Tabrak Jaring, Kapal Pukat Trawl Dibakar Warga | swarakepri.com
KRIMINAL

Tabrak Jaring, Kapal Pukat Trawl Dibakar Warga

kapal pukat milik jon yang dibakar warga/foto : CR 14

LINGGA – Sebuah Kapal Pukat Trawl yang diketahui milik Jon (30), warga Desa Penuba Kecamatan Selayar, dibakar oleh sejumlah warga Desa Posek, Kecamatan Posek Kepulauan, Lingga, Kamis (25/1/2018).

Pembakaran ini terjadi akibat warga Teluk Nipah, Desa Posek, Kecamatan Posek Kepulaun yang gerah dan kesal karena aktifitas kapal Pukat tersebut selama ini.

”Sebenarnya sudah tidak ada masalah lagi, saya juga terkejut saat mendapat laporan adanya pembakaran itu,” ujar Kepala Desa Posek, Masmin, pada Kamis (25/1/2018).

Masmin menuturkan, beberapa bulan terakhir ini warganya resah dengan aktivitas kapal Pukat, berbagai cara sudah dilakukan oleh warga untuk menghalau para nelayan dari daerah lain untuk menangkap ikan dengan cara Pukat di daerah tersebut.

Hal ini dikarenakan masyarakat Desa Posek yang mayoritas nelayan sudah susah untuk mendapatkan ikan akibat maraknya kapal pukat trawl.

”Kapal-kapal itu bukan milik nelayan di daerah kami, tapi dari daerah-daerah luar inilah yang membuat warga marah,” imbuh Masmin.

Menurut Masmin, pembakaran kapal pukat tersebut berawal dari Kapal milik Jon warga Penuba yang menabrak jaring ikan milik warga setempat.

Setelah kejadian itu, awalnya kedua belah pihak sudah diupayakan untuk berdamai. Jon selaku pemilik kapal sudah menyangupi pembayaran ganti rugi, namun tiba-tiba saja sekitar pukul 12.30 WIB, warga berkumpul dan langsung melakukan pembakaran kapal milik Jon.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun nelayan asal Penuba ini menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.

”Mereka ada dua orang, saat ini keduanya sudah pulau ke Penuba diantar oleh Kapolsek dan pihak Polair Polres Lingga,” tambah Masmin.

 

 

 

 

Penulis : CR 14
Editor    : Roni Rumahorbo

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top