“Transisi energi akan menghadirkan ratusan juta sensor yang tersebar luas dalam sistem. Maka, persepsi real-time akan menjadi basis keseimbangan sistem kelistrikan secara dinamis,” ujar Frank Zou, Director, Electric Power Industry Digital Solution, Huawei Indonesia, ketika mempresentasikan Knowledge Hub. “Kami membutuhkan dukungan kapabilitas digital yang sistematis, termasuk komunikasi, komputasi, dan keamanan siber untuk mencapai target transisi energi.”
Hingga kini, Huawei telah bekerja sama dengan lebih dari 190 perusahaan kelistrikan di seluruh dunia, serta membangun lebih dari 40 solusi berbasiskan skenario penggunaan bersama mitra ekosistem. Lewat langkah tersebut, Huawei membangun basis digital bagi transisi energi dunia dan pencapaian target netralitas karbon./Huawei Enterprise
Page: 1 2
Jakarta, 8 Juni 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) resmi meluncurkan Environmental and Social Innovation Award…
Peran rumah dalam kehidupan masyarakat terus berkembang seiring perubahan pola aktivitas dan gaya hidup. Tidak…
Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan melemah pada perdagangan pekan ini. Meskipun sesekali muncul…
Dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-499 menuju lima abad Jakarta, BINUS…
PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare terus meningkatkan pengawasan dan pengendalian di kawasan Pelabuhan Nusantara…
BRI Region 6 kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Rutin Jumat yang diikuti oleh jajaran manajemen dan…
This website uses cookies.