Manuver Mantan Komisioner KPU Batam | SWARAKEPRI.COM
Headlines

Manuver Mantan Komisioner KPU Batam

SwaraKepri.com : Pengaruh pimpinan daerah dan Parpol untuk menanamkan kepentingannya dalam untuk meloloskan komisioner KPU ditingkat Provinsi dan Kota mulai dikurangi dan diamputasi. DPRD tidak lagi memiliki hak untuk menentukan anggota KPU terpilih, ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kewenangan ini diambil oleh KPU setingkat diatasnya, untuk tingkat Provinsi ditentukan KPU pusat dan tingkat Kabupaten/Kota ditentukan KPU Provinsi.

Hal inilah yang diperkirakan membuat para pihak yang terbiasa menanamkan kepentingannya menjadi tidak nyaman. Keterlibatan DPRD dalam menentukan Komisioner KPU terpilih, menyuburkan tradisi gerilya bekingan, bagi calon yang ingin lolos menjadi anggota KPU. Pastinya, bekingan akan dicari dari penguasa-penguasa di daerah, anggota DPRD, hingga pimpinan parpol besar.

Bahkan tak jarang, ada istilah “titipan” dari pihak tertentu, terhadap masing-masing Komisioner KPU terpilih. Kepentingan penguasa atau pemimpin daerah, dan parpol akan lebih kental dan mendominasi, memicu terjadinya transaksi kepentingan.

“Orangnya (bekingan) siapa?” begitulah pertanyaan yang lumrah ditanyakan antar calon, saat sama-sama mengikuti proses seleksi.

Terbiasa memonopoli berbagai bidang kelembagaan untuk menempatkan jaringan dan orang-orangnya duduk sebagai Ketua Lembaga. Para penguasa, DPRD kini harus gigit jari. Karena jangankan untuk menempatkan orang-orangnya duduk sebagai Ketua, untuk lolos sebagai anggota saja belum tentu berhasil.

Tidak jarang jika akhirnya, berbagai manuver dilakukan setelah gagal meraih harapan. Seperti rebutan jabatan sebagai
Ketua KPU, saling perang statemen di media, ataupun mundur setelah terpilih sebagai anggota KPU daerah.

Mundur setelah terpilih sebagai anggota KPU di daerah, bukan dilakukan tanpa sebab dan alasan normatif semata. Apalagi jika ini dilakukan oleh Komisioner KPU terpilih paling berpengalaman, dibandingkan Komisioner lainnya yang masih baru.

Gagal terpilih sebagai Ketua KPU, menjadi salah satu alasan kuat dari berbagai isu yang berkembang diantara Komisioner
terpilih. Meskipun mengklaim sebagai yang paling berpengalaman, namun penentuan Ketua dilakukan berdasarkan hasil
musyawarah Komisioner lainnya.

Dan belum tentu, faktor paling berpengalaman sebagaimana diklaim sendiri, membuat Komisioner lain menjatuhkan pilihannya. Bisa jadi justru sebaliknya, apalagi jika pengalaman yang dimiliki adalah pengalaman dengan rekam jejak buruk.  Seperti tidak memiliki prestasi, dan disebut-sebut terkait dengan korupsi dana hibah yang telah menyeret Mantan Ketua KPU Batam, Hendriyanto.

Dibawah pimpinan Komisioner baru?, gengsi, apalagi merasa paling berpengalaman. Dan tanpa posisi puncak sebagai Ketua, seolah akan hilang berbagai potensi dan peluang. Apalagi jika memiliki latar belakang atau masih disetir oleh media yang telah membesarkannya sebelum menjadi Komisioner KPU.

Sama dengan Komisioner yang merasi paling berpengalaman, media yang selama ini juga merasa terbesar di Kepri, juga tidak ingin melanjutkan dominasi kepentingan pada lembaga yang tidak dipimpin oleh jaringan dan orang-orangnya. Apalagi jika sampai lembaga tersebut justru dikuasai oleh jaringan dari media tetangga. Potensi pendapatan dari iklan, sebagaimana lima tahun belakangan mendominasi di banding media lain, diprediksi akan tergerus.

Mengundurkan diri disaat mulai bertugasnya Komisioner baru, dan ditengah padatnya tahapan pemilu, ibarat menanam ranjau di medan pertempuran. Berharap Komisioner baru lambat melangkah, dan siap-siap terjerumus ataupun terpental, begitu menginjak dan masuk di area ranjau yang tertanam.

“Sebagian diantara Komisioner baru inikan sebelumnya memang suka mengkritik kinerja kami (komisioner lama), jadi kami harapkan bisa lebih baiklah ke depannya,” kata eks Komisioner (Komisioner Lama) KPU Batam, Abdurrahman sebagaimana dikutip oleh sebuah media lokal, seolah memendam dendam atas terpilihnya Komisioner yang baru.

Menantang, merendahkan diri, dan meremehkan Komisioner baru sebagaimana dikesankan Komisioner KPU Batam yang lama, harus dijawab Komisioner baru dengan prestasi, kerja keras dan kerja nyata. Karena, tidak menutup kemungkinan, rongrongan mulai dari pernyataan, mencari-cari kesalahan, hingga pengerahan massa, akan mewarnai kinerja Komisioner  Baru KPU Batam dalam menjalankan setiap tahapan pemilu.

Belum lagi permasalahan-permasalahan lama, dan permasalahan baru yang akan muncul, karena sudah tertanam sebelumnya, juga harus mampu dihadapi dengan ketegasan yang didasarkan pada ketentuan yang ada. Sejumlah permasalahan lama dan baru, berpotensi muncul dan membesar, jika tidak diantisipasi secara komprehensif.

Diantara persoalan tersebut adalah ketidakakuratan verifikasi daftar pemilih, minimnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, dan proses pencalonan caleg yang bermasalah. Selain itu juga harus diantisipasi terjadinya manuver politik yang kian memanas nantinya, kampanye negatif, kampanye terselubung, akuntabilitas PPS, PPK yang rendah dan berbagai persoalan lainnya.***

Sumber : batamekbiz

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

To Top