PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian Kuartal I-2026, Perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan ini. Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyatakan bahwa hasil ini merupakan indikator bahwa program transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, ia menegaskan bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.
“Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini. Dengan hasil kuwartal satu yang mulai stabil, kami akan tetap menjaga agar selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan demikian Krakatau Steel memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung kemandirian industri baja nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan dalam acara Coffee Morning Media with CEO KRAS bertempat di The Surosowan Jakarta.
Secara finansial, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar USD 262,4 juta pada Kuartal I-2026. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar USD 4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas Perusahaan di angka USD 745,7 juta. Penguatan neraca ini memberikan stabilitas bagi perseroan dalam menjalankan aktivitas operasional dan menghadapi dinamika pasar yang sedang bergejolak saat ini.
Berdasarkan catatan positif tersebut, Krakatau Steel optimis dalam menargetkan laba bersih sebesar USD 129 juta pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja keuangan perusahaan.
Hingga Maret 2026, total produksi Krakatau Steel mencapai 360 ribu ton. Capaian ini didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.
Optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam menjalankan program penguatan permodalan bersama Danantara. Dengan mengedepankan nilai tambah produk domestik, Krakatau Steel terus berupaya menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur serta mendukung visi kemandirian ekonomi nasional.
“Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat menghasilkan produk baja yang lebih kompetitif dan dapat bersaing di pasar. Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan ,” tutup Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA (The Indonesia Iron & Steel Industry Association) dan ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia)/ILFA.
Adapun program kerja ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menunjukkan kiprah nyata perempuan dalam mendorong inovasi berkelanjutan di…
PhotoBebaz menghadirkan pendekatan designed experience sebagai respons atas fenomena social media fatigue, dengan merancang pengalaman…
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja pria dan wanita BRI Branch Office Segitiga Senen…
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja frontliner BRI Branch Office Otista tampil kompak dengan…
Kuncoro Leadership Training & Consulting (KLTC) Group semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pengembangan sumber daya…
Pemerintah Metropolitan Tokyo akan menyelenggarakan “SusHi Tech Tokyo 2026,” salah satu konferensi inovasi global terbesar…
This website uses cookies.