Didominasi Pasangan IDR/USDT, Presiden Direktur Bittime Sampaikan Volume Perdagangan di Bittime Naik 21% (Sumber: VRITIMES.com)
Di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kenaikan volume perdagangan spot sebesar 21% dalam sepekan terakhir. Peningkatan ini terutama didorong oleh aktivitas perdagangan pada pair IDR/USDT, yang menyumbang sekitar 67% dari total transaksi di platform.
Menariknya, hal ini menunjukkan peningkatan minat investor lokal terhadap aset kripto $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar.
Menurut Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, tingginya aktivitas pada trading pair IDR/USDT ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia memanfaatkan stablecoin sebagai salah satu instrumen di tengah volatilitas pasar, sekaligus guna melindungi nilai portofolio mereka.
“Kondisi global yang diwarnai oleh ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi strategi investasi para pelaku pasar. Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan berupaya memberikan insight pasar lebih awal agar pengguna dapat merespons pergerakan pasar sesuai strategi investasi masing-masing,” jelas Ronny.
Lebih lanjut, berdasarkan data volume trading Bittime, selama seminggu terakhir, aset-aset teratas seperti $USDT, $BTC, $XRP, dan $SOL menjadi pilihan yang cukup diminati sebagai aset diversifikasi di tengah volatilitas pasar.
Melihat tren ini, di mana investor mulai membangun portofolio yang lebih beragam dengan mengombinasikan berbagai kelas aset, termasuk aset digital, Bittime menghadirkan pengalaman trading yang mudah. Dengan tampilan UX/UI yang intuitif, Bittime berharap dapat memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi.
Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia.
Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.
Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.
Jakarta, April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah…
BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…
JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…
Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…
Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…
Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…
This website uses cookies.