Categories: BISNIS

BINUS UNIVERSITY Dorong Kolaborasi Global Lewat ‘AI Meets Traditional Culture’ 2026

Program Film BINUS University dengan bangga berperan sebagai co-host dalam acara puncak “AI Meets Traditional Culture” China-Indonesia Youth AI Visual Works Exhibition 2026 yang bertempat di BINUS @Alam Sutera. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi kreatif lintas negara yang mempertemukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kekayaan budaya tradisional.

Bekerja sama dengan Shanghai Vancouver Film School dan berbagai mitra internasional, Program Film BINUS menghadirkan platform bagi generasi muda untuk mengeksplorasi storytelling visual berbasis AI yang tetap berakar pada perspektif dan kreativitas manusia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa mengikuti workshop intensif dari praktisi global, termasuk pengenalan AI Filmmaking Pipeline oleh Odet Abadia. Lokakarya kedua bertema Bringing Traditional Culture to Life: A Hands-on Guide and Case Sharing bersama tim Movie Flow, salah satu aplikasi AI untuk produksi film. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI dapat mempercepat proses produksi tanpa menghilangkan peran kreator sebagai pengarah utama ide dan narasi.

Hal ini menegaskan komitmen Program Film BINUS dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam kurikulum, sekaligus memastikan bahwa mahasiswa tetap menjadi pusat dari proses kreatif. Pengalaman di atas juga akan memperkaya silabus Transmedia Storytelling yang tugasnya berupa produksi film AI pendek.

Hampir 500 karya dari kreator muda Indonesia dan China terkumpul dalam ajang ini, mencakup berbagai format seperti video, ilustrasi, komik, hingga buku cerita visual berbasis AI. Karya-karya tersebut menampilkan perpaduan unik antara elemen budaya kedua negara, seperti batik dan sutra, wayang dan opera Beijing, hingga interpretasi arsitektur tradisional dalam pendekatan visual modern.

Sebanyak 50 karya terbaik terpilih untuk dipamerkan di Jakarta dan Shanghai, dengan 10 karya menerima penghargaan utama. Para pemenang juga mendapatkan peluang eksposur global, termasuk partisipasi dalam festival film internasional dan kompetisi seni dunia.

Ajang puncak adalah Penghargaan kepada para pemenang, yang didahului dengan sambutan dari Danendro Adi (Dekan School of Design Binus University) dan David Chen (Vice-President of Shanghai Vancouver Film School/ PhD Supervisor at Shanghai University). Acara dimulai dengan diskusi panel bertema AI Empowering Traditional Culture and Film Education bersama Jerry Fan (Industry Instructor, Producer/Screenwriter, AI Generated Content Creator) dan Adilla Amelia (Ketua Jurusan Film, Binus University). Keduanya saling berbagi dan belajar tentang kurikulum dan silabus berdasarkan best practice kedua sekolah film tersebut.

Pemenang pun diumumkan, yang terdiri dari peserta dari Cina dan dan Indonesia. Dalam hal ini, BINUS Film meraih juara 2 dengan judul Samudra Batin (Elijah Caleb Yael Sakti, Merin Grescia Natali, Meitry Yeo, Rocky Marciano Wowor, Yashn Rajkumar Asrani).

Selain Juara 1,2, dan 3, ada Grand Prize yang merupakan pemenang utama. Sedang excellent prize adalah semua karya yang lolos daftar seleksi pendek (finalis). (Daftar pemenang ada di bawah).

Tampak hadir pula Karen Wei (Head of marketing SHVFS), serta delegasi dari SMA Abdi Siswa, yaitu Jusuf Iskandar (Chief Executive Director), Ir. Pandji Kusuma (Ketua Dewan Pembina) dan Ferdinand Widagda (member board of Patrons).

Di sesi siang, ada sesi pemutaran film terpilih dari SHVFS dan BINUS FIlm.

Dalam sambutannya, Dean School of Design BINUS University, Danendro Adi, menegaskan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan nilai kemanusiaan:

“Tema ‘AI Meets Traditional Culture’ adalah tentang pemberdayaan, bagaimana kita menggunakan teknologi masa depan untuk menghidupkan kembali warisan masa lalu. Dalam kurikulum kami, kami mengadopsi teknologi ini dengan filosofi yang jelas: kreativitas dan pemikiran kritis tetap berpusat pada manusia.”

Beliau juga menambahkan penegasan terkait peran AI dalam proses kreatif:

“AI adalah co-pilot, bukan pengganti kreator. Teknologi ini tidak akan menggantikan peran creative, melainkan berjalan berdampingan untuk memperkuat eksekusi dan eksplorasi ide. Visi, emosi, dan makna tetap harus datang dari manusia.”

Pendekatan ini menegaskan bahwa teknologi bukanlah pengganti kreativitas, melainkan medium baru yang memperluas cara bercerita dan berekspresi.

Partisipasi Program Film BINUS dalam inisiatif ini mempertegas perannya sebagai penghubung antara pendidikan, industri, dan kolaborasi internasional serta mempersiapkan generasi kreator yang adaptif, inovatif, dan tetap human-centered di era AI.

About BINUS Media & Publishing

Tentang BINUS University

Dengan pengalaman menuju 45 tahun membina Nusantara melalui pendidikan, BINUS University memiliki visi utama, yakni sebagai “A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation”. Semangat ini yang menjadikan BINUS University menjadi kampus terbaik nomor 2 se-ASEAN, 1 di Indonesia, 165 di Asia. BINUS University memiliki 14 kampus yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 200.000 komunitas Binusian yang terdiri dari 175.000 alumni, lebih dari 55.000 mahasiswa aktif, lebih dari 2.000 dosen, dan 52 Guru Besar BINUS University.

Tentang Shanghai Vancouver Film School (SHVFS)

Sebagai salah satu institusi pendidikan film terkemuka di Tiongkok, SHVFS berkomitmen menghadirkan standar industri kelas dunia bagi generasi baru para pencerita dan kreator teknologi kreatif.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

PTPP Optimis Rampungkan Proyek Sekolah Rakyat Aceh Tepat Waktu, Capaian Progres Lampaui Target

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) mencatat akselerasi kinerja yang solid dalam pelaksanaan Proyek Sekolah Rakyat…

40 menit ago

Emas Kembali Menguat, Sentimen Global dan Teknikal Kompak Dorong Kenaikan

Harga emas dunia pada perdagangan Kamis (30/4) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, seiring munculnya…

57 menit ago

Unitree Diluncurkan di Indonesia, Bermitra dengan Halo Robotics untuk Membuka Pasar Terbesar Asia Tenggara bagi Robot Humanoid dan Quadruped

Produsen robot enterprise terbesar di dunia dengan lebih dari 50.000 unit quadruped dan 5.500 unit…

2 jam ago

MMAJ Jakarta Bawa Konten Original Jepang ke Gandaria City Mei Mendatang

Merah! Merah! Anime Japan!! (MMAJ) Jakarta akan hadir perdana di Indonesia pada 30-31 Mei 2026.…

2 jam ago

Emas Turun, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Likuiditas Tanpa Menjual Aset

Penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir mendorong perubahan perilaku finansial masyarakat, khususnya dalam cara…

2 jam ago

Respon Cepat, Koordinasi Tepat, Skor Kepuasan Pelanggan WSBP Naik Lagi jadi 91,9

PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mencatat hasil survei kepuasan pelanggan terbaru dengan…

3 jam ago

This website uses cookies.