Categories: BISNIS

Dari Premium ke Fungsional, BRI Finance Tangkap Arah Baru Konsumen Otomotif

Jakarta, 14 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menegaskan komitmennya untuk menjaga kinerja pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri otomotif nasional yang masih menghadapi tekanan. Seiring tren pelemahan permintaan pembiayaan mobil baru, perusahaan terus menyesuaikan strategi secara terukur guna tetap menangkap peluang pertumbuhan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa terdapat dua faktor utama yang memengaruhi kinerja pembiayaan mobil baru saat ini, yakni meningkatnya kehati-hatian konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi serta penyesuaian harga kendaraan yang berdampak pada daya beli dan keputusan pembelian.

“Kondisi ini mendorong persaingan di industri pembiayaan semakin ketat, sehingga diperlukan pengelolaan risiko yang prudent serta strategi yang adaptif,” ujar Dhani.

Menjawab tantangan tersebut, BRI Finance menerapkan pendekatan yang lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan, antara lain melalui penyesuaian pricing yang kompetitif berbasis profil risiko nasabah. Selain itu, perseroan juga menghadirkan fleksibilitas skema pembiayaan melalui pilihan tenor yang lebih variatif serta penyesuaian uang muka (down payment/DP), guna menjaga keterjangkauan tanpa mengorbankan kualitas portofolio. Langkah ini diharapkan dapat menjaga pertumbuhan pembiayaan tetap sehat sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan mobil baru industri multifinance tercatat mengalami kontraksi sebesar 4,65% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp142,59 triliun. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk penyesuaian harga kendaraan, pergeseran preferensi ke kendaraan yang lebih efisien, serta sikap wait and see masyarakat dalam mengambil keputusan pembelian.

Dari sisi portofolio, pembiayaan mobil baru masih menjadi kontributor utama dengan porsi 40,05%, sementara pembiayaan mobil bekas sebesar 9,87% dari total pembiayaan perseroan.

Lebih lanjut, Dhani menambahkan bahwa saat ini terjadi pergeseran preferensi konsumen ke kendaraan dengan total biaya kepemilikan yang lebih rendah, seperti Low Cost Green Car (LCGC), serta kendaraan yang fungsional untuk kebutuhan keluarga dan aktivitas harian, seperti Sport Utility Vehicle (SUV). Adapun minat terhadap kendaraan listrik terus berkembang, meskipun belum menjadi kontributor dominan dalam pembiayaan.

“Pergeseran ini turut memengaruhi komposisi pembiayaan kendaraan di pasar, baik untuk mobil baru maupun bekas,” tutup Dhani.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata dan serius bagi masa depan bangsa…

3 menit ago

Penguatan Kinerja Operasi Tahun 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva

Jakarta,  14 April 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) merefleksikan capaian kinerja tahun buku 2025…

3 jam ago

Barantum Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan AI CRM

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis…

4 jam ago

Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global

Kerja sama tekstil Indonesia India memasuki babak baru transformasi industri di tengah tekanan global. Upaya…

5 jam ago

Perkuat Sinergi BRI Group, BRI Finance Beri Penawaran Spesial di Pameran Kendaraan

Banyuwangi, April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus mendorong penguatan sinergi dalam…

5 jam ago

Dari FX hingga Obligasi, Ini Kunci OCBC Jadi Rising Star

Komitmen Bank dalam meningkatkan likuiditas pasar alternatif melalui SPPA, guna mengembangkan ekosistem pasar yang lebih…

6 jam ago

This website uses cookies.