Bendungan Bulango Ulu dirancang sebagai solusi multifungsi yang akan memberikan dampak langsung bagi kehidupan warga. Saat beroperasi nanti, Bendungan Bulango Ulu dapat mengairi lahan seluas 4.950 hektar, menyediakan pasokan air baku sebesar 2.200 liter/detik, serta berfungsi sebagai pengendali banjir untuk wilayah hilir seluas 629 hektar.
Selain untuk irigasi dan sumber air baku, Bendungan Bulango Ulu juga memiliki potensi besar lain. Keberadaannya diproyeksikan juga sebagai sumber energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 4,96 MW. Kawasan sekitar bendungan juga bisa dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata baru yang dapat menggerakkan roda perekonomian lokal.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proyek strategis ini memiliki visi yang melampaui sekadar konstruksi fisik.
“Pembangunan Bendungan Bulango Ulu bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air, khususnya di Indonesia Timur,” ujar Menteri Dody. Menteri Dody juga optimis pembangunan bendungan ini akan berjalan lancar hingga tahap akhir, dan fungsi bendungan dapat segera dirasakan manfaatnya.
Saat ini proses pembangunan yang dibagi menjadi dua paket utama terus dikebut. Paket I yang mencakup pembangunan jalan akses, jembatan, timbunan utama (main dam), serta pembersihan area genangan, sudah hampir final. Sementara Paket II meliputi bangunan pelimpah, pengelak, dan sistem hidromekanikal, juga dikebut bersamaan.
Fasilitas pendukung lain, yang memperkuat integrasi kawasan bendungan sebagai pusat layanan dan pengawasan operasional pasca pembangunan, seperti kantor UPB, rumah dinas, musholla, aula serbaguna, gapura, dan pos jaga, juga dikerjakan secara paralel.
Tahapan akhir seperti penyelesaian timbunan utama, pemasangan sistem hidromekanikal, hingga penataan lanskap kawasan dijadwalkan selesai secara bertahap hingga pertengahan 2026.
Meskipun sudah konstruksi utama bangunan sudah hampir rampung, saat ini Kementerian PU masih menghadapi tantangan dalam proses pembebasan sisa lahan untuk proyek bendungan ini. Dari total 1.723 bidang tanah, sebanyak 75,91% atau 1.231 bidang telah bebas. Sisanya masih dalam proses penyelesaian administratif, baik melalui konsinyasi, penetapan pengadilan, maupun koordinasi lanjutan dengan pemerintah daerah. Kementerian PU bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menuntaskannya.
“Dengan kerja sama seluruh pihak, Kementerian PU optimis Bendungan Bulango Ulu dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya,” tutup Menteri Dody.
Kehadiran Bendungan Bulango Ulu diharapkan menjadi harapan baru, mengalirkan air kehidupan yang akan menumbuhkan kesejahteraan dan keamanan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Gorontalo.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#MerdekaUntukSemua
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk…
Pemetaan lahan di perkebunan kelapa sawit skala besar menghadapi tantangan teknis yang tidak bisa diselesaikan…
Bagi sebagian warga, layanan air perpipaan adalah hal yang mudah didapat. Namun bagi warga RT…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan…
Pasar keuangan global tidak pernah bergerak dalam garis lurus, melainkan terus berfluktuasi berdasarkan persepsi kolektif…
Jakarta — Sebanyak 30 hakim dan aparatur peradilan Indonesia mengikuti program pelatihan intensif di National Judicial Academy (NJA),…
This website uses cookies.