Categories: KESEHATAN

Hindari Bermain Ponsel dalam Gelap, Ini Bahayanya

JAKARTA – Sebelum tidur, mayoritas orang selalu mengecek kembali ponselnya ketika lampu kamar sudah dimatikan, entah untuk mengupdate status atau hanya sekedar melihat pesan masuk. Namun, mungkin sebagian besar tidak menyadari bahwa melihat layar gadget, apalagi dalam waktu lama dalam gelap dapat mempengaruhi kesehatan. Lampu yang terpancar dari layar gadget dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kurang tidur hingga kanker.

Dalam ruangan gelap, sinar biru yang dipancarkan layar handphone menjadi lebih tajam. Tidak hanya mata, akibat buruk yang ditimbulkan oleh cahaya biru tersebut dapat mempengaruhi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu untuk tidur. Akibatnya kurangnya tidur, banyak berbagai penyakit yang timbul.

Berikut sebab-sebab mengapa Anda harus menghentikan kebiasaan bermain gadget dalam gelap:

1. Merusak Retina
Layar telepon genggam memancarkan sinar biru atau blue light, yang digolongkan sebagai high-energy visible light (HEV), yaitu sinar tampak dengan panjang gelombang yang relative pendek (415 – 155 nanometer) dan tingkat energi tinggi. Paparan langsung sinar biru kepada mata dapat menembus bagian luar mata hingga bagian dalam, sehingga menimbulkan efek jangka panjang berupa kerusakan pada retina. Paparan sinar yang dikualifikasikan paling berbahaya untuk retina ini dapat meningkatkan resiko terkena degenerasi makula (penurunan ketajaman penglihatan) dan katarak.

2. Kurang Tidur
Sinar biru juga bersifat supresif terhadap produksi melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus bangun dan tidur. Secara kimiawi, hormon melatonin menyebabkan rasa kantuk dan menurunkan suhu tubuh. Produksi melatonin ini dapat dihambat oleh cahaya dan diinduksi oleh gelap. Maka itu, memainkan gadget dalam gelap dapat menyebabkan penggunanya kesulitan tidur, sehingga timbul masalah lainnya seperti tidak stabilnya tekanan darah dan depresi.

3. Meningkatkan Resiko Kanker
Menatap layar ponsel dalam gelap secara terus menerus juga dapat menimbulkan resiko terkena kanker. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Cancer Prevention, paparan sinar biru akan meningkatkan resiko kanker payudara pada wanita hingga 17 persen. Para peneliti mengungkapkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh cahaya biru yang menekan produksi melatonin (hormon yang juga berfungsi untuk ‘menidurkan’ sel-sel kanker) dan meningkatkan produksi hormon estrogen yang memicu kanker payudara.

4. Melemahkan Otak
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, paparan layar ponsel pada tubuh manusia secara terus menerus dapat mengakibatkan kurang tidur. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya melemahnya daya ingat. Ketika tubuh tidak mendapat tidur yang cukup, konektivitas neuron di hippocampus (bagian sistem otak besar yang memerintah berbagai fungsi tubuh) akan melemah, sehingga daya ingat akan menurun. Selain daya ingat, kurang tidur juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh dan aliran darah ke otak.

5. Meningkatkan Resiko Depresi
Sebagai efek lanjutan dari kurang tidur yang disebabkan oleh paparan sinar biru, pengguna ponsel dalam gelap akan memiliki resiko tinggi untuk mengidap depresi. Hal ini karena sinar biru menekan produksi melatonin dan mengacaukan jam tidur, sehingga mempengaruhi bagian otak, yaitu amigdala yang berperan dalam mengatur emosi dan tingkat kecemasan seseorang.

 

 

Editor : Roni Rumahorbo

Sumber : Tempo.co

Roni Rumahorbo

Recent Posts

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Jakarta, April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah…

5 jam ago

Bea Cukai Batam Beberkan Alasan Penerbitan SPPB 90 Kontainer Limbah Elektronik asal AS

BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…

7 jam ago

Puragraph Vol. I: Menghubungkan Warisan Sejarah dan Generasi Muda melalui Siluet Arsitektur Heritage Belanda

JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…

10 jam ago

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

13 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

15 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

16 jam ago

This website uses cookies.