Sengketa Hotel BCC “Serempet” BPN Batam | swarakepri.com
HUKRIM

Sengketa Hotel BCC “Serempet” BPN Batam

Kantor Pertanahan Nasional Batam/ist

BPN Batam Diduga telah Terbitkan 8 Sertifikat Apartemen BCC

BATAM – swarakepri.com : Adanya dugaan penggelapan pajak pada pembuatan Akta Jual Beli(AJB) puluhan unit apartemen di Hotel Batam City Condotel terus menggelinding bak bola panas dan menyasar beberapa instansi yang ada.

Meskipun sengketa kepemilikan Hotel BCC hingga saat ini belum tuntas, Kantor Pertanahan Kota Batam diduga telah menerbitkan 8 Sertifikat Hak Guna Bangunan(SHGB) dari 155 unit apartemen yang ada.

Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh swarakepri.com dilapangan, Kantor Pertanahan Kota Batam yang dipimpin Iria Atmaja diduga telah menerbitkan 8 sertifikat yang dipecah dari sertifikat induk nomor 822 yakni sertifikat nomor 707, 689, 702, 701, 706, 709, 703 dan 708.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Batam, Iria Atmaja hingga saat ini tidak bersedia memberikan klarifikasi terkait terbitnya 8 sertifikat apartemen BCC tersebut.

Untuk diketahui SHGB diterbitkan Kantor Pertanahan setelah para pihak membuat kesepakatan melalui Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Setelah PPJB dibuat, penjual akan memecahkan sertifikat di dalam sertifikat induk. Setelah serifikat(SHGB) yang telah dipecah diterbitkan, apartemen tersebut bisa dijual kepada pihak pembeli melalui Akta Jual Beli (AJB) di hadapan PPAT.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah disebutkan bahwa pemecahan sebidang hak atas tanah yang sudah terdaftar dapat dipecah hanya atas pemintaan pemegang hak yang bersangkutan.

Diberitakan sebelumnya pengacara Conti Chandra, Alfonso Napitupulu mengatakan bahwa proses jual beli puluhan apartemen di Hotel BCC Batam terindikasi ada unsur penggelapan pajak karena nilai transaksi ril satu unit apartemen dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang dibukukan di kantor Notaris Anly Cenggana diduga berbeda dengan nilai transaksi pada Akta Jual Beli(AJB) yang dibukukan di kantor Notaris Syaifuddin.

“Nilai transaksi dalam AJB di Kantor Notaris Syaifuddin bervariasi yakni sebesar SGD 30.000 hingga SGD 50.000(Rp 500 juta) per unit, sedangkan nilai transaksi di PPJB sebesar SGD 190.000.

Dikatakannya pembuatan Akte Jual Beli(AJB) puluhan apartemen di Hotel BCC di Kantor Notaris Syaifuddin tahun 2013 lalu salah karena tidak membuat fakta sesuai dengan nilai transaksi riil yang dibuat pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli(PPJB).

“Ada dugaan kesengajaan mengurangi pajak yang bisa berdampak adanya indikasi penggelapan pajak,” jelasnya, Selasa(30/6/2015) di Batam.

Alfonso mengatakan bahwa sesuai dengan Undang-undang perpajakan, nilai transaksi riil di PPJB harus sama dengan yang dibuat di AJB. Hal inilah yang menjadi indikasi bahwa jual beli apartemen BCC Hotel diduga terjadi penggelapan pajak.

“Tidak boleh nilai jual lebih rendah dari fakta yang dibayarkan. Itu menyembunyikan fakta namanya,” jelasnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
10 Comments

10 Comments

  1. Utomo

    5 August 2015 at 6:18 pm

    Brengseexxx bpn batam justru ikut serta mengoroti negara brooooooooo
    Tangkap masukan ke seeelll aja ,,siapa yg mengelapkan kok gak ditulis ama pak wartawan rud
    Tulis yg jelas,,siapa pelakunya

  2. selfiana

    5 August 2015 at 7:06 pm

    ini dia nich yang memberatkan conti sbenarnya dalangnya kasus ini siapa?

  3. Tomy

    6 August 2015 at 7:06 am

    Lingkaran setan nya tjipta fuji
    Yg membuat saya coment ini ,,sebab nya kasus ini menurut saya tjipta mengambil bcc yg belum membayar ,,kenapa hakim bisa menhukum conti ,
    Ini lah persoalan yg paling inti ,seharus si Rud harus mengupas lebih dalam lg ada apa dgn hakim hakim kita ini
    Kalau begini apa negara kita dgn se mau tjipta bisa membeli siapa saja ,kita kita sudah tahu oknum aparat yg di beli oleh tjipta yg sudah ditulis oleh si Rud cuma kenapa peranan mereka kurang ditonjolkan …ya ampun banyak kali setan setan tjipta

  4. welly

    6 August 2015 at 4:23 pm

    memang keterlaluan,makan ati bener lama2 baca brita ini,bpn,jaksa,hakim,aparat smua keparat,jpu aji,khairul fuad pada kmn pak rudi wartawan tlng invest britakan klakuan mrk stlh trim karungan uang pada ngehek bener

  5. yayan

    6 August 2015 at 4:31 pm

    kota batam bener2 tiada martabat,ayo pak aro ka pn yg br smoga tdk blepotan jg dgn suap

  6. Gadhang

    6 August 2015 at 7:01 pm

    SAPA NANDUR BAKALNGUNDHUH ..
    FUAD DKK BERSAMA TJIPTA BAKAL MENUAI HASILNYA
    SEBENTAR LG DI COKOK KPK TU TU MALING SAKUTHU

  7. Ajo nan sanang basamo

    6 August 2015 at 7:46 pm

    Alang tukang binaso kayu ,alang cadiak binaso adat , alang arih binaso tubuah ,adat baaluah jo bapatuik makanan banang siku siku ,,kato nan bana tak baturuik ingiran bathin nan baliku
    Karul fuad ,dkk kok bakiek alah ,habih tahun baganti musim sandi adat jangan di injak
    Adat biaso kito pakai ,limbago nan dituang ,,nan elok samo dipakai nanburuak samo dibuang
    .nan
    Basuluah mato hari ,,bagalanggang mato rang banyak
    Karul bajalan batolan ,bakato baiyo ,baiak runding ,jo mufakat ,turuik psnggaja urang tuo ,supayo badan salamaik,

  8. Edy

    7 August 2015 at 2:19 pm

    Kasus jorok permain nya
    Tidak fair main kasar sperti bumi ini gak ada manusia lain nya

  9. Hydro

    7 August 2015 at 3:53 pm

    Tahukah anda ??
    Cipta datang dari medan ke batam (rahasia))
    Suit jagan keras 2 tar malu ah
    Cipta sudah gak ada kemaluan lagi
    Ketika dia ke batam kemaluan telah dipotong habis berserta telur telurnya …
    Jadi ngak malu lagi kalau merampas harta orang

  10. Sewelas

    8 August 2015 at 7:38 pm

    Ahhhh jorok kali Hydro ,,maassss kemaluan tjipta dipotong jadi sdr tjipta tidak punya kukuk ya .kalau gitu wajar lah tidak punya rasa malu ,begitupun kencing tak malu lagi sebab rata seperti dinding tembok aja ,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 10 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top