Categories: BISNIS

ICE Skill-Up 2026 Digelar di Telkom AI Center Makassar, Fokus Latih Desain dan Web Development Berbasis AI

ICE Skill-Up 2026 digelar di Telkom AI Center Makassar dengan fokus pada pelatihan desain UI/UX dan pengembangan web berbasis AI. Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran end-to-end yang membantu mahasiswa membangun keterampilan praktis dan portofolio digital.

Telkom AI Center Makassar melalui pilar AI Connect mendukung penyelenggaraan “ICE Skill-Up 2026: Connected Intelligence – From Design, Code, to AI-Driven Interactive Innovation” pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan dua hari ini melibatkan sekitar 80 mahasiswa dan difokuskan pada penguatan keterampilan di bidang UI/UX, front-end development, serta pemanfaatan tools berbasis kecerdasan buatan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar berkolaborasi dengan Google Developer Group on Campus (GDGoC) Universitas Negeri Makassar, dan dilaksanakan di Telkom AI Center Makassar.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital di Indonesia. Mengutip pemberitaan Kompas.com, Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid menyebut pemerintah memproyeksikan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030, sementara ketersediaan talenta saat ini belum sepenuhnya memenuhi permintaan industri. Dalam konteks ini, pelatihan praktis seperti ICE Skill‑Up dipandang sebagai langkah strategis untuk memperpendek jarak antara kurikulum akademik dan kebutuhan pasar kerja.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar, Dr. Sanatang, S.Pd., M.Pd., menilai pendekatan berbasis praktik menjadi pelengkap penting bagi pembelajaran formal di kampus. “Mahasiswa perlu ruang untuk bereksperimen dan mengenal langsung tools yang digunakan di industri, termasuk integrasi AI dalam proses kerja,” ujarnya.

Pelatihan difokuskan pada pembelajaran berbasis praktik dengan pendekatan end-to-end. Peserta mengembangkan desain UI/UX dengan tools AI untuk menghasilkan prototipe, kemudian mengimplementasikannya menjadi website interaktif menggunakan Visual Studio Code dengan dukungan generative AI. Hasil pengembangan tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui GitHub sebagai bagian dari portofolio peserta.

Sejalan dengan pendekatan tersebut, Business and Community Lead Telkom AI Connect, Sunarti M.R., turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik yang terintegrasi dengan pembangunan portofolio menjadi langkah penting dalam menyiapkan talenta yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. “Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya teori tersebut dengan tools yang relevan. Program seperti ICE Skill-Up membantu menjembatani kebutuhan tersebut,” katanya.

Dari sisi peserta, pendekatan praktik dinilai memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Salah satu peserta, Awan, menyebut kegiatan ini membantu memahami alur kerja pengembangan web secara utuh. “Kami bisa langsung praktik dari desain hingga menjadi website, sehingga lebih memahami prosesnya,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga memiliki dasar untuk membangun portofolio dan mengembangkan proyek digital secara mandiri. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini dinilai penting untuk memperkuat kesiapan talenta digital sekaligus mendorong lahirnya solusi yang relevan dengan kebutuhan industri.

About Telkom AI Connect
Telkom AI Connect merupakan bagian dari inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang diinisiasi oleh PT Telkom Indonesia. AI Connect menghadirkan program pembelajaran, showcase inovasi, dan konsultasi bisnis untuk mendorong adopsi AI serta mempercepat transformasi digital di Indonesia. Telkom AI Connect hadir di sembilan kota di Indonesia, dengan komitmen membangun kapabilitas AI yang merata, relevan, dan berkelanjutan di seluruh daerah.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

SEC Siapkan Regulasi Tokenisasi Saham, Bittime Hadirkan Aset-Aset Tokenisasi RWA Sebagai Alternatif Diversifikasi Portofolio

Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah administrasi Donald Trump dikabarkan sedang bersiap untuk membuka jalur…

2 jam ago

MOFI Dorong Agen Bangun Jaringan dan Akses Pembiayaan UMKM Lewat Referral

PT Moladin Finance Indonesia (MOFI), perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan…

2 jam ago

Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP) hari ini mengumumkan hasil kinerja tahun buku 2025 dalam…

3 jam ago

6 Manfaat Generative AI di Kurikulum Computer Science

Dunia teknologi bergerak sangat cepat dan kurikulum Computer Science di Indonesia kini mulai beradaptasi dengan…

6 jam ago

BP Batam Tegaskan Tidak Pernah Terbitkan PKKPRL Reklamasi Piayu Laut (16)

BATAM - Badan Pengusahaan(BP) Batam menegaskan tidak pernah meneribitkan Perizinan Persyaratan Dasar Persetujuan Kesesuaian Kegiatan…

18 jam ago

Digiten Memperkuat Dukungan Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha di Area Bekasi

Pemasaran bisnis lima tahun lalu tentu tidak bisa optimal jika diterapkan saat ini. Perubahan perilaku…

19 jam ago

This website uses cookies.