PH : Jaksa “Bingung” Menyusun Tuntutan Conti Chandra | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

PH : Jaksa “Bingung” Menyusun Tuntutan Conti Chandra

Aji Satrio Prakoso dan Alfonso Napitupulu/rudi

Sidang Kasus Dugaan Penggelapan di Hotel BCC Batam

BATAM – swarakepri.com : Penasehat Hukum Conti Chandra, Alfonso Napitupulu SH mengatakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPI) Aji Satrio Prakoso pada kasus dugaan penggelapan dalam jabatan di Hotel Batam City Condotel(BCC) tidak jelas atau kabur.

“Dalam tuntutan JPU, PT BMS disebut mengalami kerugian senilai Rp 14.361.287.790, berbeda dengan dakwaan yakni senilai Rp 7.712.594.929. Ini menunjukkan kebingungan JPU menghitung jumlah kerugian PT BMS,” tegasnya kepada swarakepri.com seusai persidangan, Rabu(22/7/2015) sore.

Alfonso mengatakan kebingunan JPU tersebut disebabkan karena dasar untuk menentukan kerugian PT BMS tidak ada, karena tidak pernah dilakukan audit keuangan tapi hanya berdasarkan kertas coret-coretan.

“Dalam persidangan juga tidak pernah terungkap berapa jumlah kerugian PT BMS sebenarnya,” jelasnya.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, Alfonso juga mengatakan akan membantahnya saat membacakan pledoi atau pembelaan pada persidangan berikutnya.

“Soal penggelapan akta, Dimana yang digelapkan? Akta itu masih punya Conti Chandra, karena Tjipta Fudjiarta belum ada melakukan pembayaran saham yang dijanjikannya,” tegasnya.

Belum adanya pembayaran saham itulah kata Alfonso yang mendasari Conti Chandra melaporkan Tjipta Fudjiarta dkk ke Mabes Polri.

“Apa yang digelapkan? Akta itu saat ini masih di Mabes Polri,” ujarnya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum(JPU) Aji Satrio Prakoso dalam tuntutannya meminta Majelis Hakim menyatakan terdakwa Conti Chandra terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, melanggar pasal 374 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama tiga tahun enam bulan penjara dikurangi masa tahanan dengan perintah agar terdakwa segera ditahan,” ujar Aji saat membacakan tuntutan dipersidangan siang tadi, Rabu(22/7/2015) pukul 13.45 WIB.

Seusai mendengarkan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Khairul Fuad didampingi Budiman Sitorus dan Alfian selaku Hakim Anggota menunda persidangan hingga tanggal 28 Juli 2015 untuk mendengarkan pembelaan terdakwa dan penasehat hukumnya.

Diberitakan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum(JPU) Aji Satrio Prakoso dalam dakwaannya menjerat terdakwa Conti Chandra dengan pasal 374 KUHP subsider pasal 372 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

“Terdakwa tanpa seizin PT Bangun Mega Semesta atau saksi Tjipta Pudjiarta selaku Komisaris telah menguasai uang hasil penjualan 11 unit apartemen Batam City Condotel yang merupakan uang atau aset yang seharusnya
menjadi milik PT BMS dan menguasai dokumen perusahaan berupa akte jual beli saham nomor 3, nomor 4 dan nomor 5 dari Notaris Anly Cenggana,” ujar Aji.

Aji juga mengatakan bahwa akibat perbuatan terdakwa, PT BMS menderita kerugian sebesar Rp 7.712.594.929.

“Perbuatan terdakwa juga membuat saksi Tjipta Pidjiarta selaku komisaris dan pemegang saham PT BMS tidak dapat menguasai bukti kepemilikan saham PT BMS yang telah dibelinya,” jelasnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
35 Comments

35 Comments

  1. husin

    22 July 2015 at 9:51 pm

    hukum yg sdh terinjak2 oleh aparat hukum sendiri,keadilan ternyata masih belum tegak dibatam,kpk,m a. kejagung mestinya mulai bisa menindak aparatnnya yg sdh tersuap oleh begal bcc hotel

  2. farhan

    22 July 2015 at 10:01 pm

    beginilah wajah peradilan batam,tjipta bisa ketawa sementara,conti merenungi ketidakadilannya,hukum Tuhan akan memutus prilaku2 jaksa serakah ini yang tidak bisa gunakan akal sehat dan hati nurani,masyarakat terus menyorot dan mengawal supremasi pengadilan hukum yang sudah carut marut

  3. dimas

    22 July 2015 at 10:13 pm

    tjipta takkan lama berleha-leha,hukum alam siapa menabur akan menuai berlaku karma,pengadilan mempertontokan hukum yang menjijikan tanpa mengindahkan fakta hukum,skandal penipuan paling memuakkan diperlihatkan aparat hukum batam

  4. Iqbal

    23 July 2015 at 6:45 am

    Pagi ini di metro tv presiden tidak mau lagi melihat aparat hukum yg meng perjual belikan hukum
    Hukum bukan untuk orang yang punya uang untuk membengkok benkokan atau mencocokan seuai yg punya uang .
    Kasus Bcc hotel sudah diketahui oleh masyarakat luas ,dalam kasu ini sangat banyak kejanggalan yg kami ketahui dari berita koran maupun online
    Kami minta hakim untuk tidak bertindak di luar prosedur ,atau kemudian hari dari putusan hukum ini akan membuat masyarakat kepritidak nyaman,,kita lihat kasus sarpin membuat masyarakat indonesia heboh ,dampak nya sangat besar
    Hukum bukan ber acuan uang atau pemesanan seseorang tapi hukum diputuskan berdasarkan hati nurani .serta pembuktian yang ada

    Selamat idul fitri 1syawal 1436H
    “” Taqobbalallahu mina waminkum,shiyamana wa shiyamakum.kullu aam waantum bikhoir'”

  5. Axtea99

    23 July 2015 at 7:10 am

    WANDIPIRO gawat juga ya hukum yg ada di kota batam diperjual belika tanpa sembunyi sembuyi
    Axtrea99 melihat pemesanan dari pelapor sangat sangat aneh ,ha ha ha lucu membuat aparat mau juga menerima pesanan bom waktu
    yg menurut axtrea 99 pemain mafia hukum ingin mendapat kan aset Bcc hotel yg konon 400 miliar dgn bantuan oknum untuk memperoleh tanpa membeli /membayar kalau berhasil ini lah 400miliar akan di perhitungkan scop dan tanggung jawab masing masing yg menurut jasa atau peranan dalam kerja. Tinggal selangkah lagi
    Tjipta fujiarta bisa membagi bagikan atau memberikan jabatan di hotel bccc ,,serta kemudian bisa berdansa di lantai teratas serta minum anggur dan piza makanan jepang ikan mentah pirin manusia bugil sedap ,,ini lah untuk oknum oknum pejabat yg tiadk bermental ato mental begal ,,,

  6. Tash taufan

    23 July 2015 at 7:30 am

    JAKSA AJI SATRO BINGUNG KARNA KENA PUKAU TJIPTA FUJIATA ..KENA PUKAU UANG TJIPTA YA ?
    He he he kelicikan tjipta menrarik menjanjikan kalau rampasan nya berhasil itula yg bisa memukau oknum yang tergiur oleh janji janji serta sedikit uang receh

  7. kho lie teck

    23 July 2015 at 11:39 am

    tjipta dah siapin jaksa aji 2 m, notaris angli 1m , syaifudin 1 m, penyidik abu 1m, hakim 3m,pengacaranya 1 m, para kroni 100jutaan, pikirnya bentar lg pada trima angpow bcc dia berhasil rampas,srakahnya orang2 yg niat berkongsi jahat, jaksa aji nih tinggal nunggu dicokok kpk sj,hukum seprti mainan takda wibawanya,manusia yg sangat berbahaya bg pradaban keadilan

  8. Ninoy

    23 July 2015 at 11:42 am

    Bingung masih mendingan kalau sudah sinting bagaimana ,bro itu pengzolimin orang sama dgn yahudi
    Kasus ini mudah dicermati ,uang. Rp400miliar yg mau diambil dgn cara akal bulus alias merampok .kata gus dur kok susah susah mrmutuskan kasus ini

  9. Kosasi

    23 July 2015 at 12:14 pm

    Demi uang orang menghalalkan segala cara, uang jadi titik tumpu keadilan, hukum pake kaca mata kuda, Merampok berjamaah. Bentar lagi sampe di akherat dapat siksaan

  10. Pengamat masyarakat

    23 July 2015 at 2:21 pm

    Apa yg menyebabkan Aji Satrio bingung ..sebab hukum bukan bisa kita permainkan tapi hukum itu pasti (barang bukti ) kalo tak ada barang bukti ya jangan ngeyel terus nanti bisa di nilai masyarakat barang bukti ayam yg dijadikan bukti burung ini kan berbeda dalam pandangan mata bentuk nya sama tapi tak serupa buyung Aji satrio ,,,kami juga menyatakan kagum dgn. Tokoh kerah putih indonesia ,,hampir mulus dalam perampasan hotel bcc padahal tinggal selangkah lagi semua yang turut serta juga akan menikmati hasil haram tersebut
    Demekian pandangan pengamat hukum masyarakat umum

  11. H samsuldin

    23 July 2015 at 7:08 pm

    Aji satrio mejelis hakim yg terhormat

    Dikala hati sedang gundah gulana,,(godaan materi) maka ingatlah Allah krm dgn mengingat Allah hati kita akan tentram bersih
    Qs ar Radu 28
    Sidang kasus tersebut tidak lah rumit tetapi hukum yg diterapkan terhadap kasus ini kami prihatin “” penuh dgn rekayasa …

  12. norman

    23 July 2015 at 8:15 pm

    jaksa aji satrio dgn perhitungan gelap mata,suap terima dimuka,corengmoreng blepotanmupun harga diri takjadi arti,manusia seperti takpunya nurani,hukuman kpk,sorotan publik,cacioan masyarakat takcukup jg rasanya dgn menginjak hukum yg mestinya beradab,biadap betul jaksa ini,menisbikan fakta dan kesaksian saksi ahli dan bukti2

  13. Hendrik

    23 July 2015 at 8:45 pm

    Eh jorok nya kasus bcc perampokan yg dilegalkan oleh jaksa serta polis
    Kalau malu sudah gak ada ni bedabeda tipis dgn peliharaan ku
    Lihat ni komentarku yg bernama hendrik

  14. Jojo

    23 July 2015 at 10:49 pm

    Sangkin banyaknya dapat jatah jpu aji binun entah mau di kemanakan, mau di buat apa ya? Bini muda ajalah tambuah ciek

  15. rina septi

    24 July 2015 at 7:09 am

    tambah kelihatan siapa2 sj kena suap uang panas bcc hotel

  16. Akasarna

    24 July 2015 at 7:25 am

    Yth Aji Satrio dan para Hakim
    Beda lamum
    Wus sengsem rehing asamun
    Semune ngaksama
    Sesamene bang sisip
    Sarwa sareh saking mardi marto tama

    Kasus BCC hotel yg kami amati juga kami ikuti banyak yg berjasa mengantar kasus sampai bisa diproses secara hukum ,demekian bagi yg berjasa oknum tersebut sangat bangga di mara sdr Tjipta ,tetapi kasus tsb bagai batu es yg semakin hari menjadi air
    Buat jaksa dan majelis buka lah mata hati nurani untuk masyarakat kepri ,walaupun ini bukanya mau mengajari ,tapi pengadilan masyarakat telah terbentuk ,,Secara kehidupan Tjipta telah mendapat hukuman Sosial yg ada dalam kehidupan sehari hari
    Terima kasih

  17. dewi mona

    24 July 2015 at 3:01 pm

    jaksa bingung,lingling,limbung menabrak fakta dari saksi ahli maupun barangbukti,terlanjur kemakan ntuh uang haram,apa lacur, lanjut meluncur,meski cacian,hinaan dan murka masyarakat kepri tak bisa dibendung lagi,hukum macem mainan,jadi wakil Tuhan menyangkut nasib orang tapi diselewengkan

  18. Zaka tinggkir

    24 July 2015 at 3:09 pm

    Kelanjut ikut berita bcc ,cuma semuanya harus menahan diri melihat wakil tuhan untuk bertindak ,jangan beprasangka buruk kepada orang lain ,istilah pemerhati batu es bukan batu akik

  19. Fredi gu

    24 July 2015 at 5:29 pm

    Buat kita semua yg mengamati kasus bcc
    Kalian pasti pernah ketemu sama orang yg kerjanya tukang bohong (tubo)kan. ?
    Gimana rasanya ,pasti dongkol jugalah kalau kita sudah tahu sifat aslinya yg penuh drama pasti tidak bakalan bisa dikadalin atau mau dibohongi
    Walaupun hal yg sederhana tapi ya gak enak jugalah .bcc ini adalah salah satu contoh pembohong yg sudah memakai menejemen taktik untuk menjerat siapa saja Siapa kah orangnya ??? Baca aja kasus bcc ini

  20. iskandar

    24 July 2015 at 7:11 pm

    smakin berlarut smakin makan ati jg nyimak brita ginian,serem bener tinggal dibatam,apa2 bs direkayasa.invest disinipun jd penuh kekuatiran,para pemangku kuasa seperti pada tutup mata,apa memang sdh jd kota rimba yg punya kuasa dan harta bs nginjak siapapun yg lengah,lemah,mengalah

  21. Datuk Maranggi

    24 July 2015 at 8:37 pm

    Penegak hukum yang terhormat
    Untuk pak hakim
    “Alu tataruang patah tigo ,samuik tapijak indak mati

    Untuk pak jaksa
    Cadiak malam biguang ,gilo maukia kayu tegak ,

    Untuk pak Tjipta fud
    Dek malu buruak tasuo ,pagi menanti patang ,insyafiah diri dgn tabuah

    Untuk Conti ch
    “Abiah pendakian ado penurunan ,abiah penurunan ado pandkian ,,

    Untuk Alfonso & M Rum
    Maagak mangko diagiah ,dibalak mangko dibalah

    Untuk penulis Rudi
    Gadang ombak caliak kapasianyo,gadang kayu caliak kapangkapnyo

    Untuk pembaca sekalian
    Dalam aia buliah diajuak ,dalam hati siapo tahu

    Salam ,,,ALAM TAKAMBANG MENJADI GURU ,,,

  22. Tyas

    24 July 2015 at 8:48 pm

    Yo mantap lah buat Aji satrio
    Mancuang dikaik jo pisang ,ikua dikaik jo duri duri
    Kasus ini dalam pengawasan masyarakat janganlah bertindak sewenang wenang ,,,
    Raso kabarek dilapeh kan ,raso kasulik dielakan ,bak cando mangganggam baro .

  23. Sinaga

    24 July 2015 at 11:00 pm

    Pesan buat Alfonso ” Ingkon songon poting,lam marisi lam so mersoara
    Jolo dinilat bibir asa nidok hata

    Pesan buat Tjipta ‘ Jampek do pat ni gabus ”
    Salimbakbak salimbukbuk solot dipea pea ,sahali pemargabus matua tano ndang porsea..

    Pesan buat Aji satrio
    Niarit tarugi bahen tusuk ni pora pora ,molo naeng jumpangan uli ingkon olo. Do loja

    Pesan Conti chandra,
    Molo litok aek di toruan ,tingkiron matu ju lu

    Pesan Notaris Syafudin
    Songon parlange ni si bagur ,tio tu jolo ,litok di pudi..
    Dari
    Singa lapar ,Sinaga

  24. Simbolon

    24 July 2015 at 11:21 pm

    Pesan buat Alfonso Napitupulu
    INGKON SONGON POTING,,LAM MARISI LAM SO MARSOARA
    JOLO DINILAT BIBIR ASA NIDOK HATA

    Pesan buat Conti Chandra
    MOLO LITOK AEK DI TORUAN , TINGKIRON MA TU JULU,

    Pesan buat Tjipta Fudjiarta
    SALIMBAKBAK SALIMBUKBUK SOLOT DIPEA PEA ,SAHALI PE MARGABUS MATUA TANO NDANG PORSEA
    JAMPEK DO PAT NI GABUS

    Pesan buat Aji Satrio
    NIARIT TARUGI BAHEN TUSUK NI PORA PORA ,MOLO NAENG JUMPANGAN ULI INGKON OLO DO LOJA

    Pesan buat Notaris Syaifuddin
    SONGON PARLENGE NI SI BAGUR ,TIO TUJOLO,LITOK DIPUDI,

    DARI ;SIMBOLON,, PENGAMAT KASUS BCC BATAM

  25. Jojo

    25 July 2015 at 9:45 am

    Conti adalah orang tertindas oleh tjipta dan keroninya, alfonso bak bruce lee yg berhadapan dengan para perampok, tendangan berantai alfonso menbuat jaksa, hakim terpental, di susultendangan yg mengenai tim sukses tjipta…di belakangan nya ada sutradara (tjipta) yg terkencing2 ketakutan liat kesaktian alfonso, sedikit lagi ayooo tendang lagi brooo semangaaaaat

  26. shintarani

    25 July 2015 at 2:43 pm

    conti bak pendekar yg tak patah jurus,pantangmundur memperjuangkan haknya,tjipta dan grombolan membabi buta make jurus iblis bayangan halalkan sgl cara,pertaruhan martabat,materi,hargadiri sdh smakin nampak pemenangnya,tjipta make aji dgn upeti yg takkira2,pikirnya menang dpt rampasan,pertarungan masih disaksi rakyat batam,keserakahan merontokkan ambisi setan

  27. Al Rahman

    25 July 2015 at 5:44 pm

    Wahai orang orang yg beriman , jadilah kamu penegak al -qissth (keadilan) ,menjadi saksi karena Allah ,,walaupun terhadapdirimu sendiri

    Keadilan dalam Al -quran
    Keadilan yg dibicarakandan dituntut oleh AL-Quran amat beragam,tidak hanya pada proses penetapan hikim atau terhadap pihak yg berselisih ,melainkan AL -Quran juga menuntut keadilan terhadap diri sendiri baik berucap ,menulis atau bersikap batin
    Dan hendaklah ada diantara kamu seorang penulis yg munulis dengan adil walaupun terhadap kerabat ……!! ( QS AL-An ,am [6]152)

    Kehadiran para para Hakim ditegaskan bertujan untuk menegakan sistem kemanusiaan yang adil

    AL-Quran memandang kepemimpiman sebagai “” perjanjian Ilahi”” yg melahirkan tanggung jawab menentang ke zoliman dan menegakan keadilan

    Buat bacaan para HAKIM AAyg berada dibumi juga merupakan wakil tuhan di bumi ,,,,amin

  28. herwindar

    25 July 2015 at 7:34 pm

    menyimak para pembaca swara kepri dari tionghoa,batak,jawa,padang,sunda mungkin jg ustad pa kyai jg sukun lainnya,smua menyorot ketimpangan hukum ini,para awam maupun pemerhati tergerak menyuarakan keresahan,keisengan maupun kegundahan,pada prinsipnya smua bebas bersuara,apakah para aparat,penegakhukum,conti,tjipta,penyidik,jaksa,masih buta tuli,takadakah titiktemu masalah ini,alam dan takdir menjawabnya nanti

  29. Hasan basri

    25 July 2015 at 7:53 pm

    AL -quran memerintahkan perbuatan adil dan kebajikan seperti bunyi firman-Nya
    Artinya “”sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan “”” (QS AL -Nahl [16];90 )
    Ihsan ( kebajikan ) dinilai sbg yg menlebihi keadilan
    Nanum dalam kehidupan bermasyarakat ,,keadilan lebih utama dari pada kedermawanan atau ihsan
    Iman Ali r,a bersabda “Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya “” ini menjadi sendi kehidupan bermasyarakat
    Aji satro Tjipta fujiarta perlu mendalami agama ,,jangan sampai Akhlat dan iman mu tercemar
    Perbuatan menipu serta turut serta adalah kejahatan
    Maka insyaf lah ,,,,,,

  30. reymon

    25 July 2015 at 8:40 pm

    bentuk keprihatinan berbagai khalayak akan menggoyahkan keangkaramurkaan penindasan hukum ini,siap tergerak disitulah uji nurani disbagian pembaca swarakepri tercermin,orang yg tak saling kenal tergelitik memberi komentarnya mana benar mana salah terpampang nyata dibalik smua fakta

  31. rahayu

    26 July 2015 at 2:11 pm

    bertele-telenya kasus ini ada banyak kepentingan,kepalang sdh terima suap aparat hukum bingung putuskan perkara,lambat laun fakta membuka tabir siap otak dan begal bcc yg sdh jd konsumsi publik masyarakat batam

  32. Ucok

    26 July 2015 at 5:05 pm

    Oc kaligis aja kenak cokok, kalau hukum masih maen mata, bentar lagi kpk turun cokok mereka ini

  33. werton

    26 July 2015 at 10:09 pm

    dah banyak pt maupun investor pailit,hengkang dari batam ketambahan ribuan phk menimpa paara pekerja,jaminan investasi yg dikotori skandal hukum ini jd tambah bikin runyam ekonomi batam,bedebah bener jaksa yg tutup mata serakahnya trima upeti panas tjipta mestinya sani,suryo,ahmad dahlan, rudi maupun penguasa batam lainnya ikut benerin kasus ini,tegakkan hukum sbg panglima

  34. khalis

    27 July 2015 at 9:04 am

    sidang demi sidang berlangsung dlm penentuan siapa pemilik sah bcc,jaksa menuntut takseperti fakta putusan hakimlah penentu sgl nasib hukum ini,gunaka nurani menyangkut nasib orang ini

  35. hasibuan

    27 July 2015 at 6:45 pm

    tertarik mengikuti brita bcc,swarakepri andai ada sidang bcc dibritakan dong,kami masyarakat pingin mliat jg sidangnya scr langsung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top