Categories: BISNIS

Harga Emas Masih Kuat, Tren Kenaikan Berlanjut di Tengah Tekanan Global

Pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam jalur penguatan, seiring berlanjutnya tren kenaikan yang telah berlangsung selama beberapa sesi terakhir. Logam mulia tersebut kembali menunjukkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global, baik dari sisi geopolitik maupun kondisi ekonomi internasional. Pada perdagangan awal, harga emas tercatat menyentuh area tertinggi baru di kisaran $5.220 per troy ounce, mencerminkan sentimen pasar yang masih sangat positif terhadap emas.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa penguatan emas ini telah terjadi selama tujuh hari berturut-turut, dengan kenaikan terakhir lebih dari 0,60%. Menurutnya, lonjakan harga emas tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong investor untuk mencari aset aman guna melindungi nilai portofolio mereka. Situasi ini diperparah oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi intervensi di pasar valuta asing, khususnya wacana untuk menopang nilai tukar Yen Jepang, yang semakin memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen safe-haven.

Dari sisi teknikal, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan harga emas masih menunjukkan kecenderungan yang sangat kuat. Pola candlestick yang terbentuk mengindikasikan dominasi pembeli, sementara indikator Moving Average mempertegas bahwa arah tren jangka pendek hingga menengah tetap berada dalam fase bullish. Selama harga mampu bertahan di atas area support utama, momentum kenaikan dinilai masih cukup solid untuk mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Andy memproyeksikan bahwa apabila tekanan beli tetap terjaga, XAU/USD berpeluang melanjutkan penguatan hingga mendekati level psikologis $5.300. Level ini dinilai penting karena dapat menjadi konfirmasi lanjutan atas kekuatan tren naik yang sedang berlangsung. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka, terutama jika harga gagal melanjutkan kenaikan. Dalam skenario korektif, area $5.155 dipandang sebagai support terdekat yang berpotensi menjadi tujuan penurunan harga sebelum kembali menentukan arah berikutnya.

Sementara itu, dinamika pasar global turut memperkuat sentimen positif terhadap emas. Pergerakan harga menunjukkan bahwa pelaku pasar masih sangat sensitif terhadap isu-isu risiko global, mulai dari eskalasi perang dagang hingga ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga emas, di mana Indeks Dolar AS (DXY) terus tertekan dan mencatatkan level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor global.

Sentimen terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat yang menyebut bahwa nilai dolar masih berada pada level yang “cukup kuat”. Pernyataan tersebut justru dinilai pasar sebagai sinyal ketidakselarasan kebijakan, sehingga mendorong tekanan lanjutan pada DXY dan mempercepat aliran dana ke aset aman seperti emas.

Selain faktor geopolitik dan nilai tukar, perhatian investor saat ini juga tertuju pada keputusan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan rilis hari ini. Meskipun bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada kisaran saat ini, pasar akan mencermati dengan seksama pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya. Nada pernyataan yang dovish berpotensi memperpanjang pelemahan dolar dan mendorong emas ke level yang lebih tinggi, sementara sikap hawkish dapat memicu koreksi jangka pendek.

Tekanan ekonomi global juga tercermin dari rilis data ekonomi AS terbaru, di mana Indeks Kepercayaan Konsumen tercatat mengalami penurunan tajam dan berada di level terendah sejak 2014. Data tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dan mendorong investor untuk meningkatkan eksposur pada aset lindung nilai.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prediksi harga emas hari ini masih mengarah pada bias bullish jangka pendek, dengan $5.300 sebagai target kenaikan utama dan $5.155 sebagai level support krusial. Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik, data ekonomi, serta kebijakan bank sentral yang berpotensi memicu volatilitas harga emas sepanjang perdagangan hari ini.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif untuk Investor Global

Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat…

18 jam ago

BRI Finance Ramaikan The Elite Indonesia 2026 dengan Promo Spesial BRI KKB

Deretan mobil premium, modifikasi berkelas, hingga atmosfer otomotif yang kental menjadi daya tarik dalam gelaran…

1 hari ago

MoraRepublic Tegaskan Komitmen terhadap Ekosistem Digital Indonesia

MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam…

1 hari ago

Bitcoin Pizza Day 2026: Dari Dua Loyang Pizza Menjadi Simbol Pertumbuhan Aset Digital Global dan Indonesia

Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…

1 hari ago

The Long Weekend Edit: Panduan Gaya Menawan untuk Silaturahmi dan Liburan Idul Adha

Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…

1 hari ago

Misteri Terungkap! Ini 2 Perusahaan Sponsor WNA Kasus Scam Trading Baloi View Batam (6)

BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…

1 hari ago

This website uses cookies.