China mengerahkan kapal-kapal untuk berpatroli di jalur laut tersebut dan telah membangun pulau-pulau buatan yang telah dimiliterisasi untuk memperkuat klaimnya atas hampir seluruh Laut China Selatan.
China telah mengabaikan keputusan pengadilan internasional yang menyatakan klaim Beijing tidak memiliki dasar hukum.
Ketegangan antara Manila dan Beijing meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul beberapa insiden antara kapal Filipina dan China di laut.
Bulan ini, Manila menuduh Garda Pantai China melakukan “pelecehan berbahaya” terhadap kapal-kapal Filipina, termasuk menembakkan meriam air dan menghalangi kapal-kapal yang sedang melakukan misi pasokan.
Hal ini terjadi setelah dua tabrakan antara kapal Filipina dan China di wilayah yang sama, dan kedua negara saling menyalahkan./VOA
Page: 1 2
Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten menjalankan fungsi strategis sebagai penggerak hilirisasi nasional guna…
PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas…
Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan…
Pada Mei 2026, KAI Logistik berhasil mencatatkan kinerja keseluruhan angkutan barang dengan volume sebesar 1.658.622…
Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK dinilai menjadi momentum penting…
This website uses cookies.