Categories: BISNIS

Dubes India Temui DPR, Sampaikan Rencana Kunjungan Narendra Modi ke Indonesia

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengunjungi jajaran Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 7 Juli mendatang.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga mengatakan kabar tersebut disampaikan langsung oleh Dubes India saat pertemuan berlangsung.

“Kita menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Bapak Sandeep,” kata Ravindra usai pertemuan.

Menurut dia, pihak India membawa kabar positif terkait hubungan bilateral kedua negara.

“Beliau menyampaikan berita baik bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi, akan hadir di Indonesia,” ujarnya.

Ravindra menambahkan bahwa kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Republik India di New Delhi pada Januari 2025.

“Sebagai kunjungan balasan atas kunjungan Pak Prabowo di Januari 2025,” katanya.

Kerja Sama Strategis Jadi Agenda Utama

Selain membahas kunjungan Modi, kedua pihak juga mendiskusikan sejumlah sektor yang selama ini menjadi fokus hubungan Indonesia dan India.

Ravindra mengatakan India menunjukkan ketertarikan terhadap kerja sama di bidang kebudayaan, termasuk pelestarian situs bersejarah di Indonesia.

“Mereka ingin melihat cultural heritage seperti Candi Prambanan,” ujarnya.

Tak hanya itu, peluang kerja sama di bidang konservasi dan revitalisasi juga turut dibahas.

“Mereka ingin membantu untuk revitalisasi misalnya,” katanya.

Pembahasan juga mencakup sejumlah sektor strategis lain yang selama ini telah menjadi agenda bersama kedua negara.

“Kemudian kerja sama-kerja sama yang sebelumnya telah dibahas di bidang ekonomi, bidang energi, dan bidang maritim,” kata Ravindra.

Koridor Andaman–Aceh Masuk Pembahasan

Pengembangan konektivitas maritim antara Kepulauan Andaman dan Nikobar dengan Aceh turut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Sebagai contoh sedikit bagaimana pengembangan strategis koridor antara Andaman, Nicobar dan Aceh,” ujar Ravindra.

Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di dekat Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

“Karena itu merupakan shipping lane yang dekat dengan Malacca Strait,” katanya.

Menurutnya, penguatan konektivitas maritim dapat membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi kedua negara.

“Bagaimana pengembangan koridor maritim tersebut untuk mendorong pertumbuhan pendapatan bilateral misalnya,” lanjutnya.

Modi Dijadwalkan Berpidato di Parlemen

Rangkaian kunjungan Narendra Modi nantinya diperkirakan tidak hanya mencakup agenda bersama pemerintah Indonesia, tetapi juga kegiatan di lingkungan parlemen.

“Kunjungan ini akan dilaksanakan pada eksekutif pertama-tama, kemudian akan dilanjutkan dengan sesi pidato di parlemen bersama anggota DPR, DPD, dan juga komunitas hubungan internasional,” kata Ravindra.

Jika terlaksana, kunjungan Narendra Modi akan menjadi salah satu agenda diplomatik paling penting dalam hubungan Indonesia dan India dalam beberapa tahun terakhir. Selain memperkuat kerja sama ekonomi dan maritim, kunjungan tersebut juga diharapkan membuka babak baru kemitraan strategis antara dua negara demokrasi terbesar di Asia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Tebar Promo Menarik di Mini Expo Mobil Bekas Berkualitas Bersama OLXMobbi di Dumai

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki…

58 menit ago

Metland Blanjaproperti 2026 Hadirkan Solusi Rumah Siap Huni

Di tengah dinamika suku bunga dan nilai tukar yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli rumah,…

3 jam ago

India dan Indonesia Hubungan Kuno yang Terjalin Melalui Sejarah, Budaya, dan Kehidupan Sehari-hari

Oleh Dr. Manish Shrivastava* Jakarta — Jauh sebelum ada kedutaan besar, kunjungan kenegaraan, atau perjanjian diplomatik, hubungan…

3 jam ago

Pengalaman Kuliah yang Membentuk Skill dan Karier

Berbagai aktivitas kemahasiswaan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman nyata. Tidak…

4 jam ago

Kebijakan Act East 2026: Strategi India Menata Ulang Indo-Pasifik di Tengah Gejolak Global

Pertemuan tahunan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di…

6 jam ago

OJK Perketat Konten Kripto, Influencer Bisa Kena Denda Rp15 Miliar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai…

6 jam ago

This website uses cookies.