IndigoHub Makassar kembali menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan teknologi melalui penyelenggaraan COCONUT Open Class Batch 8. Workshop yang diinisiasi oleh COCONUT Computer Club ini berfokus pada pengenalan backend development dengan bahasa pemrograman Golang, sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar membangun REST API dari tahap dasar.
Dengan tema “Go REST, Go Fast: Membangun REST API dengan Golang”, kelas ini menghadirkan Musdalipa dan Syahrul Ramadhan sebagai pemateri, dipandu oleh Ahmad Fajrul sebagai moderator, serta diikuti oleh lebih dari 20 peserta. Melalui pendekatan praktis, peserta diperkenalkan pada konsep fundamental backend, lalu diarahkan untuk mencoba langsung membuat REST API sederhana yang dapat dikembangkan menjadi portofolio teknologi mereka.
Pada sesi ini, BCL IndigoHub Makassar bersama intern memperkenalkan marketplace API Telkom, Apilogy, sekaligus mendemonstrasikan bagaimana platform tersebut dapat dimanfaatkan baik sebagai publisher maupun developer. Peserta diperlihatkan secara langsung bagaimana Apilogy dapat mempercepat proses pengujian dan mendukung kolaborasi antar-developer. Selain itu, tim Indigo juga mendemonstrasikan API Text-to-Speech dan Object Detection untuk memberikan gambaran konkret cara penggunaannya, sehingga peserta terdorong untuk mengeksplorasi lebih jauh dan memanfaatkan berbagai API yang disediakan secara gratis.
Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, kembali menegaskan pentingnya pelatihan seperti ini dalam membangun talenta digital di era ekonomi digital. “Kelas seperti ini bukan hanya mengajarkan teori, tapi juga membuka ruang eksplorasi. Telkom sendiri sudah memiliki platform bernama Apilogy, yang bisa membantu developer mendokumentasikan, mengelola, dan menggunakan API dengan lebih efisien. Semoga kedepannya, para peserta bisa ikut mencoba dan mengembangkannya dalam proyek mereka,” jelasnya.
Selain materi teknis, tim COCONUT juga memberikan benefit berupa modul pembelajaran, sertifikat, dan kesempatan memperluas relasi komunitas. Dengan pendekatan interaktif, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengaplikasikan keterampilan backend dalam pengembangan teknologi ke depan.
Salah satu peserta, Muh Anwar Syafriawan, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kelas ini. “Materi yang disampaikan sangat menarik. Saya mendapat pengalaman baru yang belum pernah saya pelajari di kampus, khususnya praktik membangun REST API dengan Golang, sekaligus bisa eksplore Apilogy” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam memperluas akses pembelajaran teknologi. COCONUT Open Class Batch 8 hadir sebagai pijakan awal bagi calon backend developer pemula untuk berkembang, percaya diri, dan terhubung dengan ekosistem digital di Makassar.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmen penuh untuk mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam merencanakan…
Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang…
Jakarta, 4 Februari 2026. - Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke…
Atlet tenis meja muda Indonesia dari ONIC Sport, Muhammad Naufal Junindra, berhasil meraih peringkat ketiga…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pemulihan infrastruktur sumber daya air (SDA) pascabencana hidrometeorologi di…
This website uses cookies.