Adapundi menggelar literasi keuangan di UIN Raden Fatah, Palembang, dengan tema “Kenali Optimalisasi Keuangan dan Inovasi Kredit Skoring Masa Kini”. Kegiatan ini menyasar Milenial dan Gen Z yang menurut data OJK 2025 mendominasi inklusi keuangan (85%) namun masih tertinggal dalam literasi (66%).
Palembang, 25 September 2025 – Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat dalam mengelola dan mengakses layanan keuangan. Berdasarkan data OJK, indeks inklusi keuangan Indonesia tahun 2025 didominasi oleh kaum Milenial dan Gen Z yakni sebesar 85%. Akan tetapi, indeks akan literasi keuangan masih tertinggal cukup signifikan, yakni di angka 66% saja.
Sebagai bagian dari komitmen mendukung literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, Adapundi kembali mengadakan kegiatan literasi keuangan yang menyasar Milenial dan Gen Z dengan tema “Kenali Optimalisasi Keuangan dan Inovasi Kredit Skoring Masa Kini” di UIN, Palembang.
Acara ini mengupas tiga isu utama yang dekat dengan kehidupan sehari-hari:
– Optimalisasi Keuangan: bagaimana mengelola dan mengalokasikan sumber daya keuangan secara efisien untuk mencapai tujuan finansial yang berkelanjutan.
– Pengenalan Konsep Peer-to-Peer (P2P) Lending: sebagai solusi pendanaan digital yang mempertemukan pemberi pinjaman dan peminjam secara langsung, dengan proses cepat, aman, dan transparan. Serta kiat penggunaan nya secara bertanggung jawab untuk keperluan produktif.
– Inovasi Kredit Skoring Modern: inovasi berbasis big data dan teknologi yang memungkinkan penilaian kelayakan kredit lebih inklusif, sehingga akses keuangan tidak lagi terbatas pada mereka yang memiliki riwayat perbankan formal.
“Melalui literasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku usaha di daerah. Terutama di kota Palembang, sebagai salah satu kota kuliner di Indonesia yang sangat berpotensi untuk UMKM nya semakin berkembang”, ujar Monika Saraswati, Senior Legal Manager Adapundi.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Universitas UIN Raden Fatah, yang antusias mendalami cara mengelola keuangan di era digital. Adapundi percaya literasi keuangan adalah kunci untuk menciptakan ekosistem finansial yang sehat dan berkelanjutan.
Edukasi keuangan semacam ini menjadi langkah nyata untuk mendukung target inklusi keuangan nasional dan memperluas manfaat teknologi keuangan hingga ke seluruh lapisan masyarakat.
Banyak bisnis saat ini mengandalkan iklan digital untuk mendatangkan leads baru setiap hari. Mulai dari…
PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) terus menjalankan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui…
Sebagai orang tua, kita sering fokus melindungi bayi dari udara dingin, nyamuk, atau makanan yang…
Admitad, platform partner marketing terkemuka, menyelenggarakan jamuan makan malam eksklusif di Casa Cuomo, Jakarta, yang…
BFSI Indonesia Summit 2026 merupakan ajang strategis yang mempertemukan para pemimpin industri perbankan, fintech, pembayaran,…
BATAM - Seorang pengusaha di Kota Batam berinisial LCM melalui kuasa hukumnya Rano Iskandar Sirait,…
This website uses cookies.