LINGGA – Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga melalui bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular memberikan pelatihan co-asisten entomolog tingkat Puskesmas se-Kabupaten Lingga.
Hal tersebut sebagai langkah dalam mengeliminasi penyakit malaria di Kabupaten Lingga salah satunya dengan memberikan pembekalan kepada para nakes yang bertugas di Puskesmas.
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Lingga Wirawan Trisna Putra mengatakan pelatihan tersebut diikuti sebanyak 26 peserta dari 13 Puskesmas yang ada di Lingga.
“Mereka tidak hanya mendapatkan teori di kelas saja namun juga diberikan kesempatan untuk melalukan serangkaian observasi ke perumahan warga dan di kolong bekas galian timah yang ada di Kecamatan Singkep guna mengidentifikasi berbagai varian jentik-jentik,” kata Wirawan, Kamis (23/6/2022)
Dijelaskan Wirawan, bahwa kolong bekas galian timah merupakan daerah potensial tumbuh dan berkembang biaknya jentik nyamuk.
“Namun secara umum sejak 3 tahun terakhir angka kasus malaria di Lingga berada diambang batas yakni kurang dari satu persen,” jelasnya.
Diketahui pada pelatihan co-asisten entomolog ini Dinkes Lingga menggandeng Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit atau BTKLPP Kelas I Batam.
“Diharapkan melalui kolaborasi ini berbagai hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir,” tuturnya./Ruslan
Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan…
Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…
Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…
Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…
Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…
Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…
This website uses cookies.