Vonis Conti Chandra tidak Terkait Kepemilikan Hotel BCC | SWARAKEPRI.COM
HUKRIM

Vonis Conti Chandra tidak Terkait Kepemilikan Hotel BCC

Hakim PN Batam/rudi

Sidang Putusan Kasus Dugaan Penggelapan di Hotel BCC Batam

BATAM – swarakepri.com : Ketua Pengadilan Negeri Batam sekaligus Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan kasus dugaan penggelapan di Hotel Batam City Condotel(BCC) Khairul Fuad menegaskan bahwa putusan pidana atas terdakwa Conti Chandra tidak menyangkut kepemilikan Hotel BCC.

“Putusan pidana tidak menyangkut kepemilikan Hotel BCC,” ujarnya seusai membacakan putusan kasus Conti Chandra, sore tadi, Kamis(30/7/2015) pukul 16.30 WIB di Pengadilan Negeri Batam.

Dalam putusannya, Khairul Fuad didampingi Budiman Sitorus dan Alfian selaku Hakim Anggota menyatakan terdakwa Conti Chandra terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan dipidana selama dua tahun dipotong masa tahanan.

“Barang bukti tetap terlampir dalam berkas perkara,” kata Fuad saat membacakan putusan.

Terkait penggelapan uang penjualan 11 unit apartemen BCC sebesar Rp 14.361.287.790 yang didakwakan JPU terhadap Conti Chandra, Fuad mengatakan dakwaan tersebut prematur karena belum pernah dilakukan audit.

“Coretan tangan tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti. Dakwaan tersebut belum saatnya diajukan dan prematur dalam masalah ini,” tegasnya. 

Sementara itu soal dugaan penggelapan akta 3,4,5 yang didakwakan JPU, Fuad mengatakan Majelis Hakim berpendapat bahwa dengan terbitnya akta-akta tersebut, telah terjadi pengalihan saham.

“Akta 3,4,5 merupakan akta autentik yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang dan belum pernah dibatalkan, sehingga akta itu sah,” jelasnya.

Dikatakan Fuad bahwa perbuatan terdakwa menunjukkan sikap seolah-olah memiliki akta-akta tersebut.

“Jika Tjipta Fudjiarta belum melakukan pembayaran saham, seharusnya Conti Chandra melakukan upaya hukum untuk membatalkan akta-akta tersebut,” paparnya.

Menurutnya hingga saat ini akta-akta itu masih ada dan belum pernah dibatalkan, kecuali nanti ada putusan Hakim yang membatalkan akta-akta tersebut.

“Selama belum ada putusan Hakim, maka itu adalah akta autentik,” ujarnya saat menjelaskan soal putusan Majelis Hakim yang telah dibacakan kepada Conti Chandra di persidangan.

Fuad juga menegaskan bahwa status terdakwa Conti Chandra saat ini tidak dalam masa penahanan Pengadilan Negeri Batam.

“Kalau terdakwa dan JPU terima putusan dalam 7 hari, terdakwa menjalani pidana sesuai putusan. Tapi kalau terdakwa dan JPU banding, wewenang untuk melakukan penahanan ada di Pengadilan Tinggi,” pungkasnya. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
30 Comments

30 Comments

  1. Suherman

    30 July 2015 at 10:12 pm

    Ini fuad sudah tidak berdasarkan fakta/bukti tapi sudah berdasarkan rasa curiga/ilusi yg tinggi, cobak cermati kata2 ini “Jika Tjipta Fudjiarta belum melakukan pembayaran saham, seharusnya Conti Chandra melakukan upaya hukum untuk membatalkan akta-akta tersebut,”, kesimpulan saya orang ini sudah makan uang haram, memaksakan hukum dengan cara bertanya2 bukan bukti lagi, moga ini ngak kenak ke saudara anda nantik di kemudian hari (karma), ntah berapa banyak hepeng yg tertelan keperutnya ini, yakin? Sudah bertanggung jawab terhadap tuhan dan terhadap diri anda sendiri?

  2. simbolon

    30 July 2015 at 11:08 pm

    kliatan busuknya alfian main sodok hal yg semestinya menimbang keabsahan akta,membrangus saksi ahli tanpa menimbang kelicikan cara proses transaksi,kena sumpal brp duit tuh muka buruk hati tak lebih sama,perlu ditelisik nih wartawan swarakepri klakuan alfian diluar sono main kibul apalgi penegak hukum yg buta fakta ini!!!

  3. Cornelis

    31 July 2015 at 5:51 am

    Sakit hati tuuuuu sakit nya disini iiiii iiiiiiiii
    Bosan membaca kasus ini yg penuh tipu daya
    Tidak bedasarkan fakta fakta persidangan ,ato si rud yg gawur menulis berita bcc ,dari awal kami ikuti sampai akhir bahwa kebenaran ada di pihak conti tapi hasilnya berbeda ,wah hakim hakim tersebut yang ada di bumi bukan merupakan wakil tuhan tapi merupakan wakil setan

  4. Ibnu salim

    31 July 2015 at 6:50 am

    Hakim Khairul fuad!- buduma -alvian
    Doa massyarakat terutana buat Fuad khairul
    AL-Hamdulillah ,,segala puji milik ALLAH,,Rabb semesta alam,Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulilah Shalalahu ,Alaihi Wasallam,keluarga dan para sahabatnya,
    Dizalimi dan dianiaya,pasti setiap orang tidak suka,sehingga saat terzalimi ia akan berbuat apa saja agar terhindar dari kezalimi itu jika mampu ia akan menghentikan kezaliman atas dirinya dgn tenaganya atau lisannya ,namun bagaimana jika ia tidak memiliki kemampuan ?
    Kami masyarakat menbantu Doa buat Khairul fuad supaya bisa diampuni oleh Allah serta insyf………
    “”Dan takutlah doa orang terzalimi ,karena tidak ada hijab( penghalang) antara ia dengan Allah” satu bentuknya adalah dengan mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya …

  5. tantrisukma

    31 July 2015 at 4:00 pm

    tuan tjipta dan tuan conti tak adakah perdamaian lg,sy sbg pembaca awam miris jg baca berita swarakperi,sindo,tribun,batampos,smua jd terkuat jaksa,hakim,aparat takda lg wibawa didpn hukum,pengadilan seperti sandiwara belaka,aroma suap nyata2 memihak siapa

  6. trisnawati

    31 July 2015 at 8:00 pm

    bisa kacau dunia usaha di Batam hanya karna status hukum di pengadilan Batam gak jelas padahal sepele kasusnya,sudah jelas rampoknya siapa? orang bego aja bisa menilai kebenarannya,masa orang berpendidikan gak melihat dan adil dalam mutuskan hukum,apa gak malu pendidikan tinggi tp lebih prihatin dr orang BEGO.

  7. suryani

    31 July 2015 at 8:05 pm

    aduh-aduh negriku,batam kacau sistem hukumnya,kiamat.

  8. Logika

    1 August 2015 at 7:21 am

    Ketiga manusia yg terkutuk
    Membuat keputusan yg men jijikan dan langsung kabur dari batam

  9. govan

    1 August 2015 at 11:57 am

    3 wakill Tuhan penentu nasib hukum manusia bs macam begini,betapa sisi kemanusiaan diinjak-injak,masyarakt awampun tahu siapa penipu dibalik ini semua,tjipta teramat keji kelauannya melibatkan alat negara hakim,jaksa,polisi demi peroleh bcc

  10. josep

    1 August 2015 at 11:59 am

    drama pengadilan terburuk yg pernah ada dibatam

  11. Menko

    1 August 2015 at 1:14 pm

    Hakim Fuad tidak melihat kesalahan tjipta tapi mencari cari kesalahan conti yg sangat kecil untuk dibater dengan tjipta ,,
    Inilah manusia yg tak ada hati dan jantung nya
    Teganya mempermain hukum untuk cari keuntungan pribadi ……sungguh sungguh laknat perbuatan sikap Fuad

  12. John

    1 August 2015 at 4:01 pm

    Tega nian fuad tak melihat fakta kenyataan,,tapi sudah wanipiro ,,,

  13. sayangi

    1 August 2015 at 5:05 pm

    smoga ada pengadilan terbaik buat conti,kiamat dunia usaha batam kalo pengadilannya seperti neraka di pn batam.

  14. Busryo

    1 August 2015 at 5:27 pm

    Busyet kelakuan hakim ,
    Apa jadi nya hukum di negri tercinta ku
    Bukan hanya pencuri sandal yg di kibuli sama hakim
    Tapi pengusaha besar pun hakim bantu membabat nya,,,,,berapa sih hakim terima ??????
    Kasus ini diketahui masyarakat kepri secara terang terangan ,,kemarin saya baca di swarakepri ,,HIPPI IBNU WALIK mengatakan BCC Milik CONTI C …BAGAIMANA HAKIM MEMUTUSKAN CONTI BERSALAH DAN DI VONIS 2 tahun …marilah kita renungkan pristiwa ini apa adil buat tjipta ataukah adil buat hakim ,lebih tragis buat conti ..ini adalah jawaban masing masing
    Yg jelas sangat menganggu pikiran saya yang tak habis pikir ..atau hakim itu wakil setan …….haa haa
    Fuad budiman avian setali tiga uang terkutuklah kalian sebagai hakim yg tak bermoral
    I

  15. sogi

    2 August 2015 at 12:56 pm

    hakim yg pantas dirajam beri putusab zolomi warga ya kayak gini

  16. rikoyana

    2 August 2015 at 8:14 pm

    conti mestinya lawan ampe titikdarah penghabisan,barang dan dirampas,kena pasal pulak,hippi sj beri dukungan bgm kadin,psmti,bmti,gub,wako pada kmana kalian,kotanya diinjak2 hakim bejat buang badan sj,apa jgn 2 sdh ditabur uang rampokan tjipta fukima

  17. Radex nugraho

    2 August 2015 at 8:16 pm

    Terkadang didalam hidup ini ,terdapat orang yg jahat kepada kita ,,mereka menipu kita bersekongkol ,serta mungkin terang terangan merampas serta merampok kita
    Jika kita menjadi korban ,maka terdapat dua jenis doa yg bisa dipanjatkan kepada orang yg jahat kepada kita doa doa ini
    1 doa buat keluarga dari yg menzolimi supaya di beri hal yg sama buat keluarga
    2 hal harta yg dirampas juga dikembalikan buat orang
    Hal yg diptusksn untuk keluarga hakim

  18. susan zein

    3 August 2015 at 10:53 am

    apalah hukum di PN batam sudah jelas smua perkaranya ,masa kepemilikan hotel bukan conti pantas di beri hukuman,gimana ceritanya yang nyata bisa orang pak hakim mutar balik fakta untuk si begal tjipta.

  19. cilung

    3 August 2015 at 9:14 pm

    panggung hukum dipertontonan pengadilanbatam,kota seprti tanpa aturan dan kesopanan,manusia rakus menguasai hakekat hidup masyarakat apalgi yg diharapkan slain berhati2 dan mengutuk hakim,jaksa,aparat

  20. suci hati

    3 August 2015 at 10:41 pm

    tiga orang hakim yang berwajah malaikat maut yang mencabut nyawa orang di persidangan sebelum mereka di rampas nyawa mereka oleh malaikat maut yang sebenarnya,doa orang yang kalian zholimi dan orang yang melihat perbuatan kalian para hakim yang di ketuai fuad smoga kalian kena malapetaka dan segara di telan bumi aja biar mampus di liang lahat.

  21. hutomo

    4 August 2015 at 11:27 am

    berharap ada keajaiban pengadilan yg lebih manusiawi,conti divonis sesuai haknya mestinya,tjipta yg sdh tersangka bs lbh rakus lg kuasai bcc,hukum macam tak ada wibawa

  22. adeadrian

    4 August 2015 at 1:50 pm

    Oknum Jaksa Pinang Tabrakan Avanza ke Tiang Listrik Hingga Tumbang http://batam.tribunnews.com/2015/08/04/oknum-jaksa-pinang-tabrakan-avanza-ke-tiang-listrik-hingga-tumbang/ lewat @tribunewsbatam smoga tdk krn karma trima suap uang panas,habis dugem

  23. berto

    4 August 2015 at 9:12 pm

    vonis yg menyakiti rasa kemanusian,hakim yg tidak melihat fakta sidang dan abai saksi ahli , pengadilan macam permainan orang2 licik yg dilindungi alat negara

  24. Teraniaya manusia

    4 August 2015 at 11:42 pm

    Buat Khairul Fuad,budiman,alvian perlu belajar
    Bentuk bentuk kedzaliman
    1 mengambil harta orang lain tanpa hak
    diantara bentuk kezaliman yg berkaitan dgn harta benda adalah
    1a tidak membayar utang
    2b menunda membayar utang
    Selalu menunda pembayaran utang /bahkan tak mau bayar meskipun ALLAH telah menganurahinya harta yg cukup untuk menlunasi utangnya adalah salah satu bentuk kezaliman
    Rasululah Shallallahu ‘ Alaihi wasalalam bersabda ” tidak mau bayar utang adalah kezaliman

  25. Haminjon

    5 August 2015 at 6:49 am

    Kami prihatin hukum negri ini “”” hakim telah menuai nafsu pribadi demi kepentingan segala galanya ”
    Jolo suhat do anso poring
    Dungi dope na boboion

    Unang sumuan dulang
    Mangaithon jabi jabi
    Unang mambahen na so uhum
    Mangulahon na so jadi

    Semoga hakim di paganda parbinotoan …..amin

  26. Gani

    5 August 2015 at 7:45 am

    Alamak ….khairul ,,,,
    Kata yg benar ditidakan , rahmat tuhan dilarikan
    Ini pribahasa cocok buat hakim
    Tidak mahu mengakui kebenaran
    Ada saat nya nanti karma mereka masak matang
    Terima kasih ,,cuma prihatin sama conti aja

  27. rangga

    5 August 2015 at 11:16 am

    hukum kl sdh jd komoditi,tjipta akan ciptakan manusia2 licik lg dikepri ini dgn dipoles ma uang suap,terkutuklah

  28. yunisanti

    5 August 2015 at 8:04 pm

    smoga ada keadilan buat conti setelah pindahnya fuad dan sengkokolan tjipta segera di tindak ke neraka jahanam penjara.

  29. animae

    5 August 2015 at 9:26 pm

    susah di percaya kalo hukum bagaikan hukum kalengan jadinya buat muak melihat perilaku penegak hukum bagaikan kacangan yang ironisnya hanya mengelus dada dan sebaris alunan doa keluar atas ketidak adilan hukum.

  30. agustina

    5 August 2015 at 9:37 pm

    mestinya hukum kita penyejuk jiwa agar jiwa tenang sekarang hukum bagaikan derita hidup yang menusuk-nusuk tulang-tulang kita atas kesengsaraan jiwa atas hukum yang menjadi santapan buat sengkokolan mafia hukum.sekarang conti berada dalam tumpukan keserangkahan ketidak adilan hukum yang membuat penderitaan jiwa,hati dan akal remuk akibatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 18 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

SWARAKEPRI.COM Design by Batam Visual

To Top