JAKARTA – Bos Facebook Mark Zuckerberg menjual sebagian saham miliknya di raksasa media sosial itu lebih dari US$ 1 miliar (sekitar Rp 13,2 triliun) tahun lalu untuk membantu mendanai investasi filantropi yang dia dirikan bersama istrinya, Priscilla Chan, dengan nama Chan Zuckerberg Initiative.
Seluruh penjualan ini dialokasikan untuk mendanai inisiatif yang diluncurkan pada akhir 2015 setelah kelahiran anak perempuan mereka. Pasangan kaya raya ini pada tahap awal telah berkomitmen berdonasi US$ 3 miliar untuk satu dekade ke depan guna mendanai riset pengobatan untuk seluruh jenis penyakit.
Facebook meliris audit tahunan yang dimuat di situs Komisi Sekuritas dan Burs Amerika Serikat, Jumat pekan lalu. Lembaran ini juga memuat informasi kepemilikan saham eksekutifnya.
Menurut lembaran tersebut, Zuckerberg memiliki sekitar 9,6 juta saham lebih sedikit pada akhir Maret dibanding tahun lalu. Saham ini nilainya lebih dari US$ 1,3 miliar (sekitar Rp 17,2 triliun), berdasarkan harga saham Facebook pada penutupan Jumat lalu, seperti dimuat recode.net 14 April 2017.
Kenyataanya, Zuckerberg tidak memuat cukup banyak penjualan, yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, karena saham Facebook sudah naik sekitar 12 persen sejak ia menjual saham kembali pada Agustus. Dia masih banyak uang.
Walaupun sebagian sahamnya telah dijual, Zuckerberg masih mengendalikan 59,7 persen pengambilan keputusan di Facebook. Kekuasaan atas pengambilan keputusan ini turun dari 60,1 persen tahun lalu. Forbes mengestimasi kekayaan bersih Zuckerberg lebih dari US$ 59 miliar (sekitar Rp 771,3 triliun).
Editor : Roni Rumahorbo
Sumber : Tempo.co
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas…
Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan…
Pada Mei 2026, KAI Logistik berhasil mencatatkan kinerja keseluruhan angkutan barang dengan volume sebesar 1.658.622…
Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK dinilai menjadi momentum penting…
Dalam proses pendidikan tinggi, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik di…
BINUS University terus memperkuat revitalisasi Pasar Bunga Rawa Belong sebagai pusat florikultura terbesar di Asia…
This website uses cookies.