RIAU – Komisi II DPRD Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat(RDP) terkait persoalan petani sawit yang tergabung dalam Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur(KOPSA-M) dengan PTPN IV Regional III, Senin 10 Febaruari 2025.
RDP ini digelar setelah aksi unjuk rasa yang dilakukan para petani Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (KOPSA-M) beberapa waktu lalu di depan Gedung DPRD Provinsi Riau.
Pihak terkait yang di panggil DPRD Riau diantaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Riau, BPN Kampar, Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dinas Koperasi Provinsi Riau, Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, Dinas Koperasi Kabupaten Kampar, dan Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) Desa Pangkalan Baru.
“Hari ini Jam 13.20 WIB, kita dari KOPSA-M dan beberapa instansi terkait dipanggil ke DPRD Riau,”ujar Ari staf Kopsa M kepada SwaraKepri.
Saat unjuk rasa beberapa waktu lalu, para petani menuntut perlindungan hukum dan penyelesaian sengketa antara KOPSA-M selaku tergugat dan PTPN IV REGIONAL III selaku penggugat.
Disisi lain, Gugatan wanprestrasi PTPN IV Regional III terhadap KOPSA-M dan 622 petani saat ini masih berlangsung di Pengadilan Negeri Bangkinang. PTPN IV menggugat KOPSA-M dan para petani sebanyak Rp140 Miliar.
Dalam perkara ini, PT Bank Mandiri BBC Palembang, Notaris/PPAT Viktor Yonathan dan Badan Pertanahan Nasional(BPN) Kabupaten Kampar menjadi turut tergugat./ZD
Jember, Januari 2026 – Kinerja layanan KA Pandanwangi relasi Jember – Ketapang PP terus menunjukkan…
Jakarta, 13 Januari 2026 - Pasar aset kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…
JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…
Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…
Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…
This website uses cookies.
View Comments