Categories: BISNIS

Donasi Mikro Kini Jadi Solusi Pemulihan Ekosistem di Program LindungiHutan

Upaya pelestarian lingkungan tak lagi hanya bergantung pada program berskala besar. Saat ini, donasi mikro mulai terbukti efektif sebagai solusi pemulihan ekosistem, sebagaimana diterapkan dalam program konservasi pohon oleh LindungiHutan.

Dengan kontribusi mulai dari Rp25.000, masyarakat kini bisa turut serta dalam menanam satu pohon yang akan dirawat secara berkelanjutan di berbagai lokasi terdampak kerusakan lingkungan. Program ini tidak hanya membuka akses partisipasi publik yang lebih luas, tetapi juga mempercepat laju rehabilitasi hutan dan pesisir di Indonesia.

Sejak berdiri pada 2016, LindungiHutan telah melibatkan lebih dari 63 ribu sahabat alam dan 605 perusahaan dalam aksi penghijauan. Total lebih dari 1 juta pohon telah ditanam di lebih dari 35 lokasi, mencakup ekosistem mangrove, hutan lindung, hingga daerah rawan longsor.

Menurut data USDA (2022), satu pohon dewasa dapat menyerap rata-rata sekitar 22 kg karbon dioksida per tahun. Jika satu juta pohon tumbuh hingga dewasa, maka potensi penyerapan emisi karbon dapat mencapai 21.000 ton per tahun. Ini menjadikan kontribusi kecil, seperti donasi Rp25.000 memiliki implikasi ekologis yang besar dalam jangka panjang.

Selain dampak ekologis, program ini turut memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama petani dan pengelola kawasan konservasi yang terlibat dalam penanaman dan perawatan pohon. Skema ini tidak hanya membantu pemulihan lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja berbasis konservasi.

“Kami percaya bahwa setiap orang bisa jadi bagian dari solusi, sekecil apa pun kontribusinya. Donasi mikro membuka ruang kolaborasi ekologis yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Alma, Product Manager LindungiHutan.

Model partisipatif yang digagas LindungiHutan ini menjadi salah satu pendekatan baru dalam mengarusutamakan pelestarian lingkungan berbasis komunitas. Dengan sistem daring yang mudah diakses, siapa pun dapat berkontribusi dari mana saja, tanpa perlu terjun langsung ke lapangan.

Ke depan, LindungiHutan berencana memperluas cakupan lokasi tanam dan mengintegrasikan aspek edukasi lingkungan agar publik semakin sadar pentingnya menjaga bumi melalui langkah konkret dan terukur.

About LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 590 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 34 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

SUCOFINDO Perkuat Posisi Global di TIC Summit 2026 Brussels

PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai bagian dari Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey, terus memperkuat langkah transformasi…

1 menit ago

ABI Ungkap Dugaan Reklamasi Ilegal di Kawasan Jembatan 1 Barelang (1)

BATAM - Akar Bumi Indonesia (ABI) mengungkap dugaan reklamasi ilegal yang dilakukan oleh PT KBM…

31 menit ago

Lautan Classy Yamaha Padati Bali! Lebih dari 500 Rider Ramaikan CLASSY Ride & Chill 2026

Tren penggunaan skutik bergaya classy di kalangan anak muda Bali terus meningkat seiring berkembangnya lifestyle…

1 jam ago

Di Tengah Pelemahan Ekonomi, CV Maha Niaga Artha Dorong Peluang Usaha Kuliner Lewat Nicepresso

Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang masih menghadapi tantangan daya beli masyarakat dan tekanan terhadap…

1 jam ago

Bersiap! BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, Hadirkan Promo KKB Mulai 1,59%

BRI Group kembali menghadirkan BRI Consumer Expo 2026 Jakarta sebagai ajang yang menghadirkan berbagai solusi…

1 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun Jelang Pertandingan Bola Persib Bandung

PT KAI (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan kereta api untuk datang lebih…

1 jam ago

This website uses cookies.