JAKARTA – Sesuatu yang berhubungan dengan angka seringkali membuat orang pusing. Tak pelak, fobia terhadap pelajaran matematika dirasakan sebagian anak-anak. Tak jarang anak memakai berbagai jurus untuk menghindari pelajaran ini.
Mereka akan membuat bermacam alasan seperti mengantuk, lapar, dan ketika orang tua memaksanya anak akan cenderung sulit konsentrasi. Akibatnya, orang tua jadi ikut pusing saat mengajarkan matematika kepada anak-anak.
Padahal, matematika merupakan subjek universal yang berguna bagi beberapa studi lainnya seperti fisika, kimia, akunting, dan materi penting lainnya. Banyak pendapat menyebutkan seseorang yang dapat menguasai matematika akan memiliki performa baik pula dalam mata pelajaran lainnya.
Menurut Cially Tan, Manajer Kurikulum Math Monkey Indonesia, pada dasarnya anak hanya suka bermain, maka satu-satunya tip menghadapi anak-anak yang tidak menyukai matematika adalah dengan mengajak anak bermain sambil menyelipkan materi-materi menghitung tanpa disadari anak.
Dengan menciptakan suasana yang menyenangkan, anak dijamin tidak akan cepat bosan. Mengajarkan matematika tidak melulu harus menghafal, melainkan lebih mengutamakan kepada interaksi.
Dia percaya bahwa dengan kurikulum berbasis permainan akan meningkatkan kekuatan ingatan, melatih visualisasi, dan yang paling penting melatih kecepatan dan ketepatan anak dalam menyelesaikan soal.
BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…
JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…
Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…
Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…
Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…
Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…
This website uses cookies.