Ratu Elizabeth II bersedia menggaji hingga US$ 67.000 atau sekitar Rp 937 juta untuk seseorang yang bersedia mengelola media sosial kerajaan. Ini merupakan cara baru untuk mempertahankan (eksistensi) kerajaan Inggris di publik.
Lowongan kerja ini diposting pengelola kerajaan Inggris di LinkedIn dan mengatakan pekerjaan itu juga melibatkan audiens di seluruh dunia dengan peran publik dan pekerjaan Keluarga Kerajaan.
“Kandidat yang berhasil akan mengarahkan soal editorial dan memimpin tim kecil yang berisi spesialis digital media, yang akan mengelola strategi konten di kanal digital kerajaan Inggris dan bekerja sama dengan kolega di seluruh organisasi untuk terus meningkatkan kehadiran digital kami,” tulis LinkedIn tersebut.
Tugasnya mulai meliput kunjungan kenegaraan hingga upacara penghargaan atau pertunangan kerajaan. Orang tersebut juga perlu memastikan bahwa saluran digital kerajaan yang konsisten sehingga memicu minat dan menjangkau berbagai audiens.
Kandidat yang ideal harus memiliki pengalaman mengelola dan mengedit situs web profil dan ahli di bidangnya. Mereka ahli dalam mengelola sistem manajemen konten, platform media sosial dan alat analytics.
“Inovatif dan kreatif, Anda akan memiliki ketrampilan menulis dan editorial serta keahlian dalam mendesain konten digital untuk berbagai kelompok audiens. Juga harus menjadi “komunikator alami,” kata keluarga kerajaan.
Head digital akan mendapatkan paket benefit, termasuk liburan tahunan selama 33 hari (termasuk hari libur nasional), makan siang gratis, pelatihan, dan uang pensiun sebesar 15% dari penghasilan. Gaji tahunan dikatakan berkisar antara £ 45.000 dan £ 50.000 ($ 67.000), tergantung pada pengalaman.
Tidak hanya itu, kediaman kerajaan Istana Buckingham juga menawarkan gaji tahunan setidaknya $ 27.629 untuk koki kerajaan.
Sang ratu pun sempat diserang di Twitter dan di media tahun lalu karena pidato tahunan Natalnya, di mana ia merilis sedikit tentang pesan menyentuh dan menyoroti pentingnya keluarga dan persahabatan .
Ia duduk di ruangan yang tak hanya dihiasi dengan pohon Natal, tapi juga penuh dengan barang-barang mewah hingga piano berkelir emas. Pidato ini dianggap tidak menyentuh karena terasa kontras dengan apa yang diucapkan sang Ratu.
Sumber: CNBC Indonesia
BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…
PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…
Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…
Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…
Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…
This website uses cookies.