Kekerasan terhadap anak di Kepri terus Meningkat | SWARAKEPRI.COM
BATAM

Jumlah Kekerasan terhadap anak di Kepri terus Meningkat

BATAM – www.swarakepri.com : Jumlah kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum di Kepri presentasenya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jika tahun 2010 tercatat ada 110 kasus, maka tahun 2012 naik menjadi 152 kasus. Sedangkan tahun 2013 ini sampai bulan may, sudah ada 69 kasus.

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPPAD Kepri, Ery Syahrial disela-sela acara pelantikan Titi Sulastri Mph sebagai Komisioner KPPAD Kepri oleh Wakil Gubernur Kepri, Suryo Respatiano menggantikan komisioner sebelumnya Edi Safrani, Rabu(5/6/2013) di Gedung Graha Kepri Batam Center.

Menurutnya selama tahun 2012, KPPAD Kepri menerima pengaduan kasus anak sebanyak 152 kasus. Bila dibagi dalam kelompok perlindungan anak maka masing-masing kasus tersebut adalah anak yang membutuhkan perlindungan khusus sebanyak 75 kasus, anak yang melakukan tindak pindana atau disebut Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) sebanyak 41 kasus, hak asuh 28 kasus, hak kesehatan 7 kasus dan hak pendidikan 2 kasus.

“Sebanyak 41 kasus anak yang melakukan tindak pidana yang diterima laporan dan didampingi oleh KPPAD Kepri masing-masing adalah kasus pencurian sebanyak 25 kasus, pencabulan 6 kasus, kekerasan 4 kasus dan lain-lainnya 6 kasus. Sedangkan dari 75 kasus anak yang membutuhkan perlindungan khusus di Kepri yang terbanyak adalah kasus pencabulan sebanyak 35 kasus, kekerasan dan eksploitasi anak 16 kasus, penelantaran 11 kasus dan lain-lainnya 13 kasus,” jelas Ery.

Ery mengatakan, berdasarkan pendataan oleh KPPAD pada tahun 2012, jumlah anak yang menjadi korban dan menjadi pelaku tindak pidana sebanyak 213 anak. Dengan perincian korban anak mencapai 158 anak.

Sementara itu jumlah kasus terbesar diKepri adalah korban pencabulan atau kekerasan seksual sebesar 93 anak yang terdiri dari 35 korban pencabulan, 20 korban kekerasan dan eksploitasi, 23 anak korban penelantaran orang tua dan lain-lainnya 15 anak dan ini perlu penanganan khusus.

“Jumlah anak yang menjadi pelaku tindak pidana berjumlah 65 anak. Sebanyak 45 anak yang bermasalah dalam pengasuhan orangtuanya, 7 anak belum mendapatkan layanan kesehatan dari pemerintah, dan 3 anak yang bermasalah dalam hak pendidikannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata ery bahwa persentasi peningkatan korban anak tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya mencapai 97,8 persen. Selain menerima pengaduan langsung kasus anak untuk dilakukan pendampingan dan penyelesaian, KPPAD Kepri juga memantau kasus-kasus anak yang diberitakan diberbagai media massa yang terbit di Kepri selama tahun 2012 sampai tahun ini.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respatiano sendiri dalam sambutannya berharap kepada anggota yang baru dilantik agar melaksanakan tugasnya sesuai tupoksinya. Bahwa dalam setiap masalah yang berkaitan dengan anak, jangan serta merta anak diangap salah.

“Kesalahan anak dalam masalah hukum tidak terlepas dari orang tua sendiri. Melakukan penyuluhan terhadap orang tua, faktor lingkungan,” ujar Soeryo.(pariadi)

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 1 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top