Kasus Conti Chandra, Para Pengusaha Minta Hukum Ditegakkan | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

Kasus Conti Chandra, Para Pengusaha Minta Hukum Ditegakkan

Palu-Hakim/ist

BATAM – swarakepri.com : Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia(HIPPI) Kota Batam, Ibnu Walid meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menegakkan hukum seadil-adilnya pada kasus dugaan penggelapan jabatan di Hotel Batam City Condotel(BCC) yang didakwakan terhadap Conti Chandra.

“Pengadilan harus menegakkan hukum seadil-adilnya dan mempelajari kasus ini dengan sedalam-dalamnya, ” ujar Walid, siang ini, Rabu(29/7/2015).

Ia mengaku para pengusaha di Batam terus mengikuti perkembangan kasus ini di Pengadilan Negeri Batam dan berharap keadilan benar-benar ditegakkan.

“Keadilan harus benar-benar ditegakkan. Jangan sampai kasus ini membuat resah pelaku usaha di Batam. Selama ini kita tahu bahwa pemilik BCC Hotel adalah Conti Chandra,” tegasnya.

Hal senada juga dikatakan Rahman, pelaku usaha sekaligus pemerhati pariwisata di Batam. Ia meminta Majelis Hakim benar-benar menegakkan keadilan pada kasus yang membelit Conti Chandra.

“Kita berharap hukum jangan dipermainkan, karena akan sangat mengganggu dunia investasi di Batam,” tegasnya.

Sementara itu Penasehat Hukum Conti Chandra, Alfonso Napitupulu SH mengaku yakin kliennya akan dibebaskan oleh Majelis Hakim.

“Dari fakta-fakta persidangan yang terungkap, kami yakin Conti Chandra akan dibebaskan Majelis Hakim,” ujarnya.

Seperti diketahui kasus dugaan penggelapan dalam jabatan di Hotel BCC yang didakwakan kepada Conti Chandra akan akan diputuskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam hari Kamis besok, tanggal 30 Juli 2015.

Sebelumnya Conti Chandra dan Penasehat Hukumnya dari SN Partnership, Alfonso Napitupulu telah menyampaikan nota pembelaan(pledoi) terhadap Tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Aji Satrio Prakoso, Selasa kemarin (28/7/2015). (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
12 Comments

12 Comments

  1. Yap

    29 July 2015 at 4:10 pm

    Semoga ini bisa ditegakkan secepatnya, dikarenakan ini adalah contoh betapa sadisnya manusia sekarang

  2. dicki

    29 July 2015 at 4:19 pm

    sdh semestinya jadi pr para pengusaha,investor maupun pemangku kuasa dibatam ini,skandal penipuan yg sangat memberikan citra buruk penegakan hukum dibatam,tjipta smakin nyata niatanya nipu tanpa mikir msh banyak yg menyoroti penegakan hukum dibatam

  3. cun lie

    29 July 2015 at 5:08 pm

    batampos apa sdh bebungkam tjipta knp takada britanya

  4. ganesh

    29 July 2015 at 5:15 pm

    tribunbatam,sindobatam,haluankepri memang sdh expos nih berita,kecuali batampos apa sdh ganti tjiptapos, kalo swarakepri.com tumben tak utuh britanya apa lg merger jg dengan tjiptakepri.com…hehehe

  5. Kardi

    29 July 2015 at 5:54 pm

    Kalau tjipta mau hotel bcc ya belilah sesuai harganya, jgn mengambil kesempatan dalam kesempitan, berundinglah baik2, kan jual beli itu senang sama senang, kalau kamu yg senang conti nya ngak mau…ya tak bisalah,itu memperkosa hak2 kemanusiaan itu namanya. Jgn harga yg tak masuk akallah belinya, dan Jelas2 tjipta belum punya hak sebagai penguasa hotel bcc dari yg kami amati

  6. imel sandra

    29 July 2015 at 7:00 pm

    aq sangat setuju banget pendapat ketua HIPPI dan para pelaku usaha mengikuti perkembangan kasus hotel BCC dan bisa merusak dunia usaha yang ada di batam apalagi jpu aji apa yang membuat aji membela tjipta apa karna uangnya.

  7. ratno

    29 July 2015 at 7:08 pm

    biadapnya manusia bernama tjipta ini,memang dari awal sdh niat nipu pake pancingan uang jg,skr dapet,bagi2 dgn aparat hitam yg msh bs cincai kongsi jahat ngrampas bcc,hakim msh akan gunakan nuraninyakah memutus kasu yg sangat kotor dlm supremasi hukum republik ini

  8. Hendry lau

    29 July 2015 at 9:12 pm

    Kalau masyarakat sudah mengatakan hukum harus ditegakan ,maka jaksa dan hakim jangan bernego nego,,,jaksa bersikukuh ,sedangkan hakim indenpenden ( belum kelihatan ) itu lah yg benar sebagai wakil tuhan ,
    Dalam kasus ini marilah kita percayakan pada wakil tuhan di bumi ini ,yakin la hakul yakin pada hakim
    Jangan bepreksi ,kita semua legowo
    Kasus ini akan menjadi cermin hukum di kepri

  9. Garry

    29 July 2015 at 9:57 pm

    Hukum keadilan ada dimana pak Hakim
    Barangnya diambil//orang nya mau disalahkan
    Kalau berita ini benar ,,ini kasus yg sangat konyol ,
    Uang tidak dibayar barangnya sudah dikuasai ,
    Tak perlulah aku mengajari jaksa ,ingat pak jaksa sumpah masyarakat itu bagaikan tuah serta karma untuk keluarga mu itu ada
    Kalau sudah tahu disumpah ,,secepatnya mengambil keputusan yg adil menurut mu ,
    Hakim yg memutuskan //
    coba lah balikan kasus tersebut jatuh pada anda sendiri atau keluargamu
    Pakai acuan diatas untuk memutuskan kasus tersebut dan akan adil buat masyarakat dan bagi hakim yg memutuskanya
    He he he indomie sedap pak

  10. H Zukarnain

    29 July 2015 at 11:40 pm

    Allah Swt memerintahkan manusia berlaku adil ,termasuk dalam memutuskan suatu pekara dan memberikan kesaksian keadilan dalam hukumadalah keadilan yg dapat menwujudkan ketemtram,kebahagian,dan ketenangansecara wajar bagi masyarakat ,keadilan hukum dapat dapat dilihat secara nyata dalam praktik ,antara lain apabila keputusan hakim yang dijatuhkan oleh aparat penegak hukumtelah mampu memberikan rasa ketemtraman ,kebahagian ,ketenangan bagi masyarakat dan mampu menumbuhkan opini masyarakat bahwa putusan hakim yg dijatuhkan sudah adil dan wajar .hal ini akan memberikan kepecayaan pada masyarakat dan akan membela hak dan menhukum yg melanggar
    Apabilah kondisi demekian initelah tercapai ,hal itu akan membantu mencegah timbulnya praktik main hakim sendiri yg sering dilakukan oleh masyarakat yg tidak puas akankeputusan hakim
    Lopa Al-Quran dan hakhak asasi manusia,121………
    Dari Abdullah Yusuf,,,semoga bermanfaat bagi yg mengambil keputusan ,,,,,,,,,,,,,,,,,,.

  11. Marjoto

    30 July 2015 at 5:31 am

    Buat penerhati hukum di kepri// penegak hukum

    Hukum harus memperhatikan::
    Asas legalitas dari pelapor kasus rekayasa dari Tjipta fujiarta untuk sebagai pilar keadilan / negara hukum
    1. Bahwa sanksi pidana atau straf – sanctie hanya dapat ditentukan dengan undang undag
    2. Bahwa ketentuan sanksi pidana ini tidak boleh berlaku surut atau green terugwerkende kracht[6]
    Kajian kami atas tuduhan pengelapan pasal 372 374 atas pengelapan akte yg ada di mabes apalagi tentang penjualan tuduhan apartemen[2] tidak berlaku surut [ pada belum saat Tjipta Fudjiarta masuk ..untuk pembaca ketahui asas hukum pidana yg disidangkan ini kemunkingnan diluar proses hukum yg NORMAL alias hukum pesanan jaman modren ,,tulisan ini hanya merupakan keprihatinan atas kasus Bcc .semoga semua pihak penegak hukum tidak membuat kasus ini menjadi tragedi hukum jual beli di bumi kepri ini
    Harusnya hakim dan jaksa mempunyai prinsip pokoknegara hukum bukan prinsip pokok pesanan sdr Tjipta fudji yg menurut hemat kami tidak masuk akal baik secara agama maupun secara kehidupan sosial yg telah kami amati dari awal
    Hukum negara kita twlah dibuat seram / ngeri oleh oknum aparat yg sakit mental
    Kedepan nya setelah kasus bcc semoga kita bisa sama sama memperbaiki hukum di negri ini dgn mengawasi atau saran / kritik buat penegak hukum supaya tidak membuat kehidupan bermasyarakat rusak ( tataan kehidupan) terima kash

  12. Dodol

    30 July 2015 at 6:01 am

    Tjipta kalau nak setelkan masalah ” judge” ni senang ja HUSNUDZON or dalam bahasa melayunya bersangka baik .sebelum kita main judge orang tu kita pikiaq dulu ,mesti ada sebab oarang tu macam tu macam ni ,,haaa bukan main sembrono ja judge depa .mesti ada sebab kan kenapa depa macam tu macam ni ,macam penceramah pulak aku ni koff kofff ha haaaa
    Cukup la sampai takat tu Ni la keja aku time boring2 ,nak travel tak sempat ,kamera da berhabuk ,,,,,,,,,takat ni ja kot ,,,Okeh ,,salam buat Conti C .
    Tak useh lah main zolim menzolimin macam benar aja tjipta fujiaka,nak tak mau bayar macam bajak laut aja dikau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top