BATAM – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri secara virtual dalam peluncuran Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 yang digelar di Jakarta, Kamis (2/12).
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Erlangga Hatanto dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Substansinya adalah bagaimana agar industri digital kita terkoordinasi secara baik dalam sebuah pusat layanan,” ucap Amsakar.
Lanjutnya, kegiatan ini juga untuk mendorong pertumbuhan atau produktivitas startup Indonesia, terkhusus Batam untuk lebih berdaya saing di kancah global. Sehingga memberikan nilai positif dan nilai ekonomi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Menko Erlangga tadi mengatakan bahwa pusat industri digital indonesia ini merupakan media untuk menumbuh suburkan digitalisasi industri di era 4.0 ini,” ucapnya.
Sederhananya, kata Amsakar, pusat digital ini diresmikan sebagai wadah bagi pelaku ekonomi digital mengembangkan diri.
Percepatan penerapan industri 4.0 bertujuan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional dan memacu daya saing di kancah global. Hal ini ditandai dengan adanya peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai arah dan strategi Indonesia dalam merevitalisasi sektor industri manufaktur, sekaligus mewujudkan visi besarnya menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.
“Sebagai wujud nyata mewujudkan penerapan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian menginisiasi pembangunan PIDI 4.0,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (30/11).
Menperin menjelaskan bahwa PIDI 4.0 merupakan solusi satu atap dalam percepatan transformasi industri 4.0 di Indonesia dan menjadi jendela Indonesia 4.0 untuk dunia. Saat ini, PIDI 4.0 dikelola oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin.
Berlokasi di Permata Hijau, Jakarta Selatan, Gedung PIDI 4.0 berdiri di atas lahan seluas 12.957 m2 dengan luas bangunan 17.600 m2. “Gedung PIDI 4.0 dirancang menerapkan konsep smart building sehingga pengelolaan gedung lebih efisien dan terkontrol terutama dalam segi keamanan, penggunaan energi, dan pemanfaatan fasilitas,” katanya.
Merujuk pada konsepnya, PIDI 4.0 memiliki lima pilar atau layanan utama. Pertama, sebagai Showcase Center. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atau pelaku industri tentang pentingnya industri 4.0 dan menyajikan pengalaman nyata di sektor manufaktur dalam penerapan digitalisasi pada lini produksinya.
Kedua, menjadi Capability Center, yakni pusat pelatihan untuk meningkatkan keahlian kepada para tenaga kerja industri dan aparatur sipil negara (ASN) terkait implementasi industri 4.0.
Ketiga, sebagai Ecosystem for Industry 4.0 atau tempat kolaborasi pengembangan implementasi industri 4.0. Keempat, Delivery Center, tempat pendampingan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0.
Kelima, Engineering and AI Center yang membantu permasalahan industri dengan teknologi rekayasa dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)./MC Pemko Batam
Kondisi ekonomi global saat ini sedang berada dalam fase yang penuh dengan tantangan akibat munculnya…
Pekanbaru - Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso bersama Operation Head Sori…
BATAM - Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam saat ini masih melakukan investigasi terkait perizinan Cut…
Bekasi, Februari 2026 — Di tengah persaingan global yang semakin mengglobal, dunia bisnis kini lebih…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklap) Refreshing…
Ajang tahunan Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur menjadi momentum penting bagi…
This website uses cookies.