tjipta terpojok fakta yg terus dibeberkan,pengadilan smakin cepat ketokpalu,bcc kmbl ke yg hak

  16. Dajjal

    14 July 2015 at 10:00 pm

    Merampok ,merampas mencuri ,,ketiga kata tersebut ada pada sdr Tjipta Fujiarta ,,fakta persidangan terang benderang ,seperti gunung Essssss yg mulai mencair kebenaran ada pada yg benar. Begini pak hakim cara memutuskan kasus bcc ini apa yg salah bisa di benarkan??? Maaka hancurla peradaban dunia oleh Dajjal tjipa fukita

  17. Veronika

    15 July 2015 at 12:12 am

    Maling bank si cipta tapi tak dihukum
    Maling ayam dihukum 1tahun
    Maling celana kolor dihukum8bulan
    Bunting lah negara ini

  18. Abbas

    15 July 2015 at 6:31 am

    Perbuatan pembobolan tjipta f semakin kelihatan degan tidak menjawab atau membantah semua berita tjipta sendiri atas semua tuduhan baik pers maupun masyarakat ,kita semua bisa mengartikan sdr tjipta bersama genk ,melakukan aksi aksi kerah putih di kepri ,,tapi mengalami kegagalan fatal.,
    Secara umun sdr tjipta bersama genk telah di vonis oleh masyarakat kepri// ///hukumnan sosial masyarakat itu merupakan sumpah untuk pendatang yg mendiptakan keresahan,,
    Tjipta fujiarta tidak mungkin bisa melawan kodrat ,kalaupun tjipta mau mengklarifikasi kasus bcc yg telah diambil (dikuasai) secepat tjipta menyampaikan pada pers berserta bukti bukti akta akta serta yg penting sdr tjipta membuktikan ada nya PEMBAYARAAN KE CONTI ,,,issu beredar di kedai kopi ,,
    Punulis meminta maaf pada tjipta apabila ada yg tak benar mohon di balas “””””dari pembaca abbas

  19. ginanjar

    15 July 2015 at 1:29 pm

    buyar skenario tjipta,jaksa,notaris,kebenaran hal hakiki takdir Tuhan,conti bs tenang lg idupnya

  20. janis

    20 July 2015 at 6:39 pm

    sisap2 sj para pelaku begal bcc mempertanggungjawabkan tabiatnya,Yang Kuasa akan mengembalikan keadilan diatas sglnya

  21. hamidi

    21 July 2015 at 10:22 pm

    hukum kalo sdh tak jalan dibatam,investor akan hengkang,jaksa hakim mesti jeli kasus ini sdh jd tontonan publik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 6 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top