Categories: BISNIS

140 UMKM Naik Kelas Lewat Kolaborasi LPER, Startup Campus & Bank Indonesia

Jakarta, 11 Desember 2024 – Sebanyak 140 UMKM hadir memadati Mula, Mall Citos di Jakarta guna mengikuti workshop Akselerasi UMKM Go Digital yang diselenggarakan oleh LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat), Startup Campus dan Bank Indonesia (BI) dengan tujuan mempercepat digitalisasi UMKM, sejalan dengan target nasional untuk mengajak 30 juta UMKM Go Digital.

Prof. Dr. Francisca Sestri selaku Sekjen LPER dan sekaligus Rektor Unipi Tangerang, dalam sambutan pembuka menegaskan pentingnya digitalisasi UMKM,” UMKM menyumbang lebih dari 61% PDB dan menciptakan 97% lapangan kerja di Indonesia. Namun transformasi digital masih menjadi tantangan besar. Maka melalui program ini, kami ingin membantu UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era digital. Hal ini selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Keamanan, Pemerataan Pendapatan, Kesejahteraan, dan Pengentasan Kemiskinan.” ungkapnya.

Mendukung hal tersebut, Akmaluddin Suangkupon, Asisten Direktur Bank Indonesia, mengungkapkan tantangan yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM, yakni ketidakseimbangan informasi antara UMKM dan lembaga keuangan. “Kendala utama UMKM dalam mengakses pembiayaan adalah informasi yang tidak simetris. Dengan pencatatan keuangan yang baik dan transparan, masalah ini bisa diminimalisir. Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan akses pembiayaan UMKM, salah satunya dengan menyediakan aplikasi digital seperti SIAPIK, serta menyediakan database profil UMKM yang berpotensi dibiayai dan melaksanakan program Business Matching untuk mempermudah UMKM dalam mendapatkan pembiayaan yang dibutuhkan,” jelas Akmaluddin.

Maryati, CEO Startup Campus, menambahkan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga mindset yang tepat. “UMKM perlu melakukan positioning bisnis yang jelas, memahami target pasar, mengidentifikasi keunggulan produk, dan memanfaatkan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing,” ungkapnya.

Maryati juga mengungkapkan antusiasme para peserta. “Acara ini seharusnya dapat diikuti 400 UMKM. Namun, karena keterbatasan kapasitas, jumlah peserta akhirnya dibatasi menjadi 140 UMKM terpilih.”

Tak hanya membahas pentingnya UMKM Go Digital, para peserta pun diberikan workshop untuk praktik langsung bagaimana menyiapkan konten digital marketing yang baik dan mengikuti perkembangan zaman. Diawali dengan pemaparan bagaimana mencari “positioning” setiap usaha, hingga membuat konten di sosial media. Workshop ini amat menarik bagi para pelaku UMKM, karena mereka bisa langsung latihan dan menerapkan langsung di akun media sosial miliknya.

Dalam penjelasannya, Nay sebagai Marketing Lead – Startup Campus memberikan gambaran, bahwa digital marketing harus selalu upgrade dan update. Saat ini ada banyak pilihan sosial media, banyak pilihan e-commerce, banyak pilihan format konten dan desain, namun tidak semuanya harus serta merta dieksekusi. Cukup dipilih mana yang memungkinkan dilakukan secara konsisten dan memudahkan operasional UMKM. “Kita jualan tempe, tetangga kita bisa jualan tempe, lalu bagaimana positioningnya? Seperti ayam geprek, dia jual ayam fried chicken, yang membedakan saat awal muncul, ayam ini ditambah sambal bawang dan digeprek. Ada inovasi, ada nilai tambah, bisa viral dan semua orang ikutan bikin”

Selain itu, peserta juga dibekali informasi mengenai pentingnya sertifikasi seperti BPOM, Halal MUI, P-IRT, dan sertifikasi BNSP, yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Semua sertifikasi tersebut disarankan untuk dicantumkan tidak hanya pada kemasan produk, tetapi juga di media sosial untuk memperkuat nilai jual.

Startup Campus turut berperan dalam mendukung pengembangan UMKM dengan menyediakan pelatihan dan sertifikasi BNSP. Program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan UMKM dalam bidang data keuangan, digital marketing, serta berbagai bidang lainnya yang dapat memperkuat pengelolaan dan perkembangan usaha mereka.

Mariska Pratiwi, salah satu pelaku UMKM yang punya bisnis Pipibayi Pillow, mengungkapkan antusiasnya mengikuti workshop ini. “Ilmu yang diberikan di sini sangat berharga, semuanya langsung bisa diterapkan. Saya belajar cara mengelola keuangan dengan lebih baik dan strategi untuk memasarkan produk saya. Semoga pelatihan seperti ini terus berlanjut dan lebih banyak UMKM yang bisa merasakan manfaatnya,” Ujarnya

Dengan dukungan dari LPER, Bank Indonesia, dan Startup Campus, Akselerasi UMKM Go Digital diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi lebih banyak pelaku UMKM Indonesia untuk bertransformasi dan menjadi kekuatan pendorong ekonomi digital Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan akses pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM di pasar lokal dan global.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Begini Cara PN Batam Mengatasi Kekurangan Hakim

BATAM - Persoalan kekurangan hakim di berbagai tingkat peradilan di Indonesia kembali mengemuka setelah Ketua…

51 menit ago

Investor Kripto Capai 22,4 Juta, Potensi Pasar Indonesia Makin Besar

Industri aset kripto Indonesia masih menunjukkan potensi pertumbuhan sepanjang 2026. Peningkatan nilai transaksi, bertambahnya jumlah…

1 jam ago

BRI Finance Ajak Warga Kalimantan Manfaatkan Hari Terakhir BRI KKB Expo

PT BRI Multifinance Indonesia ("BRI Finance") mengajak masyarakat di Kalimantan memanfaatkan hari terakhir BRI KKB…

2 jam ago

Selaras Arah Transformasi Danantara Indonesia, Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial…

4 jam ago

PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…

5 jam ago

BRI Region 6 dan BPBD Jaksel Uji Kesiapsiagaan Operasional Melalui Simulasi BCM

BRI Region 6 berkolaborasi dengan Operational Risk Group Kantor Pusat BRI dan bekerja sama dengan…

8 jam ago

This website uses cookies.