Categories: BISNIS

Cokelatin Indonesia Menembus Pasar Internasional Melalui Agro Food Jeddah 2025

Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bersama Sampoerna untuk Indonesia (SUI) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung UMKM Indonesia agar mampu bersaing di pasar ekspor. Salah satu UMKM yang mendapat dukungan strategis adalah Cokelatin Indonesia, produsen olahan cokelat premium yang membawa varian unggulan seperti Java Criollo ke panggung internasional melalui partisipasi di Agro Food Jeddah, Agriculture & Food Products 2025.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Collaborator Hub, yang dirancang untuk membuka askes pasar ekspor dan meningkatkan kesiapan UMKM untuk memasuki rantai nilai global. Sejak tahun 2023, Cokelatin telah menjadi bagian dari ekosistem Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), pusat pembinaan UMKM di bawah SUI, yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, kualitas produk, dan strategi perluasan usaha.

Co-Founder Cokelatin Indonesia, Nugroho Surosoputra, menyampaikan “Partisipasi di Agro Food Jeddah adalah langkah besar bagi kami untuk menembus pasar internasional. Dukungan dari SETC dan INOTEK sangat berarti—mulai dari pembinaan, peningkatan kualitas produk, hingga membuka akses bertemu buyer global. Dengan bekal ini, kami semakin percaya diri membawa cita rasa cokelat Indonesia ke panggung dunia.”

Perwakilan SUI, Arief Triastika, juga menekankan peran SETC dalam mendorong UMKM bersaing di pasar global. Ia menyampaikan bahwa Cokelatin Indonesia adalah contoh nyata UMKM dengan komitmen kuat untuk tumbuh. “Cokelatin adalah contoh UMKM yang memiliki komitmen kuat untuk berkembang. Kami di SETC senang dapat memberikan pendampingan, pelatihan, dan membuka peluang pasar yang memungkinkan UMKM Indonesia bersaing di kancah internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan INOTEK, Ivi Anggraeni, menyampaikan bahwa Cokelatin Indonesia menunjukkan bagaimana UMKM dapat naik kelas ketika diberikan fasilitasi yang tepat. “INOTEK melihat potensi ekspor yang kuat dan berkomitmen untuk membantu UMKM seperti Cokelatin Indonesia menyiapkan diri memasuki pasar global,” terangnya.

Langkah Konkret Dukungan SETC hingga Cokelatin Siap Ekspor

Melalui SETC, Cokelatin Indonesia mendapatkan pelatihan komprehensif yang mencakup manajemen bisnis dan standardisasi produk, pengembangan merek dan penguatan kemampuan presentasi, hingga strategi akses pasar nasional dan internasional. Transformasi ini semakin diakui ketika Cokelatin Indonesia meraih Juara UMKM untuk Indonesia 2023, yang mengukuhkan posisinya sebagai UMKM yang memiliki potensi besar. Sebagai apresiasi, SETC memberikan mesin produksi untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi manufaktur—tonggak penting dalam diversifikasi produk, termasuk Cokelatin Signature Ready to Drink.

Melihat potensi ekspor, SUI melalui SETC mengirimkan Cokelatin Indonesia sebagai delegasi Indonesia di Hangzhou International Conference 2023, membuka jejaring global dan wawasan bisnis internasional. Dukungan berlanjut melalui partisipasi di berbagai pameran di dalam negeri seperti Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, The Big Idea Forum, dan Bazaar UMKM SETC, yang memperkuat visibilitas merek dan mempertemukan Cokelatin Indonesia dengan pembeli, distributor, serta mitra potensial. Selain itu, ekosistem SETC juga memfasilitasi akses pembiayaan dan peluang investasi untuk memperkuat modal usaha dan akselerasi ekspansi.

Misi Membawa Cita Rasa Nusantara ke Dunia

Cokelatin Indonesia berkomitmen menghadirkan produk olahan cokelat bernilai tinggi ke pasar internasional. Dengan mengangkat varian unggulan lokal seperti Java Criollo dan Edel Cocoa, Cokelatin Indonesia ingin membawa identitas rasa khas Nusantara ke konsumen global, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi rantai pasok kakao Indonesia.

Partisipasi di Agro Food Jeddah 2025 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan cokelat premium Indonesia ke pasar Timur Tengah, wilayah dengan permintaan tinggi terhadap produk berkualitas.

Tentang Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia
Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) adalah sebuah inkubator bisnis yang didirikan pada 17 Januari 2008 untuk mendukung pengembangan usaha pemula, kecil dan menengah yang berbasis Teknologi Tepat Guna. Pendirian INOTEK didasari oleh keyakinan yang kuat bahwa inovasi teknologi yang aplikatif dan tepat-guna akan memberi manfaat dan dampak sosial dan ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. INOTEK menjangkau ratusan wirausaha berbasis teknologi tepat guna di Indonesia dan berupaya untuk memobilisasi dukungan bisnis yang dibutuhkan perusahaan agar tumbuh menjadi bisnis yang sukses.
Press relase ini juga sudah tayang di VRITIMES.
Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…

5 jam ago

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun

JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…

7 jam ago

Topremit Kembali Raih Award “Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025” dari BI

Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…

18 jam ago

Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah

Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…

2 hari ago

Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…

2 hari ago

Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…

2 hari ago

This website uses cookies.