Sidang Kasus BCC Hotel, Tjipta Bantah Keterangan Istri Conti Chandra | SWARAKEPRI.COM
HUKUM

Sidang Kasus BCC Hotel, Tjipta Bantah Keterangan Istri Conti Chandra

Penasehat hukum Tjipta Fudjiarta (foto : Dok.Swarakepri.com)

BATAM – Sidang perkara dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan pemalsuan surat di BCC Hotel Batam dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta kembali digelar diruang sidang utama Pengadilan Negeri Batam, Senin(23/3/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Persidangan kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi Hernita Conti, istri dari saksi Conti Chandra.

Saksi Hernita Conti memberikan keterangan dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tumpal Sagala didampingi Hakim Anggota Yona Lamerosa Kataren dan Taufik. Persidangan ini juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum(JPU) Samsul Sitinjak dan JPU dari Kejaksaan Agung serta Penasehat Hukum terdakwa.

Menanggapi keterangan saksi Hernita Conti, terdakwa Tjipta Fudjiarta menyatakan bahwa keterangan saksi tidak benar semua.

Penesahat Hukum terdakwa, Hendie Devitra didampingi Sabri Hamri mengatakan banyak keterangan saksi hanya berdasarkan yang saksi dengar dari saksi Conti Chandra.

“Secara hukum Hernita Conti yang mengaku mempunyai hubungan sepupu dengan istri terdakwa dapat mengundurkan diri sebagai saksi, dari keadaan ini saja sudah dapat diperkirakan keterangan saksi tidak akan obyektif karena pasti akan mengikuti keterangan suaminya Conti Chandra,” kata Hendie seusai persidangan.

Menurutnya keterangan saksi selama persidangan hampir semuanya menurut keterangan suaminya. “Jadi keterangan saksi adalah testimonium de auditu yaitu mendengar dari orang lain (suaminya), ketika dicecar oleh Penasehat Hukum mengenai pengetahuannya saksi banyak mengatakan tidak tahu, termasuk ketika ditanya mengapa Conti membiarkan penjualan saham dari pemegang saham lama langsung kepada terdakwa kalau memang Conti sebagai pemilik 100 persen saham,” jelas Hendie.

Kata dia, yang menarik ketika saksi mengatakan suaminya pemilik 100 persen saham Hotel BCC tetapi saksi tidak dapat menjelaskan dari mana kepemilikan sahamnya melainkan hanya 27,5 persen saja, yang lain merupakan saham milik Wie Meng, Hasan, Sutriswi dan Andreas Sie.

“Saksi juga mengakui bahwa terdakwa membeli saham langsung milik Wie Meng, Hasan dan Sutriswi dari uang yg diterima dari terdakwa. Saksi juga mengakui perbuatan pengalihan saham dari Wie Meng, Hasan dan Sutriswi menurut akta nomor 3, 4 dan 5 itu kepada terdakwa atas persetujuan suaminya,” terangnya.

Hendie mengatakan, keterangan saksi yang mengatakan pembayaran dari terdakwa sebesar 29,5 Miliar kepada pemegang saham untuk pembelian saham bertentangan dengan keterangan saksi yang mengatakan itu sebagai uang pinjaman saksi Conti Chandra, dan kenyataannya saksi mengatakan sampai saat ini tidak pernah membayar atau mengangsur uang pinjaman itu demikian sebaliknya terdakwa juga tidak pernah menagih kalau itu memang uang pinjaman.

“Keterangan saksi yang mengatakan pembayaran dari terdakwa sebesar 29 Miliar kepada pemegang saham untuk pembelian saham bertentangan dengan keterangan saksi yang mengatakan itu sebagai uang pinjaman saksi Conti, dan kenyataannya saksi mengatakan sampai saat ini tidak pernah membayar atau mengangsur uang pinjaman itu, demikian sebaliknya terdakwa juga tidak pernah menagih kalau itu memang uang pinjaman,”ujarnya.

Hendie juga mempertanyakan apa sesungguhnya maksud saksi Conti Chandra membuat akta 99 kalau menurut bukti-bukti surat justru pembayaran terdakwa adalah untuk pembelian saham dan dengan persetujuan Conti termasuk diakui saksi ada juga penjualan sebagian saham miliknya kepada terdakwa menurut akta No. 11 dan 12 sebayak 218 saham dan menurut saksi baru dibayar Rp 9 Miliar.

“Dari keterangan saksi Hernita dan saksi Conti kemarin sampai saat ini kami juga belum melihat apa maksud laporan saksi sebagai penipuan terdakwa yang mengatakan belum ada pembayaran sama sekali, sebaliknya dipersidangan saksi mengakui ada pembayaran 29,5 Miliar dan 9 Miliar dari terdakwa,” jelasnya.

Ditambahkan bahwa di akhir pemeriksaan, saksi juga mengakui keluarnya Conti Chandra sebagai Direktur karena surat yang dibuat saksi pengunduran diri suaminya dari jabatan Direktur, termasuk surat penawaran saham suaminya kepada terdakwa.

“Maka kami sependapat seperti yang disampaikan Majelis Hakim agar Conti dihadirkan kembali untuk konfrontir keterangannya dalam persidangan berikutnya,” tandasnya.

 

 

Penulis : RD_JOE

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top