FILE: Logo Dana Moneter Internasional (IMF) pada kantor pusat IMF di Washington.
VOA – Prospek ekonomi dunia tahun ini suram ketika dihadapkan pada inflasi tinggi yang kronis, kenaikan suku bunga, serta ketidakpastian akibat bangkrutnya dua bank Amerika.
Itulah pendapat Dana Moneter Internasional atau IMF yang pada Selasa (11/4) menurunkan ramalan pertumbuhan ekonomi global.
Kini IMF meramalkan pertumbuhan 2,8 persen tahun ini, turun dari 3,4 persen pada 2022 dan taksiran 2,9 persen untuk 2023 yang dibuatnya pada ramalan sebelumnya di bulan Januari.
IMF mengatakan kemungkinan “pendaratan keras”, di mana suku bunga tinggi memperlemah pertumbuhan sedemikian rupa sehingga mengakibatkan resesi, telah “naik tajam,” khususnya di negara-negara maju. Kondisi ini juga meningkatkan risiko terhadap stabilitas finansial global.
“Situasinya tetap rentan,” kata Pierre Olivier Gourcinchas, ekonom utama di IMF kepada para reporter hari Selasa. “Risiko-risiko berbahaya tetap saja membayangi.”
IMF, sebuah organisasi peminjam dana ke 190 negara, meramalkan inflasi global sebesar tujuh persen tahun ini, turun dari 8,7 persen pada 2022, tetapi merupakan peningkatan dari ramalan 6,6 persen pada 2023./VOA
JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus…
Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak…
Satu Tahun Hadir, First Club Berbagi 1.000 Sembako untuk Warga Sekitar BATAM - First Club…
MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar…
PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…
KAI Bandara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program tanggung jawab…
This website uses cookies.