Tjipta Fudjiarta Diminta Kosongkan Hotel BCC Batam | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

Tjipta Fudjiarta Diminta Kosongkan Hotel BCC Batam

Hotel BCC Batam/ist

BATAM – swarakepri.com : Direktur Utama PT Bangun Megah Semesta(BMS), Conti Chandra meminta Tjipta Fudjiarta dan Ricardo Fudjiarta segera mengosongkan kantor PT BMS dan Hotel Batam City Condotel(BCC) yang berada di Jalan Bunga Mawar Baloi Kusuma Batam.

“Apabila dalam tempo tujuh hari tidak ada pengembalian PT BMS dan pengosongan Hotel BCC, kami akan melakukan langkah-langkah hukum yang kami anggap perlu,” ujar Conti Chandra melalui surat somasi yang dilayangkan tim penasehat hukumnya dari SN. Partnership nomor 034.SK-SNP/VI/2015 tanggal 1 Juli 2015.

Dalam surati somasi tersebut penasehat hukum Conti Chandra menegaskan bahwa kliennya adalah pemegang saham dan Direktur Utama PT BMS yang sah berdasarkan akta pendirian PT BMS Nomor 13 tanggal 19 Oktober 2007 dan akta perubahan Nomor 47 tanggal 17 Januari 2011 dan akta Nomor 1 tanggal 1 Agustus 2011.

“Kami tidak mengakui perubahan-perubahan akta pendirian PT BMS Nomor 13 tanggal 19 oktober 2007, selain akta perubahan nomor 47 tanggal 17 januari 2011 dan akta nomor 1 tanggal 1 agustu 2011,” kata Alfonso Napitupulu.

Alfonso juga mengatakan Conti Chandra adalah pemegang saham tunggal PT BMS berdasarkan akta nomor 89, tanggal 27 Juli 2011 karena telah membayar seluruh saham-saham dari Wie Meng, Hasan dan Sutriswi.

“Akte 89 tanggal 27 Juli 2011 telah dibatalkan oleh akta 98 tanggal 10 November 2011. Tetapi akta nomor 1 tanggal 1 agustus 2011 masih berlaku dan seluruh pembayaran telah dibayar lunas oleh klien kami kepada Wie Meng, Hasan dan Sutriswi,” jelasnya.

Alfonso juga mengatakan bahwa saham Andreas Sie dibeli oleh Conti Chandra berdasarkan akta nomor 36 tanggal 19 Desember 2011.

Akta Jual Beli saham nomor 3,4 dan 5 tanggal 2 Desember 2011 antara Hasan, Wie Meng dan Sutriswi kepada Tjipta Fudjiarta adalah batal demi hukum karena dalam fakta persidangan No 321/PID.B/2015 PN Batam di Pengadilan Negeri Batam, saksi Wie Meng, Hasan dan Sutriswi mengaku tidak pernah bertemu dengan Tjipta Fudjiarta pada saat pembuatan akta nomo 3,4 dan 5 tersebut,” tegasnya.

Dikatakannya bahwa akta nomor 3,4 dadn 5 tanggal 2 Desember 2011 tersebut batal demi hukum dan/atau tidak sah karena bertentangan dengan pasal 16 ayat(1) huruf(l) Undang-undang nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

“Berdasarkan hal tersebut, maka Tjipta Fudjiarta dan Ricardo Fudjiarta telah menduduki, menguasai, mengelola PT BMS dan Hote BCC secara tidak sah dan melawan hukum,” pungkasnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
15 Comments

15 Comments

  1. Edi susanto

    2 July 2015 at 10:27 pm

    Is memalukan bapak buaya anak harimau bapak mengajar anak menipu nketahuan belang nya cipta …kami sudah menduga ada bau penipuan terhadap conti chandra

  2. hartono

    3 July 2015 at 1:08 am

    sdh semestinya barang kejahatan dikembalikan kepada yg hak,tjipta memang dgn liciknya kuasai htl berkonspirasinya notaris picik,aparat sesat,kesampingkan hati nurani demi uang panas sesaat

  3. Rizi

    3 July 2015 at 6:54 am

    Cipta goblok dalam berpekara
    ,,,tak hebat dalam melihat situasi ,,
    Si tuasi kondisi. Kepri dgn. Medan berbeda.
    Yang dilakukan cipta konyol dan bodoh ,,hanya mengandalkan beking dan otot tanpa mengandalkan otak dan pikiran

  4. reina dewi

    3 July 2015 at 11:20 am

    bcc semegah itu dirampas dgn kekuatan uang,tipumuslihat,reka2,kongsijahat,tjipta akan merasakan akibat tabiat buruk ini dimanapun dia berbisnis,salut swara kepri memberitakan kenyataan dilapangan,meski media lain bungkam,wartawannya perlu penghargaan,teruskan kabarkan siapa yg benar,pembaca akan menyorotmu

  5. dendi sukma

    4 July 2015 at 12:50 am

    tjipta guna alat negara aparat polisi buat nakutin saksi ahli,hakim,penegakhukum,masyarakat1buat apa ngerahkan polisi buat jaga bcc hotel yg bukan haknya,memang taktahu diuntung manusia satu ini,pada kemana para pengadil,media,dubutakan krn uangpanas

  6. Hercules

    4 July 2015 at 12:05 pm

    Udah diusir ama conti masih juga gak malu. Manusia atau jenis yg punya otak tapi gak bisa berpikir. Hoi malu la kamu tjipta fujiata. Kalau tak malu terhadap masyarakat ya malu terhadap binatang. Maaf pembaca agak kasar. Dikit ksrna tjipta tak memiliki rasa dan peka

  7. Sarifudin

    4 July 2015 at 12:13 pm

    Simpel aja kalau tjipta ada bayar tak mungkin dia mau ditulis pers sampai babak belur ,,,kalau saran kami tjipta tunjukan bukti bayar ke conti. Ya kami bantu untuk selesaiksn permasalahan bcc ,,,simpel dan mudah kalau sudah ada bayar kan tak mungkin ribut

  8. Karjo

    4 July 2015 at 12:18 pm

    Tjipta menguasai benda yg bukan milik nya merupakan penyerobotan gedung ada uu bisa dilaporkan ke polisi untuk menjerat tjipta

  9. Bonjol

    4 July 2015 at 4:40 pm

    Sdr tjipta meringkuk aja keluar bcc hotel dari pada di usir nanti nya kemana pun kamu tak punya muka Tebal tak tahu malu. ,,,muka manusia otak tak jalan kasihan deh

  10. bambang seto

    5 July 2015 at 2:26 am

    mliat mobil sabhara barelang mpe distandbye didpn bcc macem aparat polisi punyanya tjipta sbg warga yg tinggal dikisaran bcc macem muak liat aparat kita dgn muka lusuh kayak jagain majikan mana pada tdk mandi lg kebetulan nemui tamu diruang loby bcc ngliat polisi dgn wajah kusut palagi ada polwannya dampingi receptionis dgn muka kusut culun macem tak ada wibawa,kursi loby tamu isinya polki malah pada ngorok,kasihan jg tp ya itulah,arti sbuah upeti

  11. Syarif hidayatullah

    5 July 2015 at 7:02 am

    Tjipta fuji diminta hengkang dari BCC hotel ini merupakan peringgatan manusiawi. Kepda aparat semua yg di kepri supaya membaca koran permasalahan penipuan yg di lakukan oleh tjipta kepada conti ch ..tidak melakukan pro kepada siapapun nanum harus memahami dari orang yg tidak berhak atas BCC HOTEL supaya keluar berserta kroni nya
    ..ini kasus unik dalam penipuan berkedok investor di minta hati hati terhadap orang yg bernama Tjipta fujirta

  12. KAR

    5 July 2015 at 9:28 am

    Jelas2 ini tjipta pakang yg terlalu tamak di beri dikit kekuasaan sampai seluruh bcc di kangkangin nya, jadi olang ya harus punya aturan mainlah, klu conti kamu baik2 minta mungkin dikasih tapi klu tak etika cara rebutnya ya matelah lo, jpu Aji agak propesional lah kalau tak ada bukti jgn keuh kueh lah, jelas tjipta ini salah, anak jalanan yg baca aja tauh….kalau sudah punya istri satu cukuplah jgn nambah lagi, nambah pusing namanya…..btw mana si rud ya? Sudah dapat segepok uang dah kenyang berita tak masuk lagi, kek liputan hukum sudah di akuisisi pihak tjipta Ndak?….hmmmm

  13. kho nam hiong

    5 July 2015 at 11:35 pm

    tionghoa vs tionghoa biasanya kongsi cincai,ini malah rampas merampas tanpa nurani,bikin malu marganya,muak kali baca brita takhabis habis skandal persekongkolan jahat,swarakepri jg dah letih apa dah terkotori jg independensinya,cuma haluan kepri, keprinet.com,tribunbatam yg msh kupas kasus megaskandal ini,akan jd preseden bermartabat andai media jg jernih memberitakan,apa sdh pada dipanggili ib santosa gm bcc lg yaa……yaaah sudahlah

  14. Kay Pang group

    7 July 2015 at 8:17 pm

    Ini pulau vs medan, kalau umum olang tiong hoa memakai prinsip 3C (cincai, cengli, cuan) harga selisih dikit2 cincai, harga masuk akal, sama2 bisa untung, kunci sukses olang cina, naaaaah ini tjipta dio pake 3C model laen (ciok, ciak, cau) pertama2 pinjam, dah tuh makan, lama2 lariiiiiiiiii, asoiiiiii sedaaaap, berasap lah palo conti dibuatnyo, klu si ib tuh radarnyo ajo yg bermasalah, maling salah liat, di liatnyo jadi tuan nyo pulo..dasarrrrr kuprett

  15. cencen

    8 July 2015 at 6:13 pm

    mestinya abidin,cahya,tanaki,karto,amat tantoso ato yg lain bs nengahi dan mediasi mslh ini,biar tersadarkan mslh kayak gini bikin malu saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − ten =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top