Kasus Prostitusi di Villa Kavling, Polisi Tetapkan 2 Tersangka | SWARAKEPRI.COM
KRIMINAL

Kasus Prostitusi di Villa Kavling, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga saat konperensi pers di Mapolda Kepri, Senin(9/9/2019)/Foto : Shafix

BATAM – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menetapkan AW dan FH sebagai tersangka dalam kasus dugaan prostitusi di Villa Garden No. 58A, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Tersangka AW diduga sebagai penampung dan FH sebagai perekrut pekerja di Villa Kavling 58A, Tanjung Balai Karimun. Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga dalam konperensi pers di Pendopo Polda Kepri, Senin (9/9/2019) siang.

Erlangga menjelaskan, anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi dari salah satu lembaga negara bahwa telah terjadi dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Kabupaten Tanjung Balai Karimun yang dialami oleh seorang korban perempuan berinisla LA (19) pada Kamis 5 September 2019.

“LA merasa ditipu dan tidak tahan atas pekerjaan yang telah diberikan pelaku yaitu sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan tarif Rp. 600.000 hingga Rp. 2.000.000,” jelasnya.

Lanjut Erlangga, atas laporan tersebut tim Polda Kepri terus melakukan pengembangan penyidikan yang mengarah kepada tersangka FH yang berada di Bandung.

“Selanjutnya pada Sabtu 7 September 2019, tim bergerak menuju Desa Cingondewahilir, Kecamatan Margaasih, Jawa Barat dan mengamankan pelaku untuk dibawa ke Polda Kepri,” tambahnya.

Ia menjelaskan modus operandi yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut dengan melakukan perekrutan melalui aplikasi sosial media.

“Modus operandi yang dilakukan tersangka yakni melakukan perekrutan melalui aplikasi media sosial seperti, Beetalk, Line dan Facebook yang mencantumkan nomor Handphone dan lowongan pekerjaan sebagai LC (Pemandu Lagu) dan terapis SPA, namun korban diperkerjakan sebagai PSK dan ditampung oleh AW di Komplek Villa Garden 58A, Kapling, Tebing, Tanjung Balai Karimun,” jelasnya.

Menurut Erlangga, korban mengalami ekploitasi ekonomi dan seksual dari kedua tersangka.

“Ekploitasi ekonomi sendiri korban dijadikan PSK dengan harga permalam mulai dari Rp. 600.000 hingga Rp. 2.000.000 dengan sistem bagi hasil sebanyak 50 persen untuk korban, sisanya 50 persen lagi untuk pengelola dan hasil dari pekerjaan tersebut akan diberikan setiap 6 bulan sekali,”ujarnya.

“Sedangkan ekploitasi seksual yang dialami oleh tersangka yaitu diperkerjakan sebagak PSK dengan cara korban dipesan oleh tamu dan dibawa ke hotel,” lanjut Erlangga.

Ditambahkan bahwa barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dari kedua tersanga diantaranya 2 buku catatan tarif pesanan PSK, 1 buku catatan kasbon, uang tunai senilai Rp. 15 Juta, 1 buku absensi korban, 2 unit Handphone dan 1 buku rekening Bank BCA atas nama tersangka FH.

“Tersangka dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang RI No. 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pasal 55 KUHP, dengan ancaman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan, serta denda paling sedikit Rp. 120.000.000 dan paling banyak Rp. 600.000.000,”pungkasnya.

 

 

Penulis : Shafix

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top