LRT Jabodebek mencatat kepadatan tertinggi pada pagi hari di stasiun Harjamukti dan sore hari di stasiun Dukuh Atas, membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman.
Mobilitas masyarakat Jabodebek pada hari kerja menunjukkan pola yang semakin konsisten. Berdasarkan data rata-rata pengguna LRT Jabodebek periode Januari 2026, kepadatan tertinggi terjadi pada pagi hari pukul 06.00–09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–20.00 WIB.
Pada jam sibuk pagi, arus perjalanan didominasi pengguna dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta. Lima stasiun dengan volume pengguna tertinggi pada periode ini adalah:
1. Stasiun Harjamukti: rata-rata 9.056 pengguna/hari
2. Stasiun Cikunir 1: rata-rata 4.273 pengguna/hari
3. Stasiun Cikoko: rata-rata 4.236 pengguna/hari
4. Stasiun Jati Mulya: rata-rata 3.616 pengguna/hari
5. Stasiun Bekasi Barat: rata-rata 3.613 pengguna/hari
Sementara itu, pada jam sibuk sore, kepadatan beralih ke stasiun-stasiun pusat kota sebagai titik awal perjalanan kembali ke wilayah penyangga. Lima stasiun dengan volume tertinggi pada periode ini antara lain:
1. Stasiun Dukuh Atas: rata-rata 11.217 pengguna/hari
2. Stasiun Kuningan: rata-rata 10.275 pengguna/hari
3. Stasiun Rasuna Said: rata-rata 5.716 pengguna/hari
4. Stasiun Pancoran: rata-rata 5.192 pengguna/hari
5. Stasiun Setiabudi: rata-rata 4.333 pengguna/hari
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa pola ini memberi dasar bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih rasional.
“Data ini menunjukkan kapan pengguna berada pada tingkat kepadatan tertinggi. Bagi pengguna yang memiliki fleksibilitas waktu, menghindari jam sibuk bisa berarti mendapatkan tempat duduk, stasiun yang lebih tenang, serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman,” ujarnya.
Selain memberi manfaat langsung bagi pengguna, informasi ini juga digunakan LRT Jabodebek untuk menata operasional layanan, mulai dari pengaturan rangkaian, pola pelayanan, hingga evaluasi kebutuhan kapasitas di jam-jam tertentu.
“Pemilihan waktu dan arah perjalanan memengaruhi kualitas perjalanan. Dengan memahami pola ini, pengguna bisa menyesuaikan jam berangkat sesuai kebutuhan, sementara kami bisa mengelola layanan secara lebih presisi,” tambah Radhitya.
Melalui data pola perjalanan ini, LRT Jabodebek mendorong mobilitas yang lebih terencana, di mana masyarakat tidak hanya menggunakan transportasi publik, tetapi juga mengoptimalkannya sesuai ritme aktivitas masing-masing.
Informasi rute, jadwal, dan tarif tersedia melalui kanal digital resmi LRT Jabodebek untuk membantu masyarakat menyesuaikan waktu dan arah perjalanan sesuai kebutuhannya.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
KoperasiGO, solusi digitalisasi koperasi yang dikembangkan oleh Cazbox, salah satu platform solusi digital milik PT…
Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti aula BINUS SCHOOL Bekasi saat merayakan kelulusan tahun ajaran 2025/2026 pada…
BATAM - Juliansoh Saragih, salah satu korban dari komplotan pemalsu sertipikat tanah memberikan kesaksian mengejutkan…
PT Akulaku Finance Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang…
Menyambut musim liburan sekolah yang menjadi puncak aktivitas keluarga sekaligus periode back to school, Mall…
BATAM - Kasus pemalsuan sertipikat lahan di Batam dengan tiga terdakwa yakni Robi Abdi Zeelani,…
This website uses cookies.