Categories: BATAM

Bantah Premanisme, Wali Murid Beberkan Kronologi Kejadian di Sekolah Djuwita Batam

BATAM – Salah seorang Wali Murid Play Group Sekolah Djuwita Batam, Sri Suryati membeberkan kronologi kejadian saat mendatangi sekolah tersebut pada Selasa, 21 April 2026 lalu.

Sri mengatakan kedatangannya untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak Sekolah dan meminta CCTV terkait adanya dugaan tindakan kasar dari oknum Guru terhadap anak didik yang ada.

“Ini berawal ketika anak saya menangis dan tidak mau masuk saat dibawa ke Sekolah. Anak saya teriak dan menjerit-jerit, dan itu bukan satu dua kali,”ujarnya kepada wartawan di Batam Center, Rabu 29 April 2026 siang.

Ia mengatakan anaknya juga sebelumnya pernah bersekolah di tempat lain dan tidak pernah menangis. “Anak saya sekarang tidak mau masuk sekolah dan menangis. Anak saya kalau lihat miss(Guru) selalu minta pulang,”jelasnya.

Ia mengatakan sejak awal anaknya masuk ke sekolah tersebut sudah ada tanda-tanda dugaan tindakan kasar dari oknum guru.

“Dugaan kekerasan dari oknum guru sudah saya lihat sendiri, dari penarikan anak di saat belajar, saat disuapin mulut anak-anak dicolok pakai sendok. Takaran makanan juga tidak sesuai dengan posisi dan postur anak-anak itu,”ungkapnya.

Sri juga mengaku sudah pernah melaporkan dugaan tindakan kasar oknum guru tersebut ke Kepala Sekolah.

“Dari pertama anak saya masuk di sekolah tersebut, saya sudah lihat oknum guru agak kasar, saya sudah lapor ke Kepala Sekolah. Itulah kenapa saya minta pembantu mendampingi anak saya saat jam makan,”jelasnya.

Bantah Premanisme

Sri juga menegaskan bahwa kedatangannya ke sekolah tersebut tidak membawa preman, tapi karyawan.

“Kedatangan saya itu tidak membawa premanisme. Tolong dicatat, tidak membawa premanisme, itu karyawan saya. Boleh dicek dari CCTV, itu semua karyawan saya duduk di depan, sesudah itu memang ada arahan saya suruh masuk, untuk ambil foto dan video,”tegasnya.

“Kalau memang ada tindakan intimidasi atau premanisme harusnya saat masuk itu melakukan penyerangan. Kenapa mereka di video itu masih duduk rapi diluar? Mereka cuma mendengarkan. Saya suruh mereka masuk untuk ambil foto dan video, tujuannya itu saya mau tunjukkan ke anak saya mana guru yang mukul dia, karena saya tidak punya foto guru-guru itu sama sekali,”lanjut Sri.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

MoraRepublic dan HMN Tech Bangun Jalur Arteri Digital yang Menghubungkan Indonesia dan Singapura

MoraRepublic dan HMN Tech berhasil menyelesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk proyek kabel bawah laut…

4 jam ago

Belajar dari ONDC India: Membangun Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Ketika Perdana Menteri India Narendra Modi berkunjung ke Indonesia pada Juli 2026, perhatian publik tentu…

5 jam ago

BRI BO Otista dan BRIMedika Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Program CX 100 untuk Nasabah Pensiunan

Dalam rangka memberikan apresiasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah pensiunan, BRI Branch Office (BO)…

5 jam ago

Kunjungan Modi ke Indonesia: Mampukah Hubungan India-Indonesia Melompat Lebih Jauh?

Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat menghadirkan…

7 jam ago

BRI Finance Pastikan Pelunasan Obligasi Rp303 Miliar Tepat Waktu

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memastikan kesiapan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pelunasan Obligasi II…

10 jam ago

2 Demokrasi, 1 Ruang Digital: Apa Arti Kunjungan Narendra Modi bagi UMKM Indonesia?

Ketika Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Jakarta pada 7 Juli mendatang, perhatian publik…

14 jam ago

This website uses cookies.