Categories: BISNIS

21 Juta Ton Barang Terkelola hingga November 2025, KAI Logistik Perkuat Distribusi Logistik Nasional

Hingga November 2025, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan capaian pengelolaan lebih dari 21 juta ton barang. Capaian tersebut mencerminkan peran KAI Logistik dalam menjaga kelancaran distribusi dan logistik nasional, khususnya dalam pengelolaan komoditas strategis yang menopang aktivitas industri serta kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa dari total volume tersebut, angkutan batu bara masih mendominasi sebesar 74 persen atau setara 15,8 juta ton. Menurutnya, pengelolaan batu bara menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam mendukung kelancaran distribusi energi nasional. “Distribusi batu bara yang terkelola secara terencana dan terintegrasi berperan penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional,” ujarnya.

Hingga November 2025, selain batu bara KAI 8Logistik juga mengelola beragam komoditas lainnya, meliputi layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK sekitar 2,8 juta ton, angkutan kontainer sekitar 2,3 juta ton, angkutan semen sebesar 389.560 ton, angkutan limbah B3 sebanyak 13.554 ton, serta layanan angkutan kurir sebesar 59.547 ton. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri dan masyarakat terhadap layanan logistik yang andal, efisien, dan mampu melayani volume besar.

Layanan ritel melalui KALOG Express mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Hingga November 2025, KALOG Express mencatatkan volume pengiriman sebesar 59.547 ton, melampaui capaian kinerja sepanjang tahun 2024 yang tercatat sebesar 58.903 ton.  Pencapaian ini didorong oleh strategi baik peningkatan layanan seperti pemangkasan waktu tempuh Bandung – Surabaya menjadi 24 jam, penguatan peran digitalisasi melalui KAI Logistik TRAX hingga ekspansi perusahaan melalui pembukaan lebih dari 100 service point  baru di wilayah Jawa dan Bali, sehingga saat ini KAI Logistik telah memiliki 285 titik service point.

Yuskal menambahkan bahwa ekspansi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan aksesibilitas layanan logistik. “Penambahan service point menjadi langkah strategis kami untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat jaringan distribusi logistik,” jelasnya.

Selain itu, pertumbuhan juga tercatat pada layanan KALOG Pro, khususnya penanganan angkutan limbah B3 yang tumbuh 31 persen dibandingkan capaian periode sepanjang 2024, dari 10.386 ton menjadi 13.554 ton hingga November 2025. Peningkatan ini merepresentasikan kepercayaan industri terhadap KAI Logistik dalam penanganan pengiriman limbah yang aman dan terkendali, sekaligus mendukung agenda green logistics dan keberlanjutan lingkungan.

“Dengan menjadikan moda kereta api sebagai tulang punggung operasional, KAI Logistik berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan terjadwal. Melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, kami akan terus menjaga keandalan distribusi logistik nasional sekaligus berkontribusi dalam mendukung efisiensi transportasi dan keberlanjutan lingkungan,” tutup Yuskal.

Tentang KAI Logistik
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis hingga layanan door to door service untuk memberikan pelayanan yang excellent bagi Pelanggan. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Mengusung tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi yaitu KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kesehatan Orang Tua adalah Bentuk Perhatian yang Paling Bermakna

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan orang tua tidak hanya sebatas perhatian dan kebersamaan, tetapi juga dukungan…

31 menit ago

PH Hadirkan Saksi Ahli Kehutanan di Sidang Dju Seng: Klaim Kerugian Berlebihan

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

2 jam ago

Sidang PS Sengketa Lahan 2,4 Hektar di Sei Lekop Batam Ungkap Fakta Baru

BATAM - Sidang gugatan PT Energi Cipta Dana(ECD) terhadap PT Tunas Karya Persada(TKP) terkait lahan…

4 jam ago

KAI Perkuat Kompetensi Frontliner LRT Jabodebek demi Tingkatkan Kualitas Layanan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat kualitas pelayanan kepada pengguna LRT Jabodebek melalui peningkatan…

7 jam ago

Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir sebagai Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia

Tren pasar preloved luxury di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah perubahan pola…

7 jam ago

Pasca RDP Komisi IV DPRD Batam, LBH NVNJ Minta Kadisdik Batam Dicopot

BATAM - Lembaga Bantuan Hukum No Viral No Justice(LBH NVNJ) meminta Wali Kota Batam Amsakar…

7 jam ago

This website uses cookies.