Kesaksian Para Pemegang Saham Berbeda-beda di Persidangan | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

Kesaksian Para Pemegang Saham Berbeda-beda di Persidangan

Sidang Kasus Penggelapan di Hotel BCC Batam

BATAM – swarakepri.com : Keterangan para pemegang saham PT Bangun Megah Semesta(BMS) pada kasus dugaan penggelapan di Hotel Batam City Condotel(BCC) dengan terdakwa Conti Chandra berbeda-beda saat memberikan kesaksian pada persidangan di Pengadilan Negeri Batam.

Salah satu perbedaan keterangan para saksi pemegang saham yang terungkap dalam persidangan diantaranya terkait penggunaan dana Rp 20 miliar yang dikatakan saksi Wie Meng, Andres Sie dan Hasan dalam persidangan.

Wie Meng dalam kesaksiannya tanggal 15 Juni 2015 mengaku bahwa terdakwa Conti Chandra telah menyerahkan uang sebanyak Rp 27,5 miliar kepada para pemilik saham PT BMS untuk pembayaran saham berdasarkan akta 89.

Uang tersebut kemudian digunakan sebanyak Rp 20 Miliar untuk membayar utang para pemegang saham dan suplier yang ada. Sedangkan sisanya dibagikan ke masing-masing pemegang saham sesuai dengan surat pernyataan pemegang saham nomor 1601.

Wie Meng juga mengaku setelah adanya surat pernyataan tersebut, kemudian dibuat akte No 4 di Kantor Notaris Anly Cenggana terkait penjualan saham dari Wie Meng kepada Tjipta Pudjiarta tanpa dihadiri Tjipta Pudjiarta.

Sementara itu Andres Sie, pemegang saham PT BMS lainnya dalam kesaksiannya di persidangan tanggal 22 Juni 2015 mengaku nilai saham sebesar Rp 27,5 miliar yang dituangkan dalam akta 89 diperoleh berdasarkan hitungan bersama para pemegang saham saat itu.

Namun uang tersebut tidak seluruhnya diterima oleh para pemegang saham dari Conti Chandra tapi diterima sesuai dengan surat pernyataan pemegang saham nomor 1601.

“Yang Rp 20 miliar digunakan untuk membayar utang perusahaan kepada suplier waktu pembangunan hotel,” kata Andres.

Ketika ditanyakan Majelis Hakim dari mana Conti Chandra mendapatkan uang Rp 27,5 miliar, Andres mengaku tidak tahu dan terlihat kebingungan.

“Saudara jika terbukti berbohong bisa dituntut,” kata Ketua Majelis Hakim Khairul Fuad mengingatkan saksi atas keterangannya.

Andres Sie kemudian mengatakan hanya mengetahui bahwa Conti Chandra mempunyai partner bisnis.

Hal berbeda diungkapkan Hasan, pemegang saham PT BMS lainnya dalam kesaksiannya tanggal 22 Juni 2015. Ia mengaku bersedia menandatangani Akta Jual Beli(AJB) nomor 03 atas perintah terdakwa Conti Chandra.

“Terdakwa suruh tandatangani akta 03 karena sudah ada pendamping untuk beli saham,” jelasnya.

Terkait terbitnya akta 98 untuk membatalkan akta 89 tentang keputusan RUPSLB PT BMS, Hasan mengatakan hal tersebut terjadi karena terdakwa Conti Chandra yang saat itu menjabat Direktur Utama telah mendapatkan pendamping untuk membeli saham.

“Dalam akta 89, terdakwa punya hak penuh untuk mencari pendamping,”ujarnya.

Hasan juga mengatakan bahwa surat pernyataan para pemegang saham PT BMS nomor 1601 tanggal 28 Juli 2011 dibuat karena adanya perubahan pembayaran hutang para pemegang saham menjadi Rp 6 Miliar lebih.

“Yang Rp 20 miliar adalah utang pribadi para pemegang saham kepada terdakwa dan membayar suplier,” jelasnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
8 Comments

8 Comments

  1. John

    23 June 2015 at 8:15 pm

    Beda beda pendapat seperti es campur ya enak di hasan tak enak nya di tjipta fu,jiarta mending hasan gaku la yg jujur jangan udah usia tua tua tapi pintar berbohong ,,lihat tu mukanya hasan terbaca oleh hadirin di ruang sidangj

  2. Bribu

    23 June 2015 at 8:39 pm

    Kelihatan andres berbohong dgn kepala tertunduk lesu ,,,lebih baik jujur aja sepertinya tersembunyi fakta yg tidak mau diungkapkan ,,,baiknya lihat siapa yg berani membayar mu ,,kau bela lah dia jangan gik gak u u nampak kali bohong nya

  3. Lim tai hong

    23 June 2015 at 10:11 pm

    Perbedaan pendapat itu tanda panca silais berbeda besa tapi tetep satu tujuan membela yg benar mengusir penipu dari kepri ini ,,,maju trus bro tak perlu takut sama oknum oknum pengawal cipta kasus ini sudah diketahui khayak ramai ,,,siapa bermain api akan terbakar ….cipta pulang lah medan buka kedai kopi jualan ba kut teh

  4. Gatra

    23 June 2015 at 10:33 pm

    Mantan bos BCC melihat kelantai seperti nya lagi ilusi
    dilantai ada $$ 1″0000,,,ha ha bos jangan mikirin uang trus ,,,,tar ketahuan ,,,,lihat nampak tidak jujur pada gugup gomong nya makanya jangan coba coba berbohong ya

  5. Amir

    24 June 2015 at 4:07 am

    Saksi saksi menguntungkan conti semakin kelihatan kebenaran bahwa gedung Bcc di kuasai tjipta dengan akal bulus ,sementara tjipta tanpa ada rasa ____malu ___ mengakui milik nya dengan membayar uang 27 miliar ,,apaka benar??? 27m bisa mengusai bcc ?? Tjipta menurut kami ada unsur penipuan dalam mengambil hotel tersebut ,lebih baik dan lebih cepat kembalikan lah hasil atau hotel perampasan mu__________tjipa

  6. Darwin

    24 June 2015 at 5:28 am

    Ketiga saksi utama mengatakan tjipta tidak hadir berbeda pendapat ketrangan anly Sebaik pembuktiannya hanya di pembayaraan aja ,,tjipta ingin mendapat bcc gratis tapi hati hati lo tjipta ..kamu mending urungkan niat tipu kamu kalau gak tar bisa masuk penjara ,,umur sudah tua tapi masih juga mau tipu orang ,,di batam kamu itu ditakuti orang karna ilmu tipu kamu tinggi tjip

  7. Kusmayadi

    24 June 2015 at 7:10 am

    Perkara penipuan oleh cipta untuk mengambil BBc hotel membuat masyararat batam sangat kesal ,,,masakan tjipta konon dedengkot medan kena tipu ama orang kepri bernama conti logika nya secara akal sehat belum bisa diterima ,seperti nya kebalikan dari fakta nya ,,dan sudah ada kesaksian hasan,wimeng andras sutrokwi…mengatakan tidak kenal tjipta cuman ada yg bernama anly yg pro ke cipta berapa sih anly dibayar dedenkot medan

  8. Harahap

    29 June 2015 at 9:33 am

    Cina medan yg bernama tjipa konon jauh lebih afdol. dalam melihat mangsa yg mau lahap tipu tak mungkin kena tipu sama cina pulau ,,,fakta lah yg di mangsa itu conti chandra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top