PN Batam Diduga "Obral" Vonis Kasus Perjudian | SWARAKEPRI.COM
BATAM

PN Batam Diduga “Obral” Vonis Kasus Perjudian

Tersangka Kasus Perjudian “Dibandrol” Tiga Bulan Penjara

BATAM – swarakepri.com : Upaya pihak Kepolisian di jajaran Polda Kepri untuk memberangus berbagai jenis aktivitas perjudian di Batam dengan menindak para pelakunya lewat proses hukum terbukti tidak maksimal. Beberapa kasus yang telah disidangkan dan telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam, para tersangka yakni pemain, karyawan dan pengelola judi hanya divonis 3 bulan penjara.

Beberapa kasus perjudian yang telah divonis 3 bulan penjara adalah kasus judi Sie Jie, gelper, kiu-kiu, judi online. Anehnya seakan sudah ada kongkalikong, tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU) di persidangan juga sama yakni hanya menuntut tersangka 6 bulan penjara dengan dakwaan subsider.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, penanganan perkara kasus judi yang disidangkan di Pengadilan Negeri Batam kuat dugaan telah terjadi kongkalikong antara para tersangka dengan pihak Kejaksaan dengan Pengadilan Negeri Batam. Dengan menuntut ringan para terdakwa di persidangan, oknum penuntut umum diduga telah menerima upeti. Hal yang sama juga terjadi kepada Majelis Hakim ketika menjatuhkan putusan ringan.

Seperti halnya yang terjadi pada kasus judi online bola pimpong HH Club milik group Planet Hotel. JPU hanya menuntut 6 orang terdakwa dengan 6 bulan penjara dan kemudian divonis 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim. Dengan putusan ringan tersebut, para terdakwa kemudian bisa segera menghirup udara bebas.

Salah seorang JPU di Kejari Batam yang dikonfirmasi mengaku vonis tiga bulan penjara yang diberikan oleh Majlis Hakim sudah sesuai dengan aturan perundang undangan tentang perjudian. Ia beralasan berkas para tersangka yang dilimpahkan Kepolisian ke Kejaksaan hanya pekerja dan pemain, sedangkan pemilik ataupun pengusahanya tidak dilimpahkan.

“Pekerja dan pemain saja yang dilimpahkan Polisi, kan kasihan kalau kita tuntut tinggi,” ujarnya beberapa hari lalu.

Anehnya, pihak kepolisian Polda Kepri sebelumnya menjerat 6 tersangka kasus judi online HH Club dengan Pasal 303 KUHP junto Undang Undang ITE dan Undang Undang TPPU dengan ancaman kurungan 6 sampai 12 tahun dan denda Rp 1 miliar. Namun setelah dilimpahkan ke persidangan, JPU hanya mendakwa para tersangka dengan pasal 303 ayat (1) ke 1 subsider pasal 302 ayat (1) ke 2 KUHP.

Untuk diketahui saat ini beberapa kasus perjudian masih ada yang disidangkan di Pengadilan Negeri Batam. (red/di)

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − three =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top