Wie Meng Ungkap Fakta Baru Kasus BCC Hotel Batam | SWARAKEPRI.COM
BATAM

Wie Meng Ungkap Fakta Baru Kasus BCC Hotel Batam

Pemegang Saham Terima Uang Rp 27,5 Miliar dari Conti Chandra

BATAM – swarakepri.com : Persidangan kasus dugaan penggelapan di Hotel Batam City Condotel(BCC) dengan terdakwa Conti Chandra terus bergulir. Hari ini, Senin(15/6/2015), pukul 13.25 WIB, Jaksa Penuntut Umum(JPU) menghadirkan Wie Meng selaku salah satu pemegang saham Hotel BCC di persidangan untuk memberikan kesaksian.

Dalam kesaksiannya Wie Meng menyampaikan bahwa Conti Chandra telah menyerahkan uang sebanyak Rp 27,5 miliar kepada para pemilik saham PT Bangun Megah Semesta untuk pembayaran saham berdasarkan akta 89.

Uang tersebut kemudian digunakan sebanyak Rp 20 Miliar untuk membayar utang para pemegang saham dan suplier yang ada. Sedangkan sisanya dibagikan ke masing-masing pemegang saham sesuai dengan surat pernyataan utang nomor 1601.

Wie Meng juga mengaku setelah adanya surat pernyataan utang 1601 tersebut, kemudian dibuat akte No 4 di Kantor Notaris Anly Cenggana terkait penjualan saham dari Wie Meng kepada Tjipta Pudjiarta tanpa dihadiri Tjipta Pudjiarta.

“Kemudian mendadak timbul akte nomor 4 itu,” ujarnya.

Setelah akte no 4, pada tanggal 2 Desember diadakan RUPS untuk pengangkatan Tjipta Pudjiarta sebagai Komisaris sesuai dengan daftar hadir pada saat itu.

Seusai mendengarkan keterangan saksi Wie Meng, Ketua Majelis Hakim Khairul Fuad didampingi Budiman Sitorus dan Alfian menunda persidangan hingga hari Kamis tanggal 18 Juni 2015 untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Penasehat Hukum Conti Chandra, Alfonso Napitupulu SH menegaskan bahwa tidak pernah terjadi pembayaran saham antara pemegang saham dengan Tjipta Pudjiarta.

“Tidak pernah terjadi pembayaran dalam akte 2,3,4 dan 5. Bagaimana akte bisa muncul tanpa ada pembayaran?” ujarnya seusai persidangan.

Hal berbeda disampaikan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Aji Satrio Prakoso. Ia mengatakan sesuai dengan keterangan Wie Meng, para pemegang saham sudah menerima uang sebesar Rp 27,5 miliar melalui Conti.

“Uang tersebut untuk beli saham,” ujar Aji.

Terkait posisi Tjipta Pudjiarta sebagai Komisaris, Aji mengatakan hal tersebut tertuang dalam Surat Bank Panin tertanggal 11 November 2011 tentang perubahan komposisi permodalan susunan pemegang saham dan susunan pengurus PT Bangun Megah Semesta.

Selain itu juga tertuang dalam Akte Notaris tanggal 02 Desember 2011 tentang Berita Acara RUPS Luar Biasa PT Bangun Megah Semesta yang dihadiri oleh Conti Candra, Wie Meng, Hasan, Sutriswi dan Tjipta Pudjiarta.

“Dari kementerian Hukum dan HAM tanggal 12 Juni 2013 juga ada pemberitahuan perubahan data perseroan PT Bangun Megah Semesta,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya Penasehat Hukum Conti Chandra, Alfonso Napitupulu SH mengatakan bahwa Tjipta Pudjiarta dan Winston memberikan keterangan palsu di persidangan kasus dugaan penggelapan di Hotel Batam City Condominium(BCC) hari ini, Kamis (11/6/2015) di Pengadilan Negeri Batam.

“Dari keterangan dua saksi tadi, kami temukan alur cerita rekayasa yang sudah disetting sedemikian rupa,” kata Alfonso kepada swarakepri.com seusai persidangan. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
28 Comments

28 Comments

  1. Khaidir

    15 June 2015 at 10:52 pm

    Bos siapa yang benar ,,, kalau kata jaksa aji bank yg menentukan komisaris buat cipta jadi apa fungsinya notaris notaris di indonesia hem ada apa??

  2. Syafei

    15 June 2015 at 11:13 pm

    Ini ya BOS WI MENG YANG TERKENAL SEBAGAI PENGUSAHA KAKAP TOLONG DONG PROFIL NYA …KATANYA GROUP ASTON HOTEL ,,SRI INDAH ,,GIDEON ,,TOP 10 ..ada bisa pak waetawan wawancara khusus dong

  3. Jamil

    16 June 2015 at 6:04 am

    Wi meng apa kabar ,,,hebat ya masih muda ganteng tapi kaya raya ,,kami sering dengar nama anda tapi tak tahu orang nya ,,,,kalau tidak pasang foto di online kami juga belum kenal bpk sebagai pemilik perusahaan besar Aston hotel salam dr jamil

  4. Yanto

    16 June 2015 at 6:12 am

    Pak wi meng apa kabar masih muda tapi kaya raya nya batam alias pengusaha gajah tapi buka dong lapangan kerja ya pak mudah mudahan bisa berkerja di hotel Aston bpk Wi meng ,,kalau fakta nya bcc bpk juga pemilik saham

  5. Joni

    16 June 2015 at 8:56 am

    Wi meng telah membohongi polisi dan jaksa alias menipu juga pro ke conti yg benar yang mana meng meng ekarang tjipta mau kau apakan lagi ,,anak pulau anak pulau janganla kamu jual informasi palsu

  6. Group bcc

    16 June 2015 at 9:07 am

    Ini permain mafia Wi Meng mengadu domda ,,ini orang otak kotor mencelakai orang dengan keterangan palsu sebentar pro cipta skarang pro conti nanti yang masuk si wimeng pak polisi tangkap dan jaring bos kakap wimeng biar berkata jujur

  7. yap

    16 June 2015 at 4:13 pm

    pak wie meng jangan selingkuh terus, sebentar-bentar pro tjipta sebentar-bentar pro conti yang mana benar nih pak? kalao selingkuh terus nanti dikejar dukun baru tau!

  8. ayen

    16 June 2015 at 4:48 pm

    bapak kakap rupanya kasih keterangan baru yang saya tak disangkahkan, luar biasa jika angin ribut kena kembali ke tjipta

  9. akiet

    16 June 2015 at 4:54 pm

    abang wie meng jangan penghianat dong, katanya agama kristen kok saat sumpah didepan hakim jadi agama buddha? ingat dosa dong bang bang
    sama kayak yang dibilang sama yap jangan selingkuh terus, agama pun mau diselingkuh kan bang bang

  10. Eri

    16 June 2015 at 7:15 pm

    Nama wi meng lagi getop di batam mantap swara kepri bisa mengambil momen foto konglomerat kepri soal nya susah mendapat data konglomerat muda yg lagi naik daun apa dia juga pmilik SEJUMLAH HOTEL ASTON ,,
    BCC ,BCS.BCH .Apakah bank BCA JUGA PEMILIK BANK SUPER KAYA .HIDUP WIMENG ,,kalau bisa dapat data nya lebih banyak.

  11. Ahmad farx

    16 June 2015 at 7:21 pm

    Duh duh aku salut orang super kaya yang rendah hati low profil kaya besar aku ahmad farox amat kagum dan mau lah jadi karyawan mu atau pengawal

  12. Rita

    16 June 2015 at 10:16 pm

    Pekara tjipta fujiarta membuat pak wi meng pusing mari kita berdoa buat pak wimeng supaya di berikan kekuatan untuk menjalankan binisnya terutama pembangunan gedung aston dipelita supaya cepat selesai serta lancar amin

  13. Mujahidin

    16 June 2015 at 10:38 pm

    Kenapa ya semua komisaris dan dirut Bcc baik bodong maupun asli kok ramai ramai duduk di kursi pesawat ,,bergaya lagi pak wimeng lagi santai ya foto itu

  14. Rika

    16 June 2015 at 11:10 pm

    Pak wimeng saya rika ,masih ingat saya pak pernah proyek bcs ,pak ada lowongan diproyek bp aq mau ikut la ,,,oh ya pak tambah sukses semoga bp berjaya

  15. HekBinLomo

    17 June 2015 at 6:16 am

    Wie meng tidak pro mana…wie meng cerdik setelah melihat winston keciprak Taeeek KERBO, wie meng sadar bahwa tidak mudah utk menghafal dan membuat cerita rekayasa macam di filym mafia, kalau soal agama berubah mungkin wie meng takut di hukum di akherat kan jadi pake buddha aja, buseet sampe akherat juga mau di kibulinya

  16. Pek liang pek

    17 June 2015 at 7:27 pm

    Wi meng hia le ho bo. Le khak si TI KO LIANG TI KO COO MAI AN NE KUAN LA LU KAN SUDAH DAPAT HO CU MAI TUE CIPTA LA. TUE CONTI LEBIH AMAN WIMENG HIA. LU MAI CEK CIAK KA TAK NO CIAK CUN NHO

  17. Mamang

    17 June 2015 at 9:47 pm

    Sumpah wimeng itu sumpah palapa oh
    Wajah wimeng mirip pahlawan Gajah mada

  18. Pembeli

    18 June 2015 at 8:29 am

    Bos wi meng kalau jadi orang jangan terlalu kejam dan sombong ,,,meskipun kamu bisa menguasai bahan bangunan yg lengkap kalau menagih uang jangan lah kasar kasar
    kaya kamu itu dari kaca dan bahan bangunan ingat lah kalau suatu hari kalau kamu yg di perlakukan oleh group sri indah,,,kamu juga akan marah kan?????? Terimah kasih ini hanya koreksi mu Group mu yang kaya raya ….serta sombong ,,

  19. Ramli jaya

    20 June 2015 at 6:21 am

    Perseteruan hebat antar pengusaha batam ,,,kabar yg beredar dimasyarakat antara conti dgn karto big bos planet hotel masih abang sepupunya yg dibelakang layar meng hajar cipta sampai terkeot keot ha ha ha ini baru seru perang antar pengusaha termasuk wi meng ,,juga menghajar cipta tapi hati hati dgn jurus cipta akan mengeluarkan jurus mabok santung ,

  20. Ka huat

    20 June 2015 at 8:33 am

    Mantap swara kepri ..harus lebih menulis yg seru buat kami masyarakat untuk menganalisa kasus besar yg menglibatkan pejabat bagi bagi angpau ,,,,,,

  21. Pepeng

    20 June 2015 at 12:25 pm

    Pepeng pesan sama cipta fjitar .kalau ada hutang sama conti ,,bayar lah
    Tjipta ingat kematian tidak diketahui datangnya ,,selagi kamu masih bernafas ingat lah akan karma mu ,karma mu akan dibayar oleh anak anak mu tjip..
    Tjipta kamu kalau gak ada uang mintalah sama pepeng yg tinggal di
    BCC hotel

  22. Marta

    20 June 2015 at 9:34 pm

    Bos nanti kalau bangun aston jangan bawa toke medan kongsi nanti apartemen kami beli bisa berantakan seperti bcc hotel harga naik minta dijual balik bos. Jaga ya imejs

  23. Slamet

    24 June 2015 at 7:18 am

    Bos wimeng harus coment di sini sebenarnya siapa penipu atas hotel bcc ini kalau disaksian mu sih kami menangkap arti dari mu si cipta la penipu nya tapi harus tegas kait hasan ,,waktu hadir dipersidangan cipta memasang muka garang tapi sayang si conti mempermalukan cipta di depan sidang ,,,,,ini bakal lebih seru kalau nanti ada pemenang nya ayo tebak hati pak hakim ,,,,masih terseyum seyum ,,,,,,,,,,,dgn kasus Abal abal

  24. alex

    28 June 2015 at 1:40 pm

    wimeng msh punya hatinurani bcr jujur demi keprcayaan masy dan klien bisnis dia jg,nampak tjipta mmng sngj nipu buat nguasai bcc

  25. ali

    28 June 2015 at 1:48 pm

    swarakepri kritis kamsia tak kayak batampos,haluan ato media katrok lainnya lanjutkan britanya biar cerdas masy dan batam gak ada lg kasus jijik macam ini

  26. andrea

    29 June 2015 at 12:53 am

    jaksa penuntut umum aji seperti dicucuk idungnya ma tjipta cari celah terus buat dapat karungan uang,konspirasi kotor yg bikin supremasi hukum dibatam sperti kandang ayam

  27. zasa

    1 July 2015 at 8:44 pm

    hukum yg diinjak2 tanpa muka bener jaksa polisi notaris

  28. zeze

    1 July 2015 at 8:51 pm

    jangan mau di beli hukum dan menjual belikan hukum emangnya hukum di indonesia kelontongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top