China mengerahkan kapal-kapal untuk berpatroli di jalur laut tersebut dan telah membangun pulau-pulau buatan yang telah dimiliterisasi untuk memperkuat klaimnya atas hampir seluruh Laut China Selatan.
China telah mengabaikan keputusan pengadilan internasional yang menyatakan klaim Beijing tidak memiliki dasar hukum.
Ketegangan antara Manila dan Beijing meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul beberapa insiden antara kapal Filipina dan China di laut.
Bulan ini, Manila menuduh Garda Pantai China melakukan “pelecehan berbahaya” terhadap kapal-kapal Filipina, termasuk menembakkan meriam air dan menghalangi kapal-kapal yang sedang melakukan misi pasokan.
Hal ini terjadi setelah dua tabrakan antara kapal Filipina dan China di wilayah yang sama, dan kedua negara saling menyalahkan./VOA
Page: 1 2
JAKARTA — Hubungan India dan Indonesia semakin menunjukkan relevansi strategisnya di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.…
BATAM - Tanah hasil pemotongan(Cut) bukit di Kawasan Jalan Hang Kesturi, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa,…
Bogor - Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus mendorong penguatan budaya keberlanjutan…
Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan…
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatatkan…
This website uses cookies.