Categories: Voice Of America

BMKG Catat 9 Kali Gempa Susulan di Nias Barat

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya telah terjadi 9 gempa susulan di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (14/5). Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang Nias Barat pada hari yang sama

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawita, mencatat sembilan gempa susulan telah terjadi di Nias Barat dengan rentang 3,3 sampai 5,3 magnitudo hingga pukul 16.00 WIB, Jumat (14/5). Awalnya, gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang Nias Barat, pada hari yang sama sekitar pukul 13.33 WIB.

“Oleh karena itu kami rekomendasikan kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang tidak terpengaruh oleh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/5) sore.

Gempa susulan di Nias Barat diperkirakan masih akan terus terjadi. Masyarakat di wilayah terdampak getaran diimbau untuk menghindari bangunan yang telah retak atau rusak diakibatkan gempa tersebut.

“Meskipun dengan tetap tenang tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab. Kami imbau pula segera diperiksa dan dipastikan bangunan tempat tinggal apakah cukup tahan terhadap gempa bumi. Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah masing-masing,” imbau Dwikorita.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Tiar Prasetya, menerangkan bahwa gempa yang terjadi di Nias Barat tidak berkaitan dengan bencana serupa di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Rabu (12/5) kemarin. Meskipun Nias Barat dan Kepulauan Mentawai merupakan satu wilayah di pantai barat Sumatera. Terjadinya rentetan gempa di sejumlah wilayah dengan waktu yang berdekatan sangat mungkin terjadi.

“Indonesia dinamis punya tiga seismik yang sangat tinggi jadi kapan pun bisa terjadi gempa. Tidak harus seperti efek domino, misalnya di Mentawai gempa juga bisa terjadi di Sulawesi,” katanya.

Lanjut Tiar, yang perlu dikhawatirkan adalah terjadinya akumulasi gempa cukup besar yang mengguncang sebuah wilayah.

“Kalau itu di laut dengan kedalaman sangat rendah bisa berpotensi tsunami. Jadi yang dipahami adalah Indonesia memiliki seismik yang tinggi gempa bisa terjadi bagian barat Sumatera, selatan Jawa sampai ke utara Sulawesi dan Papua,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Barat, Filipo Daeli, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan kerusakan bangunan maupun korban luka akibat gempa bumi tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan dan korban jiwa di Nias Barat. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Anggota kami sudah ditugaskan untuk memantau di beberapa lokasi di sejumlah kecamatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, di wilayah Nias Barat telah terjadi gempa bumi tektonik pada Jumat (14/5) sekitar pukul 13.33 WIB. Gempa itu juga mengakibatkan terjadinya guncangan yang dirasakan di beberapa wilayah. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan 7,2 magnitudo yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,7.

Episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 0,2 derajat Lintang Utara, dan 96,69 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 125 kilometer arah barat daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumut, dengan kedalaman pusat gempa 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum getaran yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Hal ini sesuai analisis BMKG yang menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar normal,” kata Dwikorita.

Gempa bumi ini dirasakan di Gunung Sitoli, dengan intensitas skala III-IV MMI yaitu apabila pada siang hari guncangan tersebut dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah. Guncangan juga dirasakan di Banda Aceh dengan intesitas skala III MMI yaitu getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa getaran seakan truk berlalu.

Kemudian, gempa juga dirasakan di Aek Godang di Sumut, dan Aceh Tengah dengan skala intensitas II MMI yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang./Voice of America

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Permudah Kepemilikan Motor Premium Lewat Pembiayaan Bunga Mulai 0,7%

Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kebutuhan akan kendaraan roda dua tidak lagi semata-mata…

5 jam ago

BRI Finance Perkuat Struktur Pendanaan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% menjadi salah satu faktor yang terus dicermati…

5 jam ago

Deposito Fleksibel untuk Kebutuhan Tidak Pasti, Opsi Saat Dana Mungkin Dibutuhkan Sewaktu-Waktu

Banyak orang ingin menyimpan dana di deposito karena menawarkan bunga yang umumnya lebih tinggi dibanding…

5 jam ago

Rekomendasi Tempat Jual Beli Tas Mewah Branded Original yang Aman dan Terpercaya

deGadai menjadi salah satu rekomendasi tempat jual beli tas mewah branded original yang aman dan…

5 jam ago

Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu…

8 jam ago

Lepas Penat di Luxor Spa & Massage di K Square Batam

BATAM – Di tengan padatnya aktivitas, kebutuhan akan ruang relaksasi yang nyaman semakin dicari. Bagi…

9 jam ago

This website uses cookies.