PH : Keterangan Saksi Ahli tidak Dipertimbangkan Majelis Hakim | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

PH : Keterangan Saksi Ahli tidak Dipertimbangkan Majelis Hakim

Alfonso Napitupulu SH/rudi

 Terkait Putusan Conti Chandra

BATAM – swarakepri.com : Penasehat Hukum Conti Chandra, Alfonso Napitupulu SH mengatakan putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim pada kasus dugaan penggelepan dalam jabatan di Hotel Batam City Condotel(BCC) tidak mempertimbangkan alat bukti dan keterangan saksi ahli.

“Saksi ahli Hukum Perdata, Arisman di persidangan telah menegaskan bahwa dalam UU Notaris akta yang tidak ditanda tangani dihadapan Notaris batal demi hukum. Itu sudah dikatakan saksi ahli dipersidangan, tapi tidak dipertimbangkan Majelis Hakim,” ujar Alfonso, Kamis(30/7/2015) malam.

Alfonso mengatakan bahwa dalam putusan itu, Majelis Hakim berkesimpulan bahwa pembatalan akta mutlak harus melalui Pengadilan.

“Saksi ahli sudah mengatakan akta itu batal demi hukum karena tidak ditandatangani dihadapan Notaris. Kalau para pihak tidak setuju akta itu batal demi hukum, baru Pengadilan yang memutuskan,” jelasnya.

Terkait putusan Majelis Hakim tersebut, pihaknya menurut Alfonso masih belum memutuskan upaya hukum selanjutnya.

“Besok kita akan putuskan upaya hukum selanjutnya,” pungasnya.

Diberitakan sebelumnya Ketua Pengadilan Negeri Batam sekaligus Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan kasus dugaan penggelapan di Hotel Batam City Condotel(BCC) Khairul Fuad menegaskan bahwa putusan pidana atas terdakwa Conti Chandra tidak menyangkut kepemilikan Hotel BCC.

“Putusan pidana tidak menyangkut kepemilikan Hotel BCC,” ujarnya seusai membacakan putusan kasus Conti Chandra, sore tadi, Kamis(30/7/2015) pukul 16.30 WIB di Pengadilan Negeri Batam.

Dalam putusannya, Khairul Fuad didampingi Budiman Sitorus dan Alfian selaku Hakim Anggota menyatakan terdakwa Conti Chandra terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan dipidana selama dua tahun dipotong masa tahanan.

“Barang bukti tetap terlampir dalam berkas perkara,” kata Fuad saat membacakan putusan.

Terkait penggelapan uang penjualan 11 unit apartemen BCC sebesar Rp 14.361.287.790 yang didakwakan JPU terhadap Conti Chandra, Fuad mengatakan dakwaan tersebut prematur karena belum pernah dilakukan audit.

“Coretan tangan tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti. Dakwaan tersebut belum saatnya diajukan dan prematur dalam masalah ini,” tegasnya.

Sementara itu soal dugaan penggelapan akta 3,4,5 yang didakwakan JPU, Fuad mengatakan Majelis Hakim berpendapat bahwa dengan terbitnya akta-akta tersebut, telah terjadi pengalihan saham.

“Akta 3,4,5 merupakan akta autentik yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang dan belum pernah dibatalkan, sehingga akta itu sah,” jelasnya.

Menurutnya hingga saat ini akta-akta itu masih ada dan belum pernah dibatalkan, kecuali nanti ada putusan Hakim yang membatalkan akta-akta tersebut.

“Selama belum ada putusan Hakim, maka itu adalah akta autentik,” ujarnya saat menjelaskan soal putusan Majelis Hakim yang telah dibacakan kepada Conti Chandra di persidangan.

Fuad juga menegaskan bahwa status terdakwa Conti Chandra saat ini tidak dalam masa penahanan Pengadilan Negeri Batam.

“Kalau terdakwa dan JPU terima putusan dalam 7 hari, terdakwa menjalani pidana sesuai putusan. Tapi kalau terdakwa dan JPU banding, wewenang untuk melakukan penahanan ada di Pengadilan Tinggi,” pungkasnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
35 Comments

35 Comments

  1. david

    30 July 2015 at 11:41 pm

    apakah hukum msh bs tegak dibatam?inilah tontonan publik yg paling mengenaskan

  2. Sugeng

    31 July 2015 at 5:34 am

    Jasa jasa pak hakim tidak akan dilupakan oleh tjipta fujiarta ..keberhasilan pegambilan bcc ini tragedi hukum yg mencoreng di bumi ini ,,proses hukum pegambilan bcc hotel merupakan sukses buat tjipta fujiarta.
    permainan yg membuat pembaca merasakan keadilan itu telah diperjual belikan oleh
    Ketga setan ,tsb. memalukan ,,,,’,,,,,,,,,,,

  3. Hasan

    31 July 2015 at 7:13 am

    Alamak permainan nego nya di singapore hari ranu
    Jorok nya permainan kedua pihak ,,saling suap menyuap akhirnya jaksa dan hakim pecah perutnya

  4. tantowitan5@yahoo.com

    31 July 2015 at 8:11 am

    khairul korbankan institusi pn demi suap sesaat,kpk menantimu rul

  5. hasansakri

    31 July 2015 at 3:56 pm

    khairul sdh cabut dari batam,kasus ini sprti hakim gila yg mau cari pesangon dari mafia kakap tjipta,pikirnya pindah jejaknya kan musnah padahal media sdh tulis,saksi ahli berikan keterangan sesuai fakta dan akademisinya,lantak lantak lah kau hakim sesat,akan dikejar kpk dimanapun tugasmu

  6. dodo jaya

    31 July 2015 at 8:09 pm

    hakim bisa berleha-leha sekarang lepas jabatan kabur ntah kmana,kpk mengintaimu khairul,batam kau kotori tabiat suapmu

  7. sie ming

    31 July 2015 at 8:11 pm

    serakahnya manusia tipu kongsi tanpa malu-malu,tjipta akan kena karmanya

  8. jamalluddin

    31 July 2015 at 8:15 pm

    ngeriku pada negriku karna hukum di pn batam dan indonesiaku kasihan conti

  9. Umar said

    31 July 2015 at 10:27 pm

    Padamu negri ku
    Yth Khairul fuad setelah putuskan sidang senyum senyum bahagia ,,lalu kabur dari batam ,
    Kita kita tidak tahu rasa keadilan itu ada dimana apa keadilan itu ada dikantong celana haaaaaaaaa

  10. Huzzaidin

    31 July 2015 at 10:49 pm

    TERKUTUKLAH ORANG ORANG YANG SERING MENZOLIMIN ORANG
    TERKUTUKLAH DIA DIMANAPUN AKAN JUGA MENZOLIMIN ORAN G
    BENAR APA YG DITULIS TEMAN TEMAN BERWAJAH MANIS BERHATI IBLIS
    TERKUTUK SUDAH KABUR

  11. nanosanjasa

    1 August 2015 at 1:11 am

    lembur gak sengaja baca brita ginian nyesek,ada 100 hakim macam khaiurul fuad bisa buyar bubar pengadilan indoinesia,conti dan cipta akan merakan karmanya yg perbuat berbisnis dgn hasil menipu

  12. ekiperdana

    1 August 2015 at 11:47 am

    uang sdh butakan nurani siapapun,meski negara menjaminnya,hukum bisa jadi komoditi semata,khairul fuad contoh real hakim yang memperkosa hukum dgn iming2 suap bahkan sdh dinikmatinya jauh lampau,tjipta tak akan sayang ahmburkan suap krn dpt uang jg dari merampok,menipu hak conti,uang memang bisa bikin gelap mata dan buta hati

  13. asung

    1 August 2015 at 5:10 pm

    biadap skl kasus ini bikin malau warga tionghoa,gak smuanya klakakuannya macem tjipta, chan takcincai ya nipu akhirnya

  14. Bong garna

    1 August 2015 at 5:34 pm

    Khirul fuad sebagai hakim apa gak gerti kata keadilan
    Yg ada hanya tega
    Kami juga ingatkan fuad akan kejadian kasus conti tak diulangi ditempat baru nantinya bertugas
    Prestasi yg fuad corengkan sangat besar di kenang masyarakat batam ,,ketiga manusia hakim jorok / sampah bagi masyarakat kepri

  15. fitriyana

    2 August 2015 at 1:08 pm

    keren bingit swarakepri menyorot kasus ini mestinya media nasional menyorot juga keburukan hukum kita di tangan pengusa mungkin saat ini saat conti chandra korban akibat ketidak jelasan hukum yang buruk gak tau lagi entah siapa lagi mangsa pengusaha asal uang bisa hukum di beli atau di gadaikan oleh para penegak hukum.

  16. sefriyani

    2 August 2015 at 1:16 pm

    padahal saksi ahli sudah beri kesaksian tapi emang otak serta hati mereka para pemberi keputusan hukum masih di kuasai tikus syetannya uang.

  17. Huuuu pos

    2 August 2015 at 8:27 pm

    Batam pos sudah jadi Tjipta pos ….
    Sudah dapat segepok uang ..menulis sesuai pesanan

    • fakri

      2 August 2015 at 8:38 pm

      panteslah sdh trima 20juta cash dari tjipta makanya,lembek pa lg yg punya jg korup

  18. hendrasaka

    3 August 2015 at 10:46 am

    dihujat sedasyat apapun pikirnya hakim,jaksa, aparat, tjipta tak mempan, kita masih punya kpk dan presiden yang komitmen berantas suap dan kkn,agar batam dijauhkan dari mafia hukum,cepat atau lambat modus suap ini akan dibongkar jg oleh kpk

  19. umar

    3 August 2015 at 12:53 pm

    bubarkan sj pengadilan negri btm, vonis macem sandiwara sj,pada kmn dprd,pemangku kuasa batam,nih kotanya diacak2 hakim gila

  20. reno sanjaya

    3 August 2015 at 9:04 pm

    apalacur uang sdh ditangan hakim akan bs lari kemanapun,terenduspun smua bs disuap lg,smua ada batasnya termasuk keserakahan yg sengsarakan korban begal bcc

  21. setiriyana

    3 August 2015 at 9:51 pm

    brengsek smua putusan gak jelas status hukum sudah di jelasin saksi ahli,apa pula putusan yang buat hati jengkel,buat apa ada pengadilan kalo hukum kita seperti hukum amurabi padahal negara hukum tapi ternyata negara boneka buat para mafia hukum,yang lemah jadi korban penguasa hukum.

  22. tri yenti

    3 August 2015 at 10:01 pm

    bukan hanya brengsek aja bisa-bisa negara sialan di tangan penegak hukum,mampus dech kalo di jajah negara orang lagi kita,apa mau di perbudak atau di jajah lagi kalian kira masih duduk di jabatan kalian kalo di jajah smua karna kalian para penegak hukum bila kita di jajah lagi jadi babu negara orang,bego banget sich karna kalian mempermainkan hukum kita.

  23. mawar

    3 August 2015 at 10:20 pm

    kurang ngajar masa akta 3,4,5 di katakan sudah ada pengalihan saham dan tidak termasuk kepemilikan hotel,gimana ceritannya putusan hakim fuad gak jelas,kalo memang ada pengalihan saham pasti ada pemilik hotel BCC gak lain pasti conti.

  24. riang ana

    3 August 2015 at 10:29 pm

    akal-akalan hakim fuad aja bodohin conti tentang putusan hukum atau memang hakim fuad lagi berperan adegan mau jadi aktor tapi jangan di meja hijau bro,nyawa orang kamu jadikan taruhan kalo nyawa lu jadi taruhan ya gak apa-apa,sah-sah aja kalau mau di gorok leher lu jadi qurban,hahaha…..

  25. jayadi

    4 August 2015 at 11:30 am

    saksi ahli seperti diabaikan pengadilan,apakh hakim msh bs dipercaya,batam bak kota mafia.siapa yg kuat berduit dia yg tentukan hukum dan keputusan,cepat ato lambat kpk akan meringkus kongsi konspirasi begal aset ini

  26. suryo

    4 August 2015 at 1:47 pm

    semua tenang warga batam,sbentar lg kpk akan cokok atu2 tuh plaku begal bcc ini,pa lagi khairulfuad dah dijabar tinggal diambil aja

  27. Sani

    4 August 2015 at 3:43 pm

    Semua karna duit
    Kalo ada duit banyak hukum akan adil
    Nuyet pak fuad tidak tahu diri

  28. yusfa

    4 August 2015 at 9:29 pm

    ngikuti brita ini terpapar alat negara dijadikan kepentingan tjipta menipu,melawanhukum,merekasaya sidang,pengadilan yg dipesan akhirnya hujatan masyarakat mengarah keapart hukum yg extrem sklai mnvonis pemilik hotel asli,takbs dibantah aroma suap merata diseluruh pejabat ngr terkait skandal ini,tinggal pengacara,lsm,conti dan rekan menelisik bukti suap yg sangat terang2ngan ini

  29. Bujang lapuk

    4 August 2015 at 11:28 pm

    Jan sombong bana gaya tjipta beruak,,kumayan saeribu cieknyo ,manjek dindiang biko ..
    Kanai juo nanti tberuk tjipta masuak kandang 10

  30. Appehutauruk

    5 August 2015 at 12:13 am

    Budiman ~bersifat Ulok menyotok hepeng
    Fuad. —–bersifat Udang bersembunyi dan
    Mengorbankan orang lain
    Alfian—— bersifat liar dan kejam
    Al fonso pakai jurus ” Mar Bisuk Songon Ulok ,Mar Roha Songon Darapati” untuk yodok ketiga manusia mulia
    ULOK HATA TOBA …..,,,,,,,,,,,,,,,
    ULAR KATA MELAYU.
    GOSOK DIMANA GATAL,,,,,,,,,,,,,
    TEMPEL DIMANA LOBANG
    BIAR TIDAK MENJADI BULAN BULANAN KETIGA DEWA PERUSAK BUMI
    HALAK KITA SI HARA SI HURING,H

  31. Koco iki

    5 August 2015 at 7:01 am

    Fuck
    The
    Bullshit

  32. anastasya

    5 August 2015 at 8:16 pm

    kalo hukum mudah di beli apalagi menjadi keadilan buat orang lemah gak ada kekuatan hukum lagi buat sandaran kita bagaikan hidup di negara lelucon yang gak ada lagi kenyamanan disana sini.

  33. jihan saputri

    5 August 2015 at 9:19 pm

    kacau banget buat apa ada saksi ahli hanya bagaikan guyonan di meja hijau dan tidak perlu di sidangkan kalo hanya panggung sandiwara,apa hanya pelengkap bumbu pedas kejahatan hukum biar nampak kasat mata di publik.

  34. feniyan

    5 August 2015 at 9:48 pm

    demi uang,mereka jual harga diri dan kehormatan dan jabatan hanya satu tekad memangsa kaum lemah seperti komplotan tjipta sudah gak layak lagi mereka bagaikan sampah bau busuk yang menyengat akibat ulah mereka terhadap menjual dan mempermaikan hukum mungkin hukum alam tinggal untuk menghukum dan menanti mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + 2 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top